UPDATE NOW
UPDATE NOW

Jantung Bocor, Adel Butuh Bantuan Biaya Pengobatan

  • 25-03-2019 / 18:46 WIB
  • Kategori:Malang
Jantung Bocor, Adel Butuh Bantuan Biaya Pengobatan

MALANG-Senin (25/3) siang, di tengah gerimis, malangpostonline.com mendatangi sebuah rumah berwarna biru muda di kawasan Jalan Bareng Raya II. Di dalam rumah tersebut, ada seorang bayi berusia 1 tahun yang bernama Adelia Faranisa Azni. Tubuhnya sangat kurus dan di bagian pipi terdapat sebuah selang yang digunakan sebagai pipa makanan. Ternyata, bayi malang tersebut sedang menderita penyakit jantung bawaan (PJB).

Ibunda Adel (sapaan akrab Adelia), Siti Rahma mengungkapkan, sejak lahir, Adel berbeda dengan bayi pada umumnya. Ketika lahir, badannya biru dan hanya seberat 2,3 kilogram. Kemudian, ketika diberi ASI, ia hanya mampu meminumnya sedikit. “Kemudian, kepalanya ini terus berkeringat. Sehingga membuat bantalnya basah,” terang perempuan berusia 28 tahun itu.

Ternyata, penyakit yang diderita Adel sudah muncul sejak di dalam kandungan. Sebab, sang ibu terkena virus tokso. “Sama dokter, saya belum boleh hamil lagi. Harus vaksin dulu. Sampai saat ini belum vaksin, lha biayanya mahal,” ujar dia.

Selama ini, lanjut Siti, Adel sudah sempat periksa ke dokter. Hasilnya, pada 4 katup jantung Adel mengalami kebocoran. Selain itu, Adel juga tidak memiliki pembuluh darah untuk mengalirkan darah ke paru-paru. 

Karena itulah, sejak lahir, Adel bolak balik ke rumah sakit untuk opname. Satu kali opname, membutuhkan waktu sekitar satu hingga dua minggu. “Tak jarang, bisa sampai satu bulan. Sudah satu minggu ini, sejak keluar dari rumah sakit, Adel sehat. Ini mukjizat yang luar biasa, alhamdulilah,” ujar dia.

Dalam merawat Adel, ia juga membutuhkan perawatan yang ekstra. Saat ini, Adel menumpang di rumah tetangganya, tepat berada di sebelah rumahnya. “Sebab, di rumah saya itu ada warung dan juga jualan bensin. Selain itu, kakak saya juga buka bengkel. Adel tidak bisa. Harus ada di rumah yang punya ventilasi dan tanaman,” jelas Siti.

Beruntung, ia mendapat tumpangan gratis dari tetangganya. Sebab, sang tetangga tak tega melihat kondisi Adel. Namun, dalam merawat Adel, justru membutuhkan banyak biaya. Sehari-hari, ayah Adel bekerja sebagai karyawan di Toko Sajadah sambil menjadi sopir ojek online. 

Sementara dirinya, hanya sebagai ibu rumah tangga yang sesekali berjualan online. Sebab, biaya perawatan Adel cukup mahal. “Kalau sedang sakit batuk atau sesak, Adel harus uap, satu kali uap 25 ribu dan dalam satu hari harus 6 kali,” kata dia.

Selain itu, untuk susu khusus, satu kaleng dibanderol Rp 400 ribu. Sementara, Adel membutuhkan 5-6 kaleng. “Itu untuk makanan sehari-hari Adel, setiap tiga jam, harus diberi susu sebanyak 80 mililiter,” papar dia.

Siti berharap, ia bisa memberikan pengobatan yang terbaik bagi anaknya. Sebagai seorang ibu, ia memiliki harapan besar supaya anaknya tumbuh seperti teman-teman seusianya. “Banyak yang menyarankan saya untuk memberikan terapi kepada Adel. Namun, saya tidak memiliki biaya. Saya akan berusaha sekuat tenaga supaya Adel sembuh. Saya tidak tega melihat dia terus-terusan seperti ini,” pungkas Siti sambil menyeka air matanya. (tea/bua)

  • Editor : bua
  • Uploader : slatem
  • Penulis : tea
  • Fotografer : Ipunk

KOMENTAR ANDA

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

ComvaLion... Julukan Anyar Sylvano Comvalius

Wow... Comvalius Dikontrak Arema Dua Musim

Kontainer Bermuatan Sabu Diamankan Polisi di Tol Bakahueni

Hamili Anak Tiri, Ngaku Khilaf

Sepiring, Masakan Rumahan Suasana Kafe

800 Botol Bisa Buat Bangunan 3 x 3 Meter

Rute Rasa Berubah, Berlimpah Promo Menarik

VIDEO

-->