The Power Of Character Kunci Sukses Era Disruptif Revolusi Industri 4.0

  • 26-04-2019 / 18:17 WIB
  • Kategori:Kampus
The Power Of Character Kunci Sukses Era Disruptif Revolusi Industri 4.0 PEMATERI: Staf Khusus Menristek Dikti Dr. KH. Abdul Wahid Maktub memaparkan materi tentang tantangan pendidikan karakter Perguruan Tinggi di era disruptif Revolusi 4.0

MALANG - Era disruptif revolusi industri 4.0 menjadi tantangan besar bagi perhuruan tinggi untuk membentuk karakter generasi bangsa. Berbagai perubahan yang berlangsung sangat cepat di era ini telah merusak sistem lama. 

Oleh karena itu, Perguruan Tinggi dan dosen tenaga pendidik harus mampu mengimbangi dan beradaptasi dengan perubahan yang begitu cepat dan tak terduga. 

Hal itu katakan oleh Staf Khusus Menristek Dikti Dr. KH. Abdul Wahid Maktub saat menjadi pembicara dalam workshop yang digelar oleh Universitas Gajayana Malang, Jumat (26/4). Ia mengatakan tantangan di era disrubsi revolusi 4.0 begitu komplek. 

Perguruan tinggi harus membangun paradigma baru dengam sistem dan cara baru. “Cara lama yang sudah tidak releven tidak usah dipakai lagi. Kita butuh ketajaman berpikir, jangan pernah lengah dengan perubahan yang luar biasa ini, kalau tidak kita akan tertinggal atau kolep,” ujarnya. 

Ia menuturkan, perguruan tinggi yang akan bertahan dan maju di era disrupsi revolusi industri 4.0 hanyalah kampus dengan SDM yang inovatif, respon terhadap perubahan dan better thingking. 

Sebab menurutnya, saat ini sudah bukan waktunya lagi untuk unggul-unggulan. Kampus yang dianggap favorit selama ini, tidak ada jaminan tetap diunggulkan dalam waktu tiga sampai lima tahun ke depan. Demikian kampus kecil bukan tidak mungkin untuk berada di posisi depan. 

“Semua yang imposible bisa saja terjadi. Dulu untuk menjadi World Class University butuh proses bertahun-tahun. Nah sekarang tidak sedikit kampus di Asia Tenggara yang mencanangkan diri sebagai kampus kelas dunia dalam waktu singkat karena kemajuan yang dicapai begitu cepat,” tuturnya. 

Pria kelahiran Bangkalan Madura ini menambahkan, banyak potensi dan peluang di era revolusi industri. Karakter yang perlu ditanamkan untuk mencapai kemajuan tersebut adalah kepercayaan diri. 

Saat ini orientasi tidak lagi pada kompetensi. Tapi pada karakter. Dosen harus mampu menumbhkan karakter percaya diri dan cinta ilmu pengetahuan. “Karena kompetensi itu akan berubah dengan cepat sesuai perkembangan zaman. Maka yang dibutuhkan adalah the power of character and culture. Jangan hanya intelegent. Bangun kepercayaan diri denga motivasi dan apresiasi,” paparnya. 

Sementara itu, Rektor Universitas Gajayana Malang Prof.Dr. Dyah Sawitri SE., MM, mengatakan berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 8 Tahun 2012, setiap pendidikan perguruan tinggi harus dikuatkan di dua bidang. Yakni bidang karakter yang berkaitan dengan sikap, moral dan etika. Dan juga bidang khusus yang berimbas pada peningkatan sains, skill dan kompetensi keilmuan yang ditekuni. “Oleh karena itu workshop kali ini diharapkan dapat menjadi ajang bagi para peserta untuk update pengetahuan dan wawasan,” ucapnya. 

Ia berharap usai kegiatan workshop para peserta yang merupakan perwakilan dari kampus-kampus dari Aptisi Komisariat IV Wilayah VII Jawa Timur, dapat menerapkan pembelajaran yang efektif. 
Sehingga dapat mengembangkan prodi-prodi yang ada di kampus masing masing. “Harapan akhirnya bisa melahirkan lulusan yang kompeten, berkarakter dan bersaing di masa kini dan yang akan datang,” pungkasnya. (imm)

  • Editor : bua
  • Uploader : slatem
  • Penulis : Imam W.
  • Fotografer : Imam W.

KOMENTAR ANDA

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI