Manual Brew Dengan Rok Presso Bisa Eksplor Banyak Kopi

  • 20-03-2019 / 17:46 WIB
  • Kategori:Kuliner
Manual Brew Dengan Rok Presso Bisa Eksplor Banyak Kopi Tim Blue Apron Academy (BACA), Nugroho memberi pelatihan pembuatan kopi manual brew dengan alat Rok Presso

MALANG - Pecinta kopi belajar bareng dengan Blue Apron Coffee Academy (BACA), Rabu (20/3) di Kedai Remboeg Pawon. Bertajuk Rok n Roll Volume I para peserta diajak mengenal lebih jauh keunggulan alat pembuat espresso, Rok Presso.

Rok presso sendiri selain desainnya yang tangguh dan tanpa listrik juga mampu menghasilkan espresso yang kualitasnya mengimbangi mesin espresso. Sebelum menggunakan Rok Presso sebaiknya dipanaskan terlebih dahulu mesinnya dengan air panas untuk mengatur suhu yang tepat.

"Menggunakan air panas ini gunanya untuk mempertahankan temperatur. Menggunakan Rok Presso ini juga ada teknik misalnya saat memasang porta dan melakukan tamping kopi," ujar Ketua Tim BACA, Setyo Ari Suprayoga.

Selain mengedukasi bagaimana memproses kopi dengan manual brew menggunakan Rok Presso, Tim BACA yang digawangi oleh Yoga dan Nugroho juga turut mempraktekkan secara langsung teknik pembuatannya.

Di percobaan pertama dengan beans sebanyak 14 gram espresso 30 ml dengan mesin Rok Presso kopi yang dihasilkan lebih fruity namun body tidak terlalu tebal. Sementara percobaan kedua dengan pola perlakuan yang berbeda hasilnya pun beda body lebih tebal dan tidak terlalu fruity.

"Sebelum mempelajari alatnya perlu juga mengetahui biji kppinya mulai dari panen hingga pasca penen, kemudian penggunaan alatnya, karena menggunakan manual brew maka analisa kualitatif bisa dilihat dari alat refractometer untuk menghitung kepekatan kopi tersebut," terang Yoga, sapaan akrabnya.

Melalui kegiatan ini, tim BACA ingin memgenalkan lebih dalam bahwasannya meskipun menggunakan alat manual namun barista bisa mengeksplor banyak hal. Seperti bisa membuat espresso, ristretto, dan lungo. 

Sebelumnya BACA sendiri yakni lembaga yang berfokus dalam memberitakan pelatihan dan pembinaan kopi. Menyediakan kurikulum serta pelatihan bagi mereka yang ingin berbisnis kopi atau hanya sekadar pecinta kopi.

"Kami ingin menyediakan sumber daya yang mempuni ketika terjun ke dunia perkopian, karena mengambil karyawan baru tentunya masih perlu training, apabila tidak ingin mengeluarkan biaya lebih besar bisa mengambil SDM dri BACA," pungkasnya. (lin)

  • Editor : bua
  • Uploader : slatem
  • Penulis : lin
  • Fotografer : lin

KOMENTAR ANDA

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI