Meski Hujan Semangat Tak Padam

  • 25-03-2019 / 16:38 WIB
  • Kategori:Sekolah
Meski Hujan Semangat Tak Padam Para panita ArtFest Kosayu 2019 tetap semangat saat menampilkan flashmob meskipun diguyur hujan. (Imam/MP Online)

MALANG - Hujan deras pada Sabtu (23/3) sore lalu, tak menyurutkan langkah siswa-siswi SMAK Kolese Santo Yusup untuk menyuskeskan ArtFest Kosayu 2019. Semangat pantang menyerah di tengah guyuran hujan ditunjukkan oleh pengurus OSIS terutama yang terlibat dalam kepanitian acara. Dengan penuh semangat, mereka membuka acara dengan penampilan flashmob yang memukau seluruh penonton. 

Penampilan flashmob oleh para panitia ini, cukup menjadi penyemangat seluruh siswa. Bahwa meskipun hujan, tidak lantas menjadikan ArtFest terhenti. Tapi harus terus dilangsungkan dengan semangat yang menyala-nyala. 

Perasaan bangga, disampaikan oleh Kepala SMA Kolese Santo Yusup, Petrus Harjanto, M. Pd saat melihat semangat dan kegigihan anak didiknya, dalam menjalan tugas sebagai pengurus OSIS dan panitia acara. Sebenarnya ia telah menawarkankepada panitia, untuk menggelar acara di dalam aula sekolah. 

Namun  ternyata mereka lebih memilih di lapangan dengan alasan ingin suasana yang berbeda dari biasanya. “Kami sudah menjelaskan resiko menggelar acara di luar ruangan saat musim hujan seperti ini. Tapi tetap memilih di luar. Dan ternyata mereka benar-benar membuktikan diri, meskipun hujan semangat mereka tidak redup,” ungkapnya.  

Ketua Pelaksana ArtFest Kosayu 2019, Gloria Karenth Tirza mengatakan, persiapan acara dilakukan sejak Bulan Desember 2018 lalu. Waktu yang tidak banyak untuk menggelar even sebesar ArtFest membuat panitia harus bekerja keras untuk mempersiapkan segalanya. “Sebagai ketua panitia saya merasa bersyukur akhirnya acara ini terlaksana, berkat kekompakan teman-teman dan dukungan dari semua pihak,” ucapnya. 

ArtFest Kosayu kali ini menampilkan karya-karya seni musik tahun 1980 an. Semua lagu yang ditampilkan merupakan lagu lawas yang dikonsep kekinian sesuai selera remaja saat ini. Sesuai tema yang diangkat, yakni Retrogade : Bring Back The 80’s. Secara bahasa arti kata tersebut berarti mundur (kembali), yang diambil dari Bahasa Prancis. “Artinya kami ingin membawa kembali teman-teman ke era tahun delapan puluhan, dengan tampilan musik saat itu,” kata Ogie, panggilan akrabnya.  

Ia menuturkan, konsep tersebut sebagai upaya pengenalan bagi siswa SMAK Kosayu di bidang seni. Bahwa seni musik di masa lalu sebenarnya tidak kalah bagus dengan musik saat ini. Seperti Panah Asmara, My Love dan sebagainya. “Dan teman-teman banyak yang heran, lagu di masa itu ternyata masih ngetop sampai hari ini,” imbuhnya.  

Siswi kelas XI asal Papua ini berharap, ArtFest 2019 dengan konsep yan berbeda dari tahun sebelumnya bisa menjadi inspirasi bagi siswa sehingga lebih bisa menghargai seni.  Di tengah majunya peradaban, seni dan budaya, siswa-siswi SMAK Santo Yusup tetap tidak melupakan karya seni orang-orang terdahulu. “Semoga sajian ArtFest 2019 menjadi kenang-kenangan bagi kita semua,” pungkasnya. (imm)

Editor : bua
Uploader : irawan
Penulis : Imam W.
Fotografer : Imam W.

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU