trial_mode: on

Di Malang, Rieke Diah Pitaloka Susun Aksi Mayday

  • 30-04-2019 / 17:15 WIB
  • Kategori:Malang
Di Malang, Rieke Diah Pitaloka Susun Aksi Mayday Peringatan Hari Buruh atau Mayday digunakan Rieke Diah Pitaloka untuk menyusun aksi damai memperjuangkan terwujudnya Indonesia sebagai Negara Industri berbasis riset dan inovasi.

MALANG- Peringatan Hari Buruh atau Mayday digunakan Rieke Diah Pitaloka untuk menyusun aksi damai memperjuangkan terwujudnya Indonesia sebagai Negara Industri berbasis riset dan inovasi. Hal ini diyakininya menjadi harapan baru kaum buruh untuk lebih sejahtera.

Hal ini disampaikan artis yang juga saat duduk di kursi DPR RI ini saat berkunjung ke Kota Malang tadi siang. Rieke, menjelaskan aksi akan dilakukannya bersama kawan-kawan Konfederasi Rakyat Pekerja Indonesia (KRPI) di Surabaya, hari ini.

“Iya kebetulan kesini, kita mau Ziarah dulu ke Makam Bung Karno, besok (hari ini,red) kita ke Surabaya,” jelasnya yang juga hadir sebagai Ketua Umum KRPI kepada Malangpostonline.com Selasa (30/4).

Rieke menjelaskan ia bersama Konfederasi Rakyat Pekerja Indonesia akan membawa sebuah rumusan konsep yang akan disuarakan dalam aksi Mayday disebutnya sebagai Trikarsa Rakyat Pekerja. Ia menjelaskan terdapat 3 hal penting yang akan disampaikan.

Pertama adalah memperjuangkan dibumikannya ajaran Bung Karno yakni Ideologi Pancasila untuk lebih diaplikasikan nyata dalam setiap kebjijakan pemerintah.

Kedua memperjuangkan garis-garis besar haluan Ideologi Pancasila sebagai pedoman kehidupan berbangsa. Terakhir adalah memperjuangkan terwujudnya Indonesia sebagai negara industri berbasis riset dan inovasi nasional.

“Kita hendak mendorong apa yang menjadi janji politik Pak Jokowi yakni membangun Badan Riset sendiri. Karena kami berpikir sudah saatnya Indonesia bergerak memutuskan kebijakan berdasarkan Science Based Policy,” tegas perempuan kelahiran Garut Jawa Barat ini.

Rieke melanjutkan mengapa menekankan Science Based Policy sebagai salah satu metode mengambil kebijakan?

Hal ini pun dianggap akan efisien dan menguntungkan kaum pekerja atau buruh di Indonesia. Permasalahan buruh seperti Outsourcing, Gaji, hingga perlindungan kerja masih belum sepenuhnya didasarkan pada riset data.

“Riset dan data perlu untuk menentukan standar sesuatu. Standar gaji, standar perlindungan kerja dan banyak lainnya. Di Indonesia masih belum memakai kebijakan riset. Jika ada data, maka kebijakan akan lebih efisien diaplikasikan karena sudah berbasis data lapangan tadi,” tegasnya.

Inilah yang dianggapnya penting. Sebelum melakukan “perayaan” Hari Buruh tersebut, ia bersama rombongan mengunjungi Makam Bung Karno di Blitar. Menurutnya Soekarno, Presiden Pertama RI merupakan sosok yang juga mencetuskan konsep Roadmap Pembangunan terintegrasi dan berkelanjutan. (ica)

  • Editor : bua
  • Uploader : slatem
  • Penulis : ica
  • Fotografer : ica

KOMENTAR ANDA

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI