Semangat Pramuka dalam Hizbul Wathan SD Aisyiyah Kamila

  • 16-04-2019 / 15:58 WIB
  • Kategori:Sekolah
Semangat Pramuka dalam Hizbul Wathan SD Aisyiyah Kamila UNDANGAN: Kepala SD Aisyiyah H. Wage Munawar, S.Pd bersama para undangan dari Koramil, Polsek, Komite dan pengurus Kwartir Lowokwaru.

GERAKAN Kepanduan Hizbul Wathan menjadi ciri khas Persyarikatan Muhammadiyah. Di SD Aisyiyah Kamila, komunitas Hizbul Wathan ini kini telah menjadi gugus depan (Gudep). Sabtu (13/4) lalu, Gudep Gerakan Pramuka Komunitas Hizbul Wathan di sekolah ini dikukuhkan secara resmi oleh Kwartir Lowokwaru. Komunitas ini mengantongi nomor gudep 04.979/04.980.

Prosesi penyematan nomor gudep dipimpin Ketua Kwartir Lowokwaru Misbakhul Munir. Ia melantik pengurus gudep yang akan menjalankan tugasnya kedepan. Sebelum dilantik para pengurus Gudep ditanyakan kesiapan mereka untuk menjalankan tugasnya. “Apakah saudara sekalian siap menjadi pengurus Gudep? ,” tanya Misbakhul Munir yang dijawab dengan kata ‘Siap’, oleh pengurus dengan serentak.

Pelantikan berjalan dengan lancar dan khidmat. Apalagi ditambah beberapa penampilan siswa berupa yel-yel dan aksi Gema Swara Aisyiyah, grup drumband Aisyiyah yang membuat acara semakin meriah. Acara dihadiri Pengurus Kwartir Ranting, Perwakilan Camat Lowokwaru, Koramil, Polsek, Puskesmas, Komite, Kepala SD Muhammadiyah Kota Malang, Pimpinan Cabang Muhammadiyah dan Pimpinan Cabang Aisyiyah.

Sebagaimana sekolah muhammadiyah yang lain, SD Aisyiyah memiliki Hizbul Wathan sebagai ciri khas Pramuka Muhammadiyah. Namun uniknya, sekolah ini merupakan yang pertama kali memiliki komunitas Hizbul Wathan.

Kepala SD Aisyiyah  Wage Munawar, S.Pd mengatakan, antara pramuka dan hizbul wathan secara teknis memiliki kesamaan. Hanya saja hizbul wathan lebih spesifik lagi dengan programnya yang bercorak Islam dan kemuhammadiah-an. Teknik kepanduannya dikemas secara Islami.

“Kalau pramuka sifatnya dan materinya umum, dan dilaksanakan oleh semua agama,” katanya.

Gerakan pramuka dinilai Wage sebagai salah satu metode yang efektif dalam pembentukan karakter. Sebab dalam Pramuka, karakter dibentuk tidak hanya dengan belajar, tetapi juga bisa dengan bermain.

“Anak-anak mengalami langsung apa yang dipelajarinya, bisa di dalam ruangan atau di alam terbuka,” ucapnya.

Menurutnya, berbicara pramuka tidak hanya tentang pengetahuan, tetapi juga skill. Para siswa pramuka sejak tingkat siaga sudah dilatih dan dibina dengan berbagai keterampilan. Sehingga terus tumbuh menjadi pribadi yang cakap, kreatif dan terampil.

“Berangkat dari kesamaan itulah dan berdasarkan UU Nomor 12 Tahun 2010, maka kami menyatukan Pramuka dan komunitas Hizbul Wathan,” terang Wage. 

Setelah diresmikannya Gudep Pramuka Komunitas Hizbul Wathan SD Aisyiyah, diharapkan akan banyak program-program yang lebih strategis untuk pembinaan. “Kami juga berencana akan mengadakan kemah bersama dengan SD se-Kota Malang,” imbuhnya. (imm/oci)

Editor : udi
Uploader : irawan
Penulis : Imam W.
Fotografer : Imam W.

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU