Banyak Jalan Berlubang, Ini Penjelasan Ahlinya

  • 21-03-2019 / 15:45 WIB
  • Kategori:Malang
Banyak Jalan Berlubang, Ini Penjelasan Ahlinya PAKAR: Kepala Laboratorium Transportasi dan Penginderaan Jauh UB, Hendi Bowoputro, ST., MT.  (Ugik Endarto/MP Online)

MALANG- Permasalahan jalan berlubang di Kota Malang menjadi sorotan utama publik. Pasalnya, semakin hari kian banyak jalan berlubang. Akibatnya mengganggu kenyamanan pengendara hingga sebabkan kecelakaan. 

Pakar Teknik Sipil Universitas Brawijaya (UB), Hendi Bowoputro, ST., MT. mengatakan penyebab rusaknya jalan dikarenakan sistem drainase di sekitar jalan buruk. “Inti utamanya seharusnya kita menyediakan saluran drainase yang baik, Itu kuncinya,” terangnya saat di temui di ruangannya, Kamis (21/3).

Lebih lanjut dia menjelaskan, aspal jalan akan rusak jika digenangi air. Saat musim hujan, air di drainase meluap. “Itu akan masuk ke sela-sela retakan yang ada. karena aspal tidak selalu mulus. Jadi kalau seperti itu, bisa cepat rusak,” kata Hendi. 

Menurutnya, pengerjaan aspal di Kota Malang sudah bagus. Bahkan aspal yang digunakan sudah memenuhi standar pengerjaan jalan. “Aspal di Kota Malang sudah masuk standar teknis. Yang perlu diperhatikan adalah pengerjaannya,” ujar pria kelahiran 10 September 1975 ini.

Pengerjaan jalan saat musim hujan tidak tepat. Selain itu, metode perawatan yang dilakukan tidak hanya sekadar  overlay, yaitu panambahan lapisan dengan tebal tiga sampai 10 centimeter.

Harus juga dilakukan dengan cara preservasi. “Perawatan berkala bisa dilakukan lima sampai 10 tahun tergantung kondisinya, selain itu harus di preservasi. Yaitu penutupan lubang yang dilakukan dengan pembongkaran sampai akar masalahnya bahkan bisa sampai pondasi. Lebih dalam lagi ke lapisan tanah dasarnya,” tutur Kepala Laboratorium Transportasi dan Penginderaan Jauh UB ini.

Terkait tudingan masyarakat Malang yang menyebutkan bahwa bahan aspal buruk, Hendi memberikan penjelasan. Menurutnya, semua bahan yang digunakan dalam pengaspalan jalan di dalam kota sama, dengan metode yang sama juga, yaitu hotmix.

“Semua jenis aspal dan metodenya sama. Yang membedakan adalah kondisi tanahnya. Kalau kondisi tanah bagus, aspalnya bisa tipis. Kalau kondisi tanahnya buruk ya aspalnya tebal,” ucap Hendi. Dikatakannya bahkan setiap satu ruas jalan memiliki kondisi tanah yang berbeda.

Ia melihat bahwa faktor utama penyebab rusaknya jalan adalah perilaku membuang sampah sembarangan yang berpengaruh pada drainase. “Drainase buntu karena masyarakat suka buang sampah sembarangan,” terangnya. Inilah yang kemudian menyebabkan luapan air di jalan hingga banjir. 

Ia menambahkan bahwa hal lain yang perlu diperhatikan adalah pola perawatan. Perawatan harus dilakukan rutin. Setiap tahun perlu dilakukan. Jika ada kerusakan kecil harus segera diperbaiki agar tidak meyebar ke dalam rongga-rongga di dalam aspal. 

Namun, ditekankan Hendi, draniase harus menjadi perhatian utama dalam menanggulangi kerusakan jalan. “Coba lihat jalan yang jarang rusak, itu tidak ada genangan, karena drainase dan kemiringan jalan sudah diseting dengan baik. Untuk kota Malang saya pastikan, jalan yang rusak adalah jalan yang tergenang air,” pungkas Hendi. (mg2/van)

  • Editor : van
  • Uploader : irawan
  • Penulis : Ugik
  • Fotografer : Ugik

KOMENTAR ANDA

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Ngaku Kurir, Dapat Komisi Rp 600 Ribu

Masak Seru di Mom & Kiddie Cooking Class

Nyoblos Ulang di TPS 17 Dapat Coklat

VIDEO

-->