Pemkot Malang Membela Diri, Ini Alasan Jalan Mudah Rusak

  • 22-03-2019 / 18:26 WIB
  • Kategori:Malang
Pemkot Malang Membela Diri, Ini Alasan Jalan Mudah Rusak Jalan berlubang di Jalan Ir Rais tidak kunjung diperbaiki menimbulkan keresahan warga Kota Malang. (Ipung Purwanto/MP)

MALANG- Kondisi jalan berlubang di Kota Malang bakal terus bertambah. Pemkot Malang melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) pun membela diri. Bertambahnya jalan berlubang di Kota Malang dinyatakan bukan karena buruknya kualitas aspal. 

Akan tetapi jalan terus berlubang jika warga tidak kunjung berhenti membuang sampah sembarangan. Lantaran dengan drainase yang tersumbat akan membuat jalanan tergenang air hingga ke aspal. Hal ini yang membuat jalan mudah rusak.

Penjelasan ini diungkapkan Kepala Dinas PUPR Kota Malang Ir Hadi Santoso kepada Malangpostonline.com belum lama ini, saat ditanya mengenai kualitas jalan di Kota Malang.

“Bukan karena kualitas jalannya. Aspal sudah memiliki standar semua dan dikerjakan dengan prosedural standar aturan. Masalahnya itu adalah genangan air,” tegas mantan Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Malang yang akrab disapa Soni ini.

Genangan air akan merusak aspal, semakin sering aspal tergenang maka semakin rapuh aspal tersebut. Belum lagi jika beban jalan kawasan berat yakni merupakan kawasan padat kendaraan dan dilalui banyak kendaraan berat.

Dikatakan Soni, genangan air terjadi utamanya karena air dari luapan drainase yang tersumbat. Mengapa dapat tersumbat? Karena drainase penuh dengan sampah-sampah yang olehnya sangat disayangkan dilakukan warga sendiri.

“Ada kasur, ada kabel-kabel, terbaru kita menemukan bak sampah dalam saluran drainase” papar Soni menegaskan. 

Ia kembali menjelaskan bahwa Pemkot Malang hanya memiliki anggaran yang sangat sedikit untuk melakukan perbaikan jalan-jalan berlubang tersebut. Melihat kondisi jalan berlubang yang ada, diakui Soni jalan tersebut akan sulit ditangani sebelum anggaran kembali dikucurkan.

Pria yang menggemari motor-motor klasik ini mengatakan per meternya PUPR harus mengeluarkan dana Rp 141 ribu untuk penambalan jalan berlubang dengan ketebalan standar yakni 4 Cm. 

“Kita sempat juga hendak memperbaiki jalan berlubang di sebuah kawasan tetapi ditolak warga karena mereka meminta seluruh jalan diaspal. Itu tidak bisa, karena anggaran memperbaiki jalan lubang adalah menggunakan dana insidentil. Dimana dana ini hanya dapat digunakan untuk kerusakan hingga 30 persen saja” pungkasnya.

Ia kembali mengimbau warga untuk bersabar. Sambil pula sama-sama menjaga lingkungan bersama sehingga aspal juga terjaga dengan baik. (ica/bua)

  • Editor : bua
  • Uploader : irawan
  • Penulis : ica
  • Fotografer : Ipunk

KOMENTAR ANDA

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Pabrik Sol Sepatu Terbakar, 5 Menit Padam

Masak Seru di Mom & Kiddie Cooking Class

Nyoblos Ulang di TPS 17 Dapat Coklat

VIDEO

-->