SMPN 24 Malang, Lestarikan Seni Tradisi Melalui Program PPST

  • 16-04-2019 / 15:45 WIB
  • Kategori:Sekolah
SMPN 24 Malang, Lestarikan Seni Tradisi Melalui Program PPST KEREN: Siswa-siswi kelompok teater PPST SMP Negeri 24 Malang memperoleh emas dalam Kejuaraan Teater antar PPST se Jawa Timur.

MALANG– Akhir pekan lalu di kelas kesenian SMPN 24 Malang terlihat beberapa siswa tengah asyik memainkan alat musik tradisional. Alunan suara yang dihasilkan dari bermacam instrumen musik tradisional tersebut, terdengar merdu di telinga. Para siswa juga terlihat lihai memainkan alat musik gamelan di kelas tersebut.

Tidak hanya musik, di sisi yang lain dari kelas tersebut beberapa siswa juga tampak sedang serius menari di depan cermin besar. Mereka sedang latihan tari tradisonal, terlihat dari baju dan properti yang digunakan. Dan sebagian siswa yang lain tengah mempersiapkan diri untuk latihan teater.

Kelas seni ini merupakan kelas PPST, yang kepanjangannya adalah Pendidikan Peminat Seni Tradisi. Sebuah program unggulan yang dimiliki SMPN 24 Malang untuk mewadahi bakat siswa di bidang seni.

Di Kota Malang, tidak banyak sekolah yang memiliki PPST. Hanya sekolah yang memiliki perhatian yang besar terhadap seni budaya tradisional. Salah satunya adalah SMPN 24 Kota Malang.

Kordinator Teknis, Wahyu Hadi Susilo,S.Pd., mengatakan, PPST merupakan program Dinas Pariwisata Jawa Timur. Dinas tersebut merangkul beberapa sekolah yang memiliki program kesenian yang unik dan banyak menorehkan prestasi. “Dulu tahun 2010 sebelum PPST kami punya Reog khas Ponorogo. Dan seringkali tampil di luar sekolah,” ujarnya.

Potensi dan kreativitas itulah yang dinilai Dinas Pariwisata untuk merangkul SMPN 24 Malang membuka program PPST. Ada beberpa jenis kesenian yang diwadahi oleh PPST. Antara lain teater tradisi, musik tradisi, tari tradisi, seni lukis dan paduan suara.

Siswa-siswi SMPN 24 Malang sudah sering tampil di berbagai even di luar sekolah bahkan di luar kota. Misalnya pada acara Festival Parade Surya Senja, yang digelar Bulan Maret lalu di Gedung Grahadi Surabaya. Mereka juga ditunjuk Dinas Pendidikan Kota untuk menampilkan tari kolosal di Graca UM dalam kegiatan Green School Festival.

Wahyu mengatakan, latihan seni di PPST dilaksanakan hampir setiap hari seusai jam pelajaran. Berbeda dengan program ekstra biasa, PPST harus dilaksanakan lebih intensif. Tujuannya agar siswa SMPN 24 yang tergabung dalam program ini benar-benar menguasai materi dengan baik. “Maka kedisiplinan menjadi kunci utama agar program ini berjalan sesuai harapan. Anak-anak kami tekankan untuk disiplin latihan, mekipun pelatih belum datang mereka harus latihan sendiri kalau waktunya sudah masuk,” paparnya.

Kedisiplinan dan konsistensi membawa siswa pada kecintaan pada seni Indonesia. PPST sudah menjadi bagian dari kehidupan mereka di sekolah. Seni tidak lagi sebatas formalitas program pengembangan bakat. Tapi menjadi hal yang tak terpisahkan dari hidup siswa. “Kalau sekolah libur, anak-anak PPST bukannya senang, tapi mereka sedih karena tidak bisa latihan. Kebanggaan mereka itu saat bisa bermain dan berekspresi dengan seni sesuai bidangnya,” tukas Wahyu.

Kepala SMPN 24 Kota Malang Dra. Yeti Muryaningsih,M.Pd mengatakan, program PPST memberikan banyak sekali pembelajaran yang berarti bagi siswa. Yang paling nampak yaitu menumbuhkan kecintaan pada seni budaya tradisional bangsa. Saat ini, kata Yeti, seni musik tradisional kalah pamor dibandingkan musik luar negeri yang akrab dengan generasi milenial. “Inilah tugas kita mengajarkan pada anak-anak, untuk cinta seni tradisi sendiri yang nyaris terlupakan,” ujarnya.

Ia melanjutkan, cinta budaya Indonesia akan menumbuhkan nasionalisme. Dan jiwa nasionalisme menjadi salah satu nilai karakter yang ditekankan oleh Kementerian Pendidikan.

Disamping itu, PPST yang muatannya seni yang bersifat kolaboratif membangun nilai kerja sama atau gotong royong. Poin ini juga menjadi salah satu nilai karakter. “Jadi PPST tidak sekedar program kesenian, ada banyak nilai karakter yang kami tumbuhkan dalam diri anak-anak melalui program tersebut. Seperti bangga terhadap seni budaya sendiri yang akan membentuk rasa nasionalisme mereka,” pungkasnya. (imm/udi)

  • Editor : udi
  • Uploader : irawan
  • Penulis : Imam W.
  • Fotografer : Imam W.

KOMENTAR ANDA

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Jelang Laga Bhayangkara, Latihan Sore Gajayana

Joko Driyono Divonis 1,5 Tahun Penjara

Jenazah Mahasiswi STIKI Dikawal Ketat Tim SAR

Passion Fruit Cake Dapur Cokelat

7 Varian Pizza dan Pasta Amerika-Eropa

Ribuan Mahasiswa Baru UM Rebutan Kursi Bidikmisi

Deadpool 3 Masih Tunggu Marvel 'Tenang'

The Doctor Belum Mau Pensiun