Sembelih Dinosaurus, UMM Pecahkan Rekor Muri

  • 05-04-2019 / 20:49 WIB
  • Kategori:Destinasi
Sembelih Dinosaurus, UMM Pecahkan Rekor Muri Destinasi Baru : Kampung Hijau Tempenosaurus di Dusun Krajan Sae, Desa Beji, Kecamatan Junrejo, Kota Batu nampak dari indah dari kejauhan akan diresmikan hari ini.

BATU - Kelompok mahasiswa praktikum yang tergabung dalam Prospero event management Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) bakal mengukir Rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI), Sabtu (6/4) besok. Rekor yang akan diukir adalah pembuatan replika dinosaurus berukuran 7x5 meter yang terbuat dari tempe. 

Dalam pemecahan rekor tersebut, rencananya replika tempe dinosaurus akan disembelih oleh Gubernur Jawa Timur Dra. Hj. Khofifah Indar Parawansa, M.Si. Tak hanya itu, Khofifah juga akan meresmikan tempat wisata baru di Kota Batu. Yakni Kampung Hijau Tempenosaurus. 

Ketua Kelompok Praktikum, Sherly Amalia Arif mengatakan dalam proses pembuatan tempe dinosaurus ini sudah mulai dilakukan sejak Selasa (2/4). Sementara untuk mural Kampung Hijau dilakukan sejak bulan Januari lalu. 

"Untuk replika tempe setelah disembelih agar tak mubazir akan dibagikan kepada pengunjung dan masyarakat yang melintas di sekitar kawasan wisata Jawa Timur Park 3," ujar Sherly kepada Malangpostonline.com Jumat (5/4) sore.

Untuk wisata Kampung Hijau bertujuan meningkatkan perekonomian warga. Pasalnya dengan adanya kampung hijau diharap mampu menarik wisatawan di kampung yang beberapa masyarakatnya memproduksi tempe tersebut. 

Sementara itu, Vice President PT Indana Paint Steven A Sugiharto menambahkan untuk pengecatan dilakukan di 88 rumah di Dusun Krajan Sae, Desa Beji, Kecamatan Junrejo, Kota Batu. Yang mana dalam pengecatan selama dua bulan menghabiskan 9 ton cat Decofress.

Ia berharap setelah diresmikannya Kampung Hijau tidak hanya mempercantik dan memperindah pemandangan saja. Namun diinginkannya ada transformasi atau perubahan pada masyarakat di kampung Hijau. 

"Setelah kami cat kami ingin ada perubahan sosial budaya maupun perkembangan ekonomi. Seperti yang sudah terjadi di kampung warna warni Jodipan," harap Steven.

Selain itu ia ingin, Pemkot Batu dan Jatim Park bisa memberikan support untuk Kampung Hijau. Sehingga dapat menjadi destinasi wisata baru di Kota Batu. 

"Saya sangat berterima kasih kepada UMM dan juga Jatim Park Group. Sehingga Indana dapat menciptakan kampung tematik baru tahun ini. Yakni Kampung Hijau Yempenosaurus," paparnya. 

Begitu juga Marketing dan Public Relation Manager Operasional Jatim Park Group, Titik S Ariyanto bahwa pihaknya sangat senang dengan dibukanya Kampung Hijau. Pasalnya selain inisiasi dari UMM, Kampung Hijau merupakan CSR dari Laskar Foundation milik JTP. 

Diungkapnya, melalui Laskar Foundation program secara langsung dapat dinikmati masyarakat Kota Batu. Diantaranya pemberian bantuan kepada warga yang membutuhkan, kegiatan bersih-bersih kampung tiap jumat.

"Dan juga kami mempersembahkan Kampung Hijau yang merupakan kerjasama dengan Indana Paint. Ini untuk mempercantik wajah kampung Beji jika dilihat wisatawan dari ketinggian," pungkasnya. (eri)

  • Editor : bua
  • Uploader : slatem
  • Penulis : eri
  • Fotografer : ist

KOMENTAR ANDA

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI