Angkat Konsep Musik Era 80 an, ArtFest Kosayu 2019 Tuai Pujian

  • 25-03-2019 / 16:43 WIB
  • Kategori:Sekolah
Angkat Konsep Musik Era 80 an, ArtFest Kosayu 2019 Tuai Pujian MEMUKAU: Salah satu band SMAK Santo Yusup turut menyemarakkan Art Fest 2019 dengan musik dan lagu era 80 an.

MALANG  - Ide dan Kreatifitas pengurus OSIS dalam menyelengarakan ArtFest Kosayu 2019 menuai banyak pujian dari banyak pihak. Salah satunya oleh guru Pembina Seni Dan Budaya SMAK Kolese Santo Yusup, Yohana Ika Dewanti, S.Pd. Menurutnya, konsep dan tema Art Fest kali ini cukup menginspirasi. Terutama di era saat ini yang kebanyakan remaja lebih mengandrungi musik-musik modern dari pada musik lawas. 

Dengan digelarnya Art Fest 2019, maka siswa dikenalkan kembali kepada musik-musik era 80 an yang sebenarnya memiliki ciri khas. Dengan mempelajari musik  tahun 80 an, para siswa bisa membayangkan masa remaja orang tua dan guru-guru mereka. “Saya rasa ini cukup menghibur terutama bagi kami para guru dan orang tua, sehingga bisa mengingat kembali masa-masa dulu,” ucapnya. 

Yohana menilai ArtFest Kosayu 2019 berhasil memberikan sesuatu yang berbeda. Termasuk konsep bazar dan kafe yang semunya dikemas  dengan nuansa masa dulu. Menurutnya, mengangkat tema masa lalu bukanlah sesuatu yang mudah. Sebab pengurus OSIS dengan kepanitiannya, harus mempelajari hal-hal yang berkaitan dengan seni musik dan lagu di tahun 80 an. 
“Tentu dinamikanya banyak, beberapa hal harus mereka pelajari sehingga seuai dengan yang diharapkan. Dan ternyata mereka sanggup untuk mempersembahkan itu semua dengan menarik,” ungkapnya.

Sebagai bentuk apresiasi terhadap karya panitia dan seluruh siswa SMAK Santo Yusup, para guru juga ikut tampil dengan beberapa lagu. Hal tersebut membuat para siswa semakin senang ketika guru turut menikmati dan tampil menunjukkan kemampuannya di bidang seni.  

Di sela penampilan musik, panitia juga menayangkan film pendek karya siswa-siswi SMAK Santo Yusup. Film yang diproduksi pada bulan Januari lalu ini mengandung pesan kepada para penonton untuk peduli terhadap lingkungan sosial dengan menghindari segala bentu kekerasan.  “Harapannya dengan film tersebut dapat menggugah kesadaran siswa untuk peduli dan ikut menjaga lingkungan yang kondusif,” kata Yohana. 

Kepala SMAK Kolese Santo Yusup, Petrus Harjanto, M. Pd mengungkapkan, seni yang indah merupakan interpretasi dari sikap menghargai orang lain. Dari bermacam perbedaan yang ada di lingkungan SMAK Santo Yusup, seni bisa menjadi alat untuk membangun satu kekuatan dari banyak perbedaan. “Seni itu urusannya dengan perasaan hati. Seni bisa diciptakan dengan saling menghargai, memahami dan menghormati. Karena seni itu indah,” ungkapnya.    

ArtFest Kosayu 2019 merupakan ajang untuk siswa bereskpresi dalam menampilkan berbagai macam seni. Namun Harjanto menegaskan, meskipun banyak ide yang bisa dikeluarkan dalam kegiatan tersebut, kebebasan siswa berekspresi tetap dibatasi dengan aturan yang telah ditetapkan oleh lembaga. “Sehingga ketika keinginan itu tidak bisa dipenuhi maka harus tetap taat. Namun tidak sampai mematikan kreatifitas, tetaplah berekspresi tapi harus sesuai dengan aturaan. Itulah nilai taat yang ingin kita tanamkan pada anak-anak,” pungkasnya. (imm)

Editor : bua
Uploader : irawan
Penulis : JPC
Fotografer : ist

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU