trial_mode: on

Zonasi Atau Sanksi! Aturan Baru PPDB Bikin Tak Ada Sekolah Favorit

  • 25-04-2019 / 20:41 WIB
  • Kategori:Sekolah
Zonasi Atau Sanksi! Aturan Baru PPDB Bikin Tak Ada Sekolah Favorit Mendikbud Muhadjir Effendy

MALANG-Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) telah mengeluarkan aturan berbeda terkait dengan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) sejak Januari 2019. 

Pada aturan baru kali ini tidak ada lagi sekolah favorit dan tidak, karena peserta didik akan diterima berdasar pada zona wilayah masing-masing.

“Tahun ini kita sudah terbitkan sejak Januari, jadi kita punya waktu 5 bulan untuk memberikan asistensi pada daerah-daerah,” tandas Mendikbud Muhadjir Effendy beberapa waktu lalu.

Menurut Muhadjir, aturan zonasi sekolah ini sudah dipersiapkan dengan baik pada kurun waktu tersebut. Karena sebelumnya aturan PPDB dilakukan hanya dalam beberapa hari. 

Untuk pemantapan persiapan Kemendikbud juga telah melakukan asistensi sampai tingkat Pemkot/Pemkab, dengan harapan pelaksanaannya dapat tersosialisasikan dengan baik.

Kebijakan zonasi sekolah ini nantinya akan berdampak pada perbaikan kurikulum pendidikan, sebaran peserta didik dan juga guru. Oleh karenanya, melalui kebijakan ini nantinya terjadi pemerataan kualitas pada tiap sekolah di semua wilayah, termasuk juga pada sarana dan prasarananya.

Karena sudah melalui proses asistensi tersebut, Pemerintah Daerah harus memahami dan menerapkan kebijakan zonasi ini. Selain itu, Mendikbud Muhadjir juga menyampaikan bahwa tentu ada sanksi jika kebijakan ini tidak diterapkan di daerah, baik itu sanksi teguran maupun peringatan keras.

“Pasti ada sanksi teguran atau peringatan keras, tapi juga ada reward nantinya bagi daerah yang miliki kepatuhan tinggi,” imbuh Muhadjir.

Kemudian menjelang PPDB tahun ajaran baru ini ternyata masih menimbulkan polemik bagi para siswa khususnya yang berada di perbatasan wilayah zonasi. 

Atau juga para siswa berprestasi yang rumahnya berada jauh dari sekolah tujuan, yang tentunya akan kalah dengan siswa yang rumahnya dekat dengan sekolah tersebut.

Terkait dengan persoalan siswa yang berada pada perbatasan zona, Muhadjir menyampaikan tidak ada masalah terkait dengan hal tersebut. Menurutnya pemerintah antar daerah bisa saja rembuk untuk melakukan kerja sama bagaimana baiknya siswa dapat disesuaikan dengan zona terdekat.

“Itu silahkan ada Mou (kerja sama) saja, jadi antar daerah,” lanjutnya. (mg3/bua)

  • Editor : bua
  • Uploader : slatem
  • Penulis : asa
  • Fotografer : asa

KOMENTAR ANDA

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI