Di Era Industri 4.0 Pelayanan Publik Harus Inovatif

  • 25-04-2019 / 16:29 WIB
  • Kategori:Kampus
Di Era Industri 4.0  Pelayanan Publik Harus Inovatif Dosen IP FISIP UMM, Dr. Tri Sulistyaningsih memaparkan tantangan pelayanan publik di era revolusi industri 4.0. (IMAM/Malangpostonline.com)

MALANG - Memasuki Era Revolusi Industri 4.0 menuntut semua sistem berkemajuan. Tak terkecuali yang berkaitan dengan layanan publik. Apalagi di Tahun 2016 lalu, menurut Penelitian Ombudsman, Indonesia berada di posisi terendah dari negera-negara ASEAN dalam hal layanan publik. 

Hal tersebut memacu sistem layanan publik di negera ini harus lebih baik dan berkualitas. Oleh karena itu, Program Studi Ilmu Pemerintahan FISIP UMM, menggelar Seminar Pelayanan publik, dengan melibatkan tiga unsur, yakni eksekutif, legeslatif dan akademisi. 

Seminar yang digelar di Kampus 3 UMM tersebut bertema tentang Tantangan Pelayanan Publik di Era Revolusi Industri 4.0. Dengan tujuan peningkatan mutu layanan dasar terhadap masyarakat dengan basis digital. Hadir sebagai Pemateri Lurah Purwodadi Kota Malang Drs. Agus Purwantoro, M. Kes dan Dr. Tri Sulistyaningsih selaku Dosen IP FISIP UMM. 

Ketua Prodi Ilmu Pemerintahan, Muhammad Kamil, S.IP., M.A mengatakan, layanan publik perlu terus ditingkatkan kualitasnya. Pemerintah butuh patner akademisi untuk menunjang kinerja yang lebih baik. “Karena revolusi industri 4.0 bukan hanya tantangan bagi pemerintah, melainkan juga bagi akademisi yang turut andil untuk Indonesia yang labih maju,” ungkapnya kepada Malangpostonline.com. 

Menurutnya, tantangan besar bagi pemerintah saat ini yaitu mengurangi banyaknya keluhan masyarakat akan sistem layanan yang dinilai masih memberatkan. Keluhan yang seringkali terjadi tersebut menjadi isu yang sangat sentral untuk segera diatasi oleh pemerintah. “Terutama bidang kesehatan, pendidikan dan pelayanan administrasi,” paparnya.

Forum seminar tersebut diharapkan  dapat memberikan wacana dan tambahan ilmu pengetahuan dan informasi kepada mahasiswa-mahasiswi Prodi IP FISIP UMM. “Semoga mahasiswa mendapat ilmu praktis yang memberikan pengalaman empirik. Bahwa fenomena itu tidak bisa dibiarkan. Tapi dicarikan solusinya,” tambah Kamil. 

Ia melanjutkan, kedudukan mahasiswa saat ini sebagai akademi dan juga masyarakat. Kedua posisi ini harus memilki peran, minimal memberikan ide ide kreatif agar layanan publik oleh pemerintah semakin lebih baik. “Inilah tantangan bagi mahasiswa sebagai penerus dan sebagai pionir perubahan. Yakni merubah sistem layanan pemerintah menjadi lebih baik, kreatif dan inovatif,” tuturnya.  

Dekan FISIP UMM Dr.Rinikso Kartono,M.Si mengatakan pelayanan publik yang tidak baik berimbas pada kemiskinan masyarakat. Sebagai contoh pelayanan dengan cost yang mahal semakin membuat rakyat kecil semakin tertekan. Di sisi lain berbagai asumsi muncul di tengah masyarakat. Akibatnya menurunkan intergirtas dari kinerja pemerintah atau instansi penyedia layanan. “Pelayanan publik harus dijalankan dengan akuntabel dan transparan,” ujarnnya saat sambutan. 

Sementara itu, Dr. Tri Sulistyaningsih dalam materinya memaparkan, gejala utama dalam pelayanan publik ada tiga. Yakni rendahnya kualitas pelayanan, burokrasi yang panjang dan tumpang tindih tugas dan kewenangan serta rendahnya pengawasan eksternal masyarakat terhadap penyelenggaraan pelayanan publik. “Inilah yang perlu mendapatkan perhatian oleh kita semua. Terutama perhatian bagi pemerintah. Sebab salah sau fungsi utama penyelenggaraan pemerintah yang menjadi kewajiban aparatur adalah penyelenggaraan pelayanan publik,” terangnya. (imm/)

  • Editor : bua
  • Uploader : irawan
  • Penulis : Imam W.
  • Fotografer : Imam W.

KOMENTAR ANDA

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Tewas Usai Kencan Dengan PSK

Lulus, Minimal Siswa Hafal 3 Juz

Mantapkan Metode Experiential Learning

Polisi Stop Rombongan ke Jakarta

VIDEO