Singo Edan Pelajari Kelemahannya

  • 23-03-2019 / 23:25 WIB
  • Kategori:Arema
Singo Edan Pelajari Kelemahannya Arema FC terus mengevaluasi diri di tiap latihan jelang menghadapi Bhayangkara FC dalam 8 besar Piala Presiden 2019.

MALANG-Arema FC tidak segan mengakui mereka mengintip rekaman permainan tim sendiri dan Bhayangkara FC, calon lawan di perempat final Piala Presiden 2019. Tim pelatih dan pemain, menjadikan video pertandingan tersebut untuk menganalisa kekuatan dan kelemahan tim sendiri, juga tim lawan. Lantas mendapatkan cara untuk mengatur strategi bermain melawan tuan rumah Bhayangkara FC di fase knock out tersebut.

"Saya melihat semua, tiga pertandingan kami (lawan Barito Putera, Persela dan Persita). Dan saya telah melihat pertandingan itu secara berulang. Saya telah diskusikan dengan tim pelatih. Saya sangat optimis kita bakal menjadi lebih kuat dengan memperbaiki kelemahan kami," papar Pelatih Arema Milomir Seslija.

Pelatih dengan sapaan akrab Milo itu mengakui, timnya melihat rekaman pertandingan untuk evaluasi diri. Meski di pertandingan terakhir bisa menang dan pesta gol, namun tetap ada perbaikan dalam tim kelahiran 1987 itu.

"Kami ingin melangkah lebih jauh. Saya tetap percaya kami dalam trek yang baik. Dan kami dalam atmosfer yang baik. Kami yakin bisa lolos," kata Milo.

Ia menyampaikan, timnya membenahi beberapa hal yang dianggap perlu untuk menghadapi tim sekelas Bhayangkara FC yang tentu berbeda dengan Persita Tangerang.  Persiapan tersebut antara lain adalah membuat pemain nyaman ketika menguasai bola dan pembenahan pergerakan tanpa bola selain terakhir penyelesaian akhir.

Tiga hal tersebut dianggap sangat perlu karena Milo ingin timnya bisa lolos ke semifinal Piala Presiden 2019. Selain itu, ajang ini juga sangat bagus untuk persiapan timnya menjelang bergulirnya kompetisi Liga 1.

"Tiga hal itu sangat penting bagi tim, karena kami ingin hasil terbaik saat lawan Bhayangkara FC," tambahnya.

Sementara itu, dia mengakui Bhayangkara FC juga sangat kuat. Dia telah melihat bagaimana permainan anak asuh Alfredo Vera tersebut. Ia sudah menganalisa apa saja kekuatan calon lawannya.

"Kami telah melihat rekaman pertandingan mereka. Kami tahu semua keunggulan tentang mereka. Kami tidak takut dengan mereka. Kami tahu kelemahan dan kekuatan mereka. Dan kami akan gunakan kelemahan mereka sebagai bekal melakukan persiapan," tutur Milo.

Ia pun memfokuskan latihan beberapa hari terakhir, sebagai antisipasi melawan Dendy Sulistyawan dkk. Arema memperkuat koordinasi pertahanan, selain itu mengantisipasi pula bola-bola mati yang menjadi keunggulan beberapa pemain The Guardians.

Menurut Pelatih Kiper Arema, Yanuar Hermansyah, tim pelatih sudah  menganalisa rekaman pertandingan Bhayangkara. "Dari situ, kami melihat bahwa potensi bahaya ada pada barisan penyerang mereka. Namun, kami tak akan menyebutkan siapa saja penyerang yang kami beri catatan khusus," ungkap dia.

Di mengatakan, meski sudah memiliki beberapa nama yang harus diwaspadai lebih, timnya tetap memperhatikan sebelas pemain Bhayangkara FC di lapangan. Sebagai contoh Anderson Sales, yang berposisi stopper. Meskipun jarang melakukan serangan, bek asal Brasil itu mendapatkan catatan khusus karena memiliki kelebihan dalam hal eksekusi bola mati.

"Kami nggak cuma mewaspadai satu atau dua orang saja. Semua pemain lawan memiliki potensi untuk membahayakan kami. Dalam antisipasi set piece, yang paling penting untuk disiapkan adalah set position. Ini sudah kami berikan pada para penjaga gawang, baik dalam praktik maupun dalam meeting," paparnya.

Sementara itu, pria dengan sapaan akrab Begal itu memastikan, timnya tetap menyiapkan berbagai macam skenario untuk antisipasi lawan atau untuk memenangkan pertandingan.

"Kami persiapkan semua. Kami tak cuma mewaspadai misalnya hanya bola heading atau bola umpan silang. Sebab, kejadian dari tiap pertandingan kan tidak sama. Semua tergantung pada situasi. Kita tidak pernah tahu situasi yang akan dihadapi, karenanya kami siapkan semua skenario," terang dia.(ley/ary)

  • Editor : ary
  • Uploader : hargodd
  • Penulis : ley
  • Fotografer : Firman

KOMENTAR ANDA

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Libra Bitcoin

Divonis 5 Bulan, Vanessa Menerima, JPU Pikir-pikir

Hakim MK Beda Pendapat

Nyaris Kehilangan Suara

Siapkan Tekno Park untuk Kolaborasi Bidang Ilmu

VIDEO