Pekerja Keras, Tak Mau Libur Walau Satu Hari Saja

  • 21-03-2019 / 04:31 WIB
  • Kategori:Malang
Pekerja Keras, Tak Mau Libur Walau Satu Hari Saja SEMASA HIDUP: Ludfi Firmansjah dan istrinya, Nina Sulistiyani, sebelum meninggal dunia, ia sempat berpesan akan pergi jauh.

Suasana duka terlihat di Jalan WR Supratman II/28, Kota Malang. Ludfi Firmansjah SE, seorang sub agen koran meninggal dunia karena kecelakaan. Sang pekerja keras itu menutup usia di kawasan Jalan Panglima Sudirman ketika mengantar koran, Rabu (20/3) pagi.

Dari depan rumah, terlihat puluhan pelayat yang datang silih berganti. Suasana duka pun sangat terasa, isak tangis keluarga dan orang terdekat sayup-sayup terdengar. Banyak yang tidak menyangka peristiwa tersebut menimpa Ludfi. Sebab, Selasa (19/3) malam,  Pria kelahiran 1976 itu, masih memimpin rapat untuk persiapan Pemilu, karena ia bertugas sebagai Ketua PPS.

Istri Ludfi, Nina Sulistiyani mengungkapkan, sekitar pukul 04.00 pagi, suaminya menjalani ru­tinitas sperti biasanya, yakni pergi mengantarkan koran untuk diberikan kepada 13 orang lopernya.

“Tadi pagi, berangkat seperti biasa­nya, tidak ada apa-apa,” terang dia kepada Malang Post.

Kemudian, sekitar pukul 06.00 pagi, Nina merasa curiga. Sebab, sang suami tak kunjung pulang ke rumah. Sementara, sekitar pukul 06.30, Ludfi harus mengantarkan kedua anaknya, Luna dan Kiran untuk berangkat sekolah.

 “Biasanya, jam 05.00 gitu sudah sampai rumah. Kemudian, antar anak-anak dan juga antar saya bekerja,” papar perempuan yang berprofesi sebagai Guru SD tersebut.

Setelah anak-anaknya berangkat sekolah, ada salah satu keponakan Ludfi yang bernama Oval mengetahui kabar kecelakaan di facebook melalui Komunitas Peduli Malang. Saat itu, Oval curiga bahwa motor tersebut milik pamannya.

“Dia (Oval) datangi saya, memastikan benar atau tidak. Akhirnya keluarga semua cek dan ternyata benar (kalau yanyang kecelakaan adalah suaminya),” ujar dia sambil terisak.

Selama ini, Ludfi merupakan sosok seorang ayah yang sangat dekat dengan kedua putrinya. “Beliau orangnya juga suka bercanda. Apapun keinginan anaknya selalu dituruti semua,” kata perempuan berkacamata itu.

Semasa hidupnya, ia menjalani profesi sebagai sub agen koran sudah puluhan tahun. “Sudah sejak SMA dan sudah bisnis turun temurun dari keluarganya,” papar perempuan berusia 39 tahun itu.

Selama menjalani profesi sebagai sub agen koran, Ludfi merupakan sosok pria yang tangguh dan pekerja keras. “Setiap pagi, dia selalu memastikan sendiri kalau semua koran sudah tersebar. Koran itu ndak ada liburnya, saya suruh libur satu hari saja, beliau selalu nggak mau,” lanjut Nina.

Bahkan, ketika sempat rekreasi keluarga pada Minggu (17/3) kemarin, Ludfi berangkat tamasya setelah urusan mengantar koran selesai. “Kalau belum selesai, beliau ndak akan mau berangkat,” tegas dia.

Bahkan, Selasa (19/3) malam, ia juga sempat mengadakan rapat untuk persiapan Pemilu. “Sempat saya tidak izinkan berangkat, karena kondisi hujan. Namun, beliau nggak enak sama warga. Sebab, beliau Ketua PPS. Beliau selama ini juga selalu aktif untuk berbagai kegiatan warga,” imbuh Nina.

Kepergian sarjana ekonomi tersebut juga meninggalkan duka mendalam bagi sepupunya, Umi Arum. “Orangnya suka sekali bercanda, sampai-sampai, keluarga dan tetangga memanggil beliau dengan julukan ‘lek’(paman),” terang dia.

Sebelum meninggal, almarhum ternyata juga sempat menyiratkan pesanterakhir. “Dia sempat bilang kalau akan pergi jauh. Kita juga nggak tahu apa maksudnya,  nggak tahunya kejadian begini,” papar perempuan berjilbab itu.(Amanda Egatya/ary)

  • Editor : ary
  • Uploader : angga
  • Penulis : tea
  • Fotografer : ist

KOMENTAR ANDA

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI