UPDATE NOW
UPDATE NOW

Belajar Budaya, Siswa Ikut Pesta Budaya Pelangi Nusantara

  • 24-03-2019 / 19:55 WIB
  • Kategori:Malang
Belajar Budaya, Siswa Ikut Pesta Budaya Pelangi Nusantara

MALANG - Ratusan siswa TK dan SD berkumpul di Graha Siar Lembaga Penyiaran Publik (LPP) Radio Republik Indonesia (RRI) Malang, Minggu (24/3). Masing-masing siswa menampilkan keahliannya untuk menari tradisional dalam ajang Pesta Budaya Nusantara. Melalui acara tersebut, diharapkan para siswa juga bisa mengenal lebih banyak lagi budaya Indonesia. 

Dari atas panggung, para siswa tersebut terlihat lemah gemulai dalam melakukan tarian khas pulau Sumatera hingga Bali. Tak hanya tarian, dongeng khas Pulau Dewat juga ditampilkan di hadapan ratusan penonton yang memadati kantor yang terletak di Jalan Candi Panggung 58.

Kepala LPP RRI Malang, Teguh Yuli Astuti mengungkapkan, sebagai lembaga penyiaran publik, pihaknya mempunyai kewajiban untuk mewadahi budaya lokal, sehingga bisa tetap lestari. "Sehingga, masyarakat dari segala lini, mempelajari sekaligus ikut melestarikan budaya yang ada," jelas dia. 

Selain itu, program pelangi anak sudah rutin digelar di RRI setiap hari Minggu di programa 1. "Program itu memang segmentasinya untuk anak-anak TK. Melalui program tersebut kami memberikan ruang berkreasi sekaligus belajar. Apalagi dalam kegiatan kali ini menonjolkan kebudayaan yang bisa ditampilkan anak-anak," kata dia

Kepala Dinas Pendidikan Kota Malang, Zubaidah mengungkapkan, pesta budaya tersebut digelar sebagai salah satu upaya pelestarian budaya bangsa. "Salah satu yang dilakukan dengan melibatkan anak-anak sebagai penerus eksistemsi budaya lokal. Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini," terang dia. 

Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan wadah pembinaan pelestarian budaya khususnya bagi siswa. Sementara RRI sebagai lembaga penyiaran publik memiliki tanggung jawab untuk menyediakan wadah pelestarian budaya Indonesia yang sangat beragam. "Wadah pelestarian budaya di lingkungan pendidikan seperti ini diperlukan untuk mengapresiasi budaya, sekaligus menghargai karya guru dan anak-anak," kata dia. 

Ke depan, lanjut dia, akan ada kebijakan bahwa Dinas Pendidikan dan Kebudayaan akan digabung. "Ini merupakan langkah awal bagi kami untuk membuktikan bahwa pembelajaran pendidikan dan kebudayaan bisa disatukan. Kegiatan seperti ini bukti bahwa pembelajaran kebudayaan bisa disisipkan di dunia pendidikan," jelas dia. 

Selain atraksi kebudayaan oleh siswa di jenjang TK dan SD, kegaitan ini juga dimeriahkan atraksi Barongsai dari Klenteng Eng An Kiong Malang, Bantengan, dan kesenian tradisional lainnya. Atraksi tersebut menarik ratusan warga untuk turut serta berpartisipasi dalam kegiatan yang digelar sejak Minggu pagi hingga malam. (tea)

  • Editor : bua
  • Uploader : irawan
  • Penulis : tea
  • Fotografer : tea

KOMENTAR ANDA

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

ComvaLion... Julukan Anyar Sylvano Comvalius

Wow... Comvalius Dikontrak Arema Dua Musim

Kontainer Bermuatan Sabu Diamankan Polisi di Tol Bakahueni

Hamili Anak Tiri, Ngaku Khilaf

Sepiring, Masakan Rumahan Suasana Kafe

800 Botol Bisa Buat Bangunan 3 x 3 Meter

Rute Rasa Berubah, Berlimpah Promo Menarik

VIDEO

-->