Polres Malang Tahan Kades Srimulyo dan Kamituwo

  • 03-04-2019 / 17:46 WIB
  • Kategori:Kabupaten
Polres Malang Tahan Kades Srimulyo dan Kamituwo Masyarakat Desa Srimulyo, Kecamatan Dampit, yang sebelumnya sempat melakukan aksi unjukrasa ke Polres Malang dan Kejari Kepanjen.

MALANG - Satreskrim Polres Malang, akhirnya menahan Kepala Desa Srimulyo, Kecamatan Dampit, Bendot Suprastyo. Penahanan Bendot ini, menjawab keresahan warga terkait kasus redistribusi tanah (Prona) yang dilaporkan tahun 2017 lalu. Bendot akan menjalani penahanan pertama selama 20 hari.

"Sudah kami tahan sekitar seminggu lalu. Penahanan pertama selama 20 hari," ujar Kanit Idik IV Satreskrim Polres Malang, Iptu Sutiyo, SH, M.Hum.

Sekadar diketahui, sebelumnya Selasa (26/2) ratusan warga Desa Srimulyo, mendatangi Polres Malang dan Kejaksaan Negeri (Kejari) Kepanjen. Warga menanyakan perkembangan kasus redistribusi tanah (Prona) yang tak kunjung tuntas. Warga resah karena kasusnya sudah ditangani sejak tahun 2017 lalu.

Bahkan, ketika berunjuk rasa di Kejari Kepanjen, massa sempat nyaris marah. Buntutnya pintu pagar masuk Kejari Kepanjen, sempat jebol. Tetapi tidak berlangsung lama, massa bisa kembali tenang.

Selain menahan Kades Srimulyo, polisi juga menahan seorang Kamituwo, yakni Karyono. Karyono ditahan karena bertugas menerima uang redistribusi dari warga. Sedangkan Bendot, ditahan karena penarikan uang atas perintahnya.

"Keduanya kami lakukan penahanan, karena hasil penyidikan sudah memenuhi dua alat bukti yang cukup," tuturnya.

Alasan penahan Bendot dan Karyono, tak lain untuk memudahkan penyidikan polisi. Selain itu, untuk mengantisipasi keduanya kabur serta menghilangkan alat bukti lainnya.

Kasatreskrim Polres Malang, AKP Adrian Wimbarda, ketika dikonfirmasi juga menegaskan bahwa sudah dua orang yang ditahan terkait kasus tersebut. Menurutnya, kasusnya masih terus didalami dan dikembangkan. Termasuk segera melengkapi berkas perkaranya.

"Benar memang sudah kami tahan. Secepatnya berkas akan dilengkapi untuk segera dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Kepanjen, dan berharap segera dinyatakan lengkap atau P21," tegas Adrian Wimbarda.(agp)

  • Editor : bua
  • Uploader : slatem
  • Penulis : agp
  • Fotografer : agp

KOMENTAR ANDA

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI