UPDATE NOW
UPDATE NOW
Home > > Opini

FENOMENA ATTA DAN RICIS

  • 23-03-2019 / 10:10 WIB
  • Kategori:Opini
FENOMENA ATTA DAN RICIS

Oleh Sugeng Winarno

Pegiat Literasi Media, Dosen Ilmu Komunikasi FISIP UMM

 

Kemunculan Muhammad Attamimi Halilintar atau lebih dikenal Atta Halilintar dan Ria Ricis memang fenomenal. Saat ini Atta menjadi orang berpengaruh (influencer) pertama dan Ricis peringkat kedua se-Asia Tenggara. Melalui video yang diunggah di Youtube, tingkah polah dua selebritis media sosial ini telah dilihat dan diikuti (subscriber) belasan juta orang hingga keduanya mampu memanen miliaran rupiah dari kreativitasnya tersebut.

Ketika tulisan ini dibuat, pengikut Atta tembus 12 juta orang lebih. Sementara subscriber Ria Ricis mencapai lebih 11 juta orang. Posisi ini telah menjadikan Atta dan Ricis mendapat bayaran yang fantastik. Sebuah laman Selebrita melansir berita bahwa video yang diunggah Atta Halilintar bisa meraup pendapatan hingga Rp 4,5 miliar. Saat ini rata-rata bayaran Youtuber terkenal tanah air berkisar antara Rp 256 juta hingga Rp 4,5 miliar  per bulan. Bayaran para pesohor di Youtube ini mampu mengalahkan gaji presiden RI.

Sementara bagi Youtuber kelas dunia seperti Ryan Toys Review memperoleh penghasilan sebesar USD 22 juta atau sekitar Rp 308 miliar  per bulan. Ryan, anak berusia 7 tahun itu memiliki jumlah subscriber lebih dari 18 juta orang. Beberapa pemilik konten Youtube dunia penghasilannya bisa melebihi Atta. Selain Ryan, beberapa Youtuber dunia berpenghasilan ratusan miliar tiap bulan seperti Logan Paul (Rp. 203 miliar), Pewdiepie (Rp. 217 miliar), Jacksepticeye (Rp.  224 miliar), Vanoss Gaming (Rp. 238 miliar), Markiplier (Rp. 245 miliar), Jeffree Star (Rp. 252 miliar), DanTDM (Rp. 259 miliar), Dude Perfect (Rp. 280 miliar), dan Jake Paul (Rp. 301 miliar).

Selain Atta dan Ricis, ada sejumlah Youtuber yang jumlah pengikutnya juga berlimpah. Beberapa pembuat konten (content creator) di Youtube datang dari kalangan warga biasa seperti Atta dan Ricis. Sementara itu beberapa pesohor seperti artis penyanyi, pemain film atau sinetron juga sudah banyak yang merambah jadi konten kreator di Youtube. Melalui Youtube, tidak sedikit orang  menggantungkan hidupnya dengan membuat dan mengunggah video. Menjadi Youtuber dan influencer terbukti bisa jadi profesi yang bisa bikin tajir melintir.

 

Influencer Kekinian

Kini para Youtuber telah lahir menjadi influencer yang mendekonstruksi definisi orang berpengaruh versi lama. Misalnya kalau zaman dulu kita mengenal almarhum Kiai Haji Zainuddin MZ sebagai sosok berpengaruh berjuluk da’i sejuta umat. Kini konsep sosok panutan telah tergeser oleh sosok ciptaan media sosial. Sekarang untuk menjadi orang berpengaruh tidak harus dari kalangan ustad, politisi, atau pakar dalam  bidang tertentu. Walaupun bukan ustad, Atta Halilintar bisa jadi sosok berpengaruh dengan 12 juta umat. 

Merujuk Tom Nichols (2017) dalam bukunya The Death of Expertise atau sudah diterjemahkan dalam bahasa Indonesia dengan judul Matinya Kepakaran dinyatakan bahwa saat ini kepakaran telah tergantikan oleh beragam mesin pencari (search engine) di internet semacam Google. Para pakar dan tokoh yang dulu menjadi influencer kini mulai sirna. Semua orang bisa menjadi pakar dalam bidang apa saja hanya dengan bantuan Google. Termasuk untuk jadi seorang influencer hanya cukup dengan sering tebar pesona di dunia maya.

Para influencer saat ini menjadi incaran para pemilih produk untuk dititipi promosi produk barang atau jasanya. Fenomena ini juga terbilang baru. Kalau zaman dulu produk dikomunikasikan kepada masyarakat lewat media konvensional melalui beragam rupa iklan. Saat ini produk bisa dikomunikasikan lewat para influencer. Saat ini para kreator Youtube tidak sedikit yang menjadi product endorser merk-merk ternama.

Kenyataan inilah yang semakin menjadikan para influencer itu kaya raya. Selain dapat uang dari penggunaan paket data dari para pengikut yang telah menonton videonya, para Youtuber juga dapat uang dari iklan yang dimunculkan oleh pengelola Youtube juga dari iklan yang menempel pada diri sang kreator video. Semua yang melekat pada diri sang Youtuber dan tampak secara visual di layar Youtube biasanya merupakan produk iklan berbayar.

 

Menjadi Content Creator

Pembuat konten (content creator) kini sangat menjanjikan. Kalau dulu untuk membuat video lebih didominasi oleh rumah produksi (production house), kini semua orang bisa membuat video. Cukup dengan smartphone di tangan, video kreatif bisa dihasilkan. Apalagi sekarang spesifikasi kamera dengan kualitas megapixel besar semakin terjangkau harganya. Beragam aplikasi atau software editing juga semakin mudah dikuasai.

Apa yang menjadikan video Atta dan Ricis banyak digandrungi penonton Youtube? Salah satu sebabnya karena kekhasan yang ditampilkan dalam video mereka berdua. Atta dengan berbagai gimmick seperti “Ashiap” menjadi ciri khas dirinya. Begitu pula Ria Ricis dengan pembawaannya yang begitu riang. Mereka berdua berhasil tampil sesuai dengan keinginan pasar dan selera penggemarnya yang mayoritas kaum milenial.

Media berbasis internet memang memungkinkan khalayak atau audien aktif memproduksi isi pesan. Internet menciptakan User Generated Content (UGC) yakni konten yang dibuat oleh user atau pengguna internet. Layanan teknologi saat ini semakin memudahkan semua orang bisa membuat konten dengan beragam rupa.

Yang suka buat video bisa memanfaatkan laman Youtube. Materi yang bisa dibuat juga beragam. Ada yang mengunggah konten berupa main musik atau menyanyi cover lagu orang lain. Ada yang membuat tutorial, berbagi resep masakan, cara memakai hijab, dan beragam konten yang bermanfaat buat orang lain. Namun tidak jarang konten-konten sampah dan tidak bermanfaat yang ditampilkan dengan judul bombastis (clickbait) hingga banyak orang tertipu ngeklik dan melihat.

Kehadiran media sosial termasuk Youtube telah merubah cara orang jadi sosok berpengaruh dan terkenal. Kini untuk bisa mempengaruhi banyak orang tidak perlu jadi pakar atau sosok yang harus menekuni bidang tertentu dengan proses yang panjang. Begitu besarnya para influencer mempengaruhi khalayaknya maka bagi para selebritis media sosial ini hendaknya tetap menjaga diri dengan membuat dan mengungah konten yang positif dan bermanfaat.

Fenomena munculnya Atta Halilintar dan Ria Ricis telah mengajarkan pada semua orang bahwa lahirnya internet telah merubah tidak saja cara orang berkomunikasi, namun telah berubah cara orang jadi sosok yang berpengaruh, terkenal, dan bergelimang dengan uang. Zaman memang telah berubah, kita dituntut ikut beradaptasi menyikapi perubahan itu atau tergilas oleh roda zaman yang terus berputar. Mari kita renungkan. (*)

  • Editor : bua
  • Uploader : slatem
  • Penulis : ist
  • Fotografer : ist

KOMENTAR ANDA

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

ComvaLion... Julukan Anyar Sylvano Comvalius

Wow... Comvalius Dikontrak Arema Dua Musim

Kontainer Bermuatan Sabu Diamankan Polisi di Tol Bakahueni

Hamili Anak Tiri, Ngaku Khilaf

Sepiring, Masakan Rumahan Suasana Kafe

800 Botol Bisa Buat Bangunan 3 x 3 Meter

Rute Rasa Berubah, Berlimpah Promo Menarik

VIDEO

-->