Karsadhirsa Sukses Digelar

  • 22-04-2019 / 11:08 WIB
  • Kategori:Sekolah
Karsadhirsa  Sukses Digelar

MALANG-  Gelaran Karya Seni Sastradhirsa ‘Karsadhirsa’ sukses digelar. Pagelaran ini merupakan agenda tahunan SMAN 10 yang mengusung implementasi dari sejumlah mata pelajaran seperti Seni Budaya, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan juga Kewirausahaan.

Persiapan acara mulai dari awal perencanaan hingga berlangsungnya pertunjukkan dilakukan sendiri oleh para panitia siswa, yang terdiri dari anggota OSIS dan juga MPK. Melalui kegiatan semacam ini, diharapkan para siswa dapat melatih menghadapi sejumlah tantangan literasi yaitu pengetahuan, baca tulis, dan juga budaya.

“Melalui kegiatan semacam ini, siswa diajak untuk berlatih menjawab tantangan tiga literasi yaitu pengetahuan, baca tulis, dan juga budaya” ungkap Kepala Sekolah SMAN 10 Dr. Husnul Chotimah, M.Pd pada tim Malang Post.

Acara yang digelar tahun ini memang berbeda, lantaran siswa dengan berani merancang kegiatan semacam ini di lokasi eksternal sekolah sekelas Taman Krida Budaya. Kemudian juga, kegiatan ini menggambarkan semangat siswa-siswi SMAN 10 yang berupaya melestarikan tradisi dan budaya melalui pertunjukkan legenda dari berbagai daerah di Indonesia.

“Sebagai satu-satunya sekolah berbasis Paguyuban Peminat Seni dan Tradisi ‘PPST’, kita harus menggali potensi siswa di bidang tradisi,” kata Guru Seni Budaya SMAN 10 Agus Eko Suyanto.

Gelaran Karsadhirsa yang memasuki tahun kelima ini terdiri dari pameran budaya dari kelas X, pertunjukkan teater drama budaya dari kelas XI, serta pertunjukkan musik modern dari band populer Malang Remissa dan juga Ikhsan Skuter.

Pertunjukkan utama pada gelaran ini tentunya adalah pertunjukkan teater drama yang telah dipersiapkan selama setidaknya satu semester. Tiap pertunjukkan drama akan menampilkan sebuah kisah dalam kurun waktu 25 menit. Uniknya, semua elemen dari pertunjukkan drama juga dilakukan sendiri oleh para siswa. Baik itu mulai dari instrumen musik, skenario drama, konsep tarian hingga property setting.

“Semuanya dilakukan sendiri oleh siswa, agar mereka memiliki pengalaman dalam mengatur sebuah pertunjukkan,” lanjut Agus.
Setidaknya membutuhkan waktu 22 bulan bagi panitia untuk mempersiapkan acara mulai dari perencanaan konsep, penentuan lokasi, hingga pada kerja sama dengan sponsor. Siswa panitia sendiri berharap melalui momen seperti ini, kemampuan berorganisasi jadi semakin baik ke depannya.

“Ini kesempatan kita untuk belajar banyak, harapannya kemampuan berorganisasi kita makin baik,” pungkas Ketua OSIS Luhur Iman Seto.

Sementara itu, giat Karsadhirsa menjadi kebanggaan tersendiri bagi segenap siswa-siswi SMAN 10. Karena sejauh ini di Malang belum ada sekolah yang mengadakan giat eksternal yang mengusung budaya lokal, yang kesemua peranya dilakukan oleh siswa-siswinya sendiri. (mg3/oci)

  • Editor : oci
  • Uploader : irawan
  • Penulis : Inasa
  • Fotografer : ist

KOMENTAR ANDA

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Jelang Laga Bhayangkara, Latihan Sore Gajayana

Joko Driyono Divonis 1,5 Tahun Penjara

Jenazah Mahasiswi STIKI Dikawal Ketat Tim SAR

Passion Fruit Cake Dapur Cokelat

7 Varian Pizza dan Pasta Amerika-Eropa

Ribuan Mahasiswa Baru UM Rebutan Kursi Bidikmisi

Deadpool 3 Masih Tunggu Marvel 'Tenang'

The Doctor Belum Mau Pensiun