Jualan Jajanan Tradisional Pakai Bahasa Inggris dan Arab

  • 24-04-2019 / 16:14 WIB
  • Kategori:Kampus
Jualan Jajanan Tradisional Pakai Bahasa Inggris dan Arab Kelompok mahasiswa di stan Pasar Bahasa saat memeriahkan Humaniora Academic Expo Fakultas Humaniora UIN Maliki Malang. 

MALANG  - Metode pembeljaran di era milenial harus dikembangkan dengan kreatif penuh inovasi. 

Hasil penelitian Dosen UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menyebutkan, mahasiswa era milenial jauh berbeda dengan mahasiswa lima hingga sepuluh tahun yang lalu. Perlu adanya terobosan baru melalui  metode inovatif dalam meningkatkan kompetensi mahasiswa.  

Seperti yang dilaksanakan Fakultas Humaniora UIN Maulana Malik Ibrahim Malang yang selama tiga hari mulai 23 April 2019, menggelar Humaniora Academic Expo. Acara ini merupakan bentuk inovasi dalam menerapkan pembelajaran di luar kelas. Melalui bermacam lomba mahasiswa diberikan kesempatan untuk mengaktualisasikan kemampuan mereka dalam  Bahasa Arab dan Bahasa Inggris.

Wakil Dekan I Bidang Akademik Fakultas Humaniora UIN Maliki Malang, Dr. M. Faisol, M. Ag  mengatakan belajar tidak harus di dalam kelas. 

Mahasiswa masa kini butuh ruang untuk berekspresi sebagai bentuk aktualisasi diri mereka. “Kegiatan ini baru pertama kita gelar, sebagai wadah untuk siswa berkreasi,” katanya kepada Malangpostonline.com.     

Humaniora Academic Expo dimeriahkan dengan bermacam perlombaan. Antara lain Pasar Bahasa, Cerdas Cermat, baca cerita, vlog pembelajaran, Poster dan Bangun Kata. 

Faisol menjelaskan, seluruh lomba berkaitan dengan penguatan kompetensi Bahasa Inggris dan Bahasa Arab. 

Misalnya lomba Pasar Bahasa yang dilaksanakan dengan mengahadirkan beberapa stan kuliner. “Yang dijual makanan atau jajanan lokal, tetapi komunikasi antara penjual dan pengunjungnya harus bilingual,” ujarnya.

Demikian juga lomba-lomba yang lain, semunya dilaksanakan dengan tujuan menguatkan pemahaman terhadap dua bahasa asing tersebut. 

Seperti lomba bangun kata, para peserta diberikan beberapa abjad dan topik untuk kemudian disusun menjadi kosa kata bahasa inggris dan arab. 

“ Expo ini tidak hanya menguji keterampilan dan ketangkasan, tetapi juga kemampuan akademik mahasiswa Humaniora,” terangnya.  

Faisol menilai meskipun baru pertama digelar, Humaniora Academic Expo mendapatkan respon yang sangat baik dari mahasiswa. Bahkan banyak dari kalangan mahasiswa yang menginginkan agar kegiatan ini menjadi program rutin Fakultas Humaniora. “Mereka sangat senang karena ini merupakan cara belajar yang inovatif, agar kuliah tidak berjalan monoton dan membosankan,” imbuhnya. 

Ia berharap Humaniora Academic Expo menjadi salah satu metode ajar yang efektif terutama di era disruption. Ketika mahasiswa milenial gandrung dengan bermacam media yang menjadi sumber pengetahuan mereka. “Kami harapkan ini menjadi upaya untuk membangun kultur akademik dengan mengedepankan sistem belajar berbasis CTL (Contextual Teaching and Learning),” tukasnya. 

Aula Khoirun Nisa, salah satu mahasiswa mengatakan Humaniora Academic Expo merupakan program yang sangat menarik. Ia bersama teman-temannya dapat bereskpresi tanpa mengenyampingkan unsur akademik. “Di sisi lain bisa membangun kekompakan karena kami disini kerja tim. Semuanya digarap bersama dan saling belajar satu sama lain,” ujar mahasiswi Sastra Inggris ini. (imm/nun)

  • Editor : Husnun
  • Uploader : irawan
  • Penulis : Imam W.
  • Fotografer : ist

KOMENTAR ANDA

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Ladub Away Madura, Pavel Masuk Skuad Arema

Nyamuk Nonpolitik

Final Futsal PIONIR IX, Tim Kesehatan Digebuk Suporter Marah

Ritual Perkawinan Joko dan Sri Gondel di Kawisari

Acak Nomor Peserta, Cegah Praktik Joki Sistemik

MPLS SMPK Sanmar 2 Ditutup Dengan Inaugurasi

Pisah dari Song Joong-ki, Hye-kyo Tinggal di Vila Mewah

Sukses dengan Thor: Ragnarok, Waititi Kembali Garap Thor 4

Marcus/Kevin Kalahkan Ganda Putra Terbaik India