UPDATE NOW
UPDATE NOW

Ditemukan Dinding Pembatas di Situs Sekaran, Diduga Bangunan Pra Majapahit

  • 20-03-2019 / 22:13 WIB
  • Kategori:Kabupaten
Ditemukan Dinding Pembatas di Situs Sekaran, Diduga Bangunan Pra Majapahit Deretan batu bata ditemukan di bagian selatan situs. Diduga merupakan dinding pembatas kompleks bangunan suc.i

PAKIS -  Hari ke sembilan melakukan ekskavasi Rabu (20/3),  di Situs Sekaran tim Badan Pelestarian Cagar Budaya (BPCB), kembali menemukan strukur bata. Di sebelah selatan temuan situs berjarak 15 meter. Dugaan awal, struktur bata yang ditemukan sekitar pukul 16.00 tersebut merupakan dinding pembatas kompleks bangunan suci. 

"Ini yang terus kami gali. Kami menduga ini merupakan dinding pembatas karena bentuknya berderet," kata Arkeolog BPCB Jatim, Wicaksono Dwi Nugroho.

Bukan hanya itu, di bagian selatan struktur bata, tim juga menemukan pondasi yang diduga merupakan struktur ruangan. 

Dua temuan baru tersebut ungkap Ucok panggilan akrab Wicaksono Dwi Nugroho, menguatkan bahwa struktur atau situs yang ditemukan di Dusun Sekaran, Seda Sekarpuro, Kecamatan Pakis ini merupakan komplek bangunan suci.

"Dari awal kami melakukan ekskavasi melihat adanya pola-pola ruangan. Dimana dua bangunan awal yang kami temukan, merupakan tempat suci. Itu dikuatkan dengan minimnya fragmen yang kami temukan disana," ungkapnya. Berbeda dengan area lain, dimana tim BPCB, menemukan banyak  fragmen, berupa pecahan keramik dan tembikar.

"Bisa jadi kompleks bangunan suci ini merupakan komplesk kerajaan. Apalagi pondasi batu bata yang ditemukan jelas struktur ini dulu tak ditinggali oleh orang biasa," tambah Ucok. Dia menambahkan, jika fragmen yang ditemukan diduga bangunan ini merupakan bangunan di masa pra Majapahit.

Dengan adanya temuan baru itu, Ucok pun menduga situs ini sangat luas. Bahkan jika disamakan dengan salah satu Puri di Bali, luasanyya bisa lebih dari 100 meter. 

Namun demikian, Ucok sendiri mengatakan jika tim BPCB tak memperpanjang jadwal ekskavasi. Dimana eksavasi ini akan beraksi pada Kamis (21/3). "Kami sudah dua kali melakukan perpanjangan jadwal. Itu sebabnya setelah Kamis kami akan menyerahkan temuan ini ke Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Kabupaten Malang, untuk kemudian melanjutkan proses ekskavasi," tambah Ucok.

Bukan itu saja, alumni Universitas Gajahmada ini juga mengatakan untuk proses selanjutnya selain ditangani oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, tim dari Balai Arkeologi (Balar) Yogyakarta, juga akan melakukan penelitian. 

"Tadi darI Balar sudah ke sini, nanti tim dari Balar akan melanjutkan dengan penelitian, dengan data-data yang kami sajikan,"tandasnya.(ira)

  • Editor : bua
  • Uploader : slatem
  • Penulis : ira
  • Fotografer : ira

KOMENTAR ANDA

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

ComvaLion... Julukan Anyar Sylvano Comvalius

Wow... Comvalius Dikontrak Arema Dua Musim

Kontainer Bermuatan Sabu Diamankan Polisi di Tol Bakahueni

Hamili Anak Tiri, Ngaku Khilaf

Sepiring, Masakan Rumahan Suasana Kafe

800 Botol Bisa Buat Bangunan 3 x 3 Meter

Rute Rasa Berubah, Berlimpah Promo Menarik

VIDEO

-->