ACT Malang Gelar Konser Penyejuk Hati Nissa Sabyan, Lelang Syal Capai 185 Juta Untuk Papua dan NTB

  • 24-04-2019 / 10:50 WIB
  • Kategori:Advertorial
ACT Malang Gelar Konser Penyejuk Hati Nissa Sabyan, Lelang Syal Capai 185 Juta Untuk Papua dan NTB PEMENANG LELANG: Nissa Sabyan bersama para pemenang lelang syal dengan nominal Rp 50 juta dalam Konser Penyejuk Hati di Graha Cakrawala Universitas Negeri Malang (UM).

MALANG- Konser penyejuk jiwa yang menghadirkan  Nissa Sabyan digelar di Graha Cakrawala Universitas Negeri Malang (UM) Senin (22/4) malam kemarin. Tidak sekadar konser, acara ini menggalang dana untuk pemulihan daerah pascabencana, seperti bencana banjir di Sentani, Papua dan gempa di Nusa Tenggara Barat.

Penyelenggaranya adalah Ahmad Firdaus, berkolaborasi dengan lembaga kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap (ACT) Malang, BEM UM dan lain-lain. Dana yang didapat dalam konser ini seluruhnya akan didonasikan untuk masyarakat Papua dan NTB yang sedang terkena musibah.  Donasi yang didapat selama konser sebanyak Rp185 juta. Kepala Cabang ACT Malang, Diki Taufik Sidik mengatakan, pihaknya memang mempunyai target ratusan juta. “Kami targetnya puluhan hingga ratusan juta dari donasi dalam kegiatan ini,” kata Diki kepada Malang Post.

Penggalangan dana yang dilakukan dengan cara lelang syal. Nissa Sabyan dan panitia menyediakan banyak syal kain asli Lombok dengan ukuran yang beragam, mulai dari satu meter, dua meter, dan seterusnya.

Setiap jeda lagu yang dinyanyikan Nissa Sabyan melakukan lelang. 31 syal berhasil dilelang kepada penonton. Syal kecil dengan nominal di bawah Rp 5 juta dan syal besar dengan nominal Rp 50 juta.

Ia menjelaskan, meski bencana di Papua dan NTB sudah berlalu, masyarakat harus tetap memberikan kepedulian kepada masyarakat di sana. ACT mempunyai tiga proyeksi utama dalam proses pemulihan pascabencana di dua tempat, yaitu pembangunan masjid, sekolah, dan hunian untuk masyarakat.

 

DUET: Mutiara, Siswi kelas 4 MIT Ar Roihan, Lawang, Kabupaten Malang berduet dengan Nissa Sabyan di atas panggung.

 

“Kondisi di sana masih membutuhkan. Kenapa kami masih peduli, karena masyarakat biasanya peduli pada fase emergency yaitu, penangangan darurat selam satu minggu dan pada fase recovery, satu bulan setelah bencana. Tapi tidak banyak yang peduli pada fase rekonstruksi,” ucap Diki.

Rekonstruksi ini merupakan penanganan yang fokus pada pembangunan infrastruktur dengan jangka waktu yang panjang. Rekosntruksi sangat dibutuhkan, karena itu berkaitan dengan hidup jangka panjang para korban bencana alam.

Pemenang lelang syal besar Rp 50 juta, Mukti Rila Pambudi, mengatakan bahwa ia berani memenangkan lelang Rp 50 juta agar bisa membantu Papua dan NTB.  Pria berusia 24 tahun ini memberanikan diri mengacungkan tangan saat MC membuka lelang Rp 50 juta. tanpa basa-basi, ia berjalan ke panggung dari kursi penonton. Sontak riuh tepuk tangan penonton bergema takjub dengan keputusan pria yang akrab disapa Aril itu.

“Saya ikhlas. Spontan saja saya ingin berdonasi melalui lelang,” kata Mukti Rila Pambudi. (mg2/aim)

  • Editor : aim
  • Uploader : irawan
  • Penulis : Agiem
  • Fotografer : Firman

KOMENTAR ANDA

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Tewas Usai Kencan Dengan PSK

Lulus, Minimal Siswa Hafal 3 Juz

Mantapkan Metode Experiential Learning

Polisi Stop Rombongan ke Jakarta

VIDEO