Tak Tertolong Setelah Bunuh Diri Ketiga

  • 09-04-2019 / 15:54 WIB
  • Kategori:Hukum Kriminal
Tak Tertolong Setelah Bunuh Diri Ketiga Jenazah Supriyadi dan Srisaptaning Dyah Yuliasih di rumah duka.

TUMPANG - Entah apa yang ada di benak Supriyadi, 52 tahun dan istrinya
Srisaptaning Dyah Yuliasih, 52 tahun. Warga Mangun Darmo, Tulusbesar, Tumpang ini nekat mengakhiri hidup dengan gantung diri. 

Jenazahnya ditemukan warga di lantai dua rumahnya dengan leher terikat tali tampar warna biru.  Saat ditemukan posisi kepala Srisaptaning Dyah Yuliasi menyandar di dada sang suami. 

Beberapa warga menyebutkan keduanya bunuh diri karena masalah utang piutang. Sebelumnya, keduanya sudah pernah mencoba mengakhiri hidup dengan meminum obat melebihi dosis. 

 

Supriyadi, Srisaptaning Dyah Yuliasih semasa hidup.

 

"Dua minggu lalu, korban Supriyadi sempat minum bodrek lebih dari 10 butir. Namun  nyawanya selamat. Satu minggu kemudian korban Supriyadi juga minum racun tikus, dan nyawanya tetap selamat. Ini ketiga kalinya korban mencoba bunuh diri," kata salah satu petugas di Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Informasi yang berhasil dihimpun, kali pertama yang menemukan adalah Jemi Dendis, 39 tahun, tetangga korban. Sekitar pukul 10.00, tadi Jemi datang ke rumah korban, untuk mengantar Bima cucu korban ke sekolah. Saat itu rumah korban tertutup rapat. Berkali-kali, Jemi memanggil namun tak ada jawaban. Hingga akhirnya Jemi memilih masuk.

Di dalam rumah, Jemi kembali memanggil korban. Tapi tak ada jawaban. 

Jemi naik ke lantai dua, dan melihat tubuh pasuri ini tergantung dengan leher terikat tampar.

Sontak Jemi berteriak, meminta tolong warga. Warga yang melihat jenazah korban kemudian memilih melapor ke Polsek Tumpang.

"Begitu mendapat laporan kami langsung datang ke TKP. Untuk memastikan kondisi korban kami juga mendatangkan tim medis, yang menyatakan korban memang sudah meninggal," kata Kapolsek Tumpang AKP Bambang Sodiq.

Mantan Kanit lantas Polsek Singosari ini mengatakan,  tidak ada tanda-tanda yang mencurigakan di tubuh korban. Lantaran itu juga, pihak keluarga keberatan jika jenazah pasutri ini dibawa ke kamar jenazah untuk otopsi.

"Tadi keluarga keberatan jika korban dibawa ke kamar jenazah untuk otopsi. Mereka membuat surat pernyataan, yang menuliskan menerima kematian korban, karena musibah," urai Bambang. 

Dari TKP, petugas mengamankan barang bukti yang diamankan, tampar warna biru, kursi plastik, dan dua pasang sandal.(ira/nun)

Editor : Husnun
Uploader : irawan
Penulis : ira
Fotografer : ist

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU