trial_mode: on

Lahan Garapan Diserobot, Warga Desa Wonorejo Meradang

  • 04-04-2019 / 09:39 WIB
  • Kategori:Kabupaten
Lahan Garapan Diserobot, Warga Desa Wonorejo Meradang LAWAN: Warga Desa Wonorejo, Lawang didampingi Kades Wonorejo, Kasmin, dan Sumardhan, SH, kuasa hukumnya siap mempertahankan lahan garapan yang kini ditanami polowijo. (Marga Nurtantyo/MP Online)

LAWANG - Warga Desa Wonorejo, Lawang meradang. Gara-garanya, puluhan hektar lahan garapan yang ditanami polowijo, tiba-tiba hendak dieksekusi seseorang mengaku bernama Muhammad Askar, 52, warga Jalan Sukodami III, Kelurahan Manyar Sabrangan, Kelurahan Mulyorejo, Surabaya.

Eksekusi itu, ditetapkan oleh putusan PN Surabaya tanggal 7 Februari 2017 lalu, setelah Askar mengatakan sebagai pemiliknya setelah membeli dari Renny De Kock, warga Makassar yang mengaku cucu dari Elias Burhard Theodore, pemilik kebun teh zaman Belanda

Sumardhan SH, kuasa hukum warga ini menerangkan saat ini pihaknya mengajukan gugatan perlawanan atas putusan tersebut. “Warga tidak pernah dimasukkan menjadi subjek hukum dalam perkara ini. Padahal mereka yang menguasai dan menggarap lahan itu sejak tahun 1960-an,” terangnya.

Ia mengakui, nama Elias Burhard Theodore memang menguasai tanah tersebut  sebelum adanya Undang- Undang RI No 1 Tahun 1958 tentang penghapusan tanah partikelir. “Kami telusuri, Renny De Kock menguasai lahan itu hanya berdasar verponding yang ia miliki,” ungkap advokat ini.   

Ia menegaskan, setelah adanya UU RI No 1 Tahun 1958 tentang penghapusan tanah partikel, maka hak tersebut tidak berlaku. “Jika Askar melakukan pembelian tanah dari Reni, tanggal 25 November 2015 dengan AJB No 16 dan Akta Kuasa No 17,  itu merupakan perbuatan melawan hukum,”  urainya.

Jadi, ujar Mardhan, sapaannya, tanah tersebut bukan milik Reni sehingga hukum jual beli  dengan Askar adalah cacat hukum. “Begitu juga dengan putusan hakim PN Surabaya nomor 1003/Pdt.G/2016/pn.Sby tanggal 7 Februari 2017 adalah tidak sah atau tidak mempunyai kekuatan hukum,” kata dia.

“Akta jual beli dan akta kuasa jualnya adalah tidak didasarkan pada suatu perjanjian yang benar karena tanah yang diperjualbelikan bukan milik Reni, melainkan tanah milik negara," kata dia lagi. Ia dan warga berharap, pengadilan membatalkan eksekusi karena tanah itu adalah milik negara.

“Warga sudah hearing dengan DPRD Kabupaten Malang, mereka juga sudah mengajukan surat ke Badan Pertanahan Nasional (BPN) dan mereka menjelaskan jika tanah tersebut merupakan tanah negara,” tutupnya. Kades Wonorejo, Kasmin mengaku siap membantu warganya untuk menyelesaikan masalah ini. (mar

  • Editor : mar
  • Uploader : irawan
  • Penulis : marga
  • Fotografer : marga

KOMENTAR ANDA

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI