trial_mode: on

Hands-On Power Color Red Devil Radeon RX 590: Jangan Segan Rata Kanan

  • 06-05-2019 / 08:35 WIB
  • Kategori:Techno
Hands-On Power Color Red Devil Radeon RX 590: Jangan Segan Rata Kanan

MALANGPOSTONLINE.COM - AMD punya banyak opsi untuk kartu grafis di level menengah. Salah satunya, Radeon RX 590 yang merupakan generasi terbaru dari seri Polaris dengan fabrikasi 12 nm. Power Color merespon dengan membuat RX 590 versi Red Devil dengan RAM 8GB GDDR5 256 bit.

Sekilas, Radeon RX 590 memiliki kesamaan dengan pendahulunya, yakni RX 580. Perbedaan mencolok ada pada fabrikasi 12 nm untuk RX 590 berbanding 14 nm pada RX 580. Perbedaan itu membuat clock grafis pada RX 590 lebih tinggi. Ujung-ujungnya, tentu saja pada performa yang lebih kencang.

Desain

Seperti produk Power Color Red Devil lainnya. Seri RX 590 ini juga memiliki desain yang gagah dan besar. Jadi, bakal memakan tempat saat dipasang. Ukurannya yang besar bukan tanpa alasan. Untuk menempatkan sistem pendingin yang mengimbangi saat performa berat.

Dari bentuk fisiknya, terlihat ada lima heatpipe dan dua kipas berukuran besar. Tidak hanya itu, untuk memastikan kartu grafis ini tetap optimal, ada juga backplate untuk menjaga bentuk supaya tidak mudah bengkok. Warna merah dan hitam membuat tampilannya makin gahar. Dilengkapi dengan LED untuk membuat tulisan Red Devil menyala.

Engine clock dari Power Color Red Devil RX 590 adalah 1576 MHz. Sedangkan memory clock, secara default berada pada 2.000 MHz x 4 (8.0Gbps).

Untuk koneksi ke monitor, Power Color Red Devil RX 590 menyediakan dengan lengkap. Ada DVI-D DL, HDMI, serta Display Port sebanyak 3 lubang. Sedangkan kebutuhan listrik, butuh dua konektor PCIe. Yaitu 1x 6-pin dan 1x 8-pin. Disarankan, minimum power supply untuk menjalankan kartu grafis ini berkapasitas 600 W.

Performa

Total ada 7 game mainstream yang kami coba untuk menguji kehandalan Power Color Radeon RX 590. Seluruh game kami coba dengan setting grafis paling tinggi. Untuk resolusi, game dijalankan dengan Full HD 1920 x 1080. Hasilnya memang memuaskan, bermain dengan prosesor FX 8350 dan RAM 8 GB, game-game itu bisa berjalan lancar dengan FPS tinggi.

Namun, sebelum mengujinya untuk bermain game, kami menjalankan dua aplikasi benchmark. Yang pertama adalah 3D Mark. Saat diuji dengan Fire Strike Stress, Power Color Radeon RX 590 mampu menghasilkan stabilitas frame rates 99,6 persen. Kesimpulannya, FPS yang dihasilkan untuk memastikan gambar tampil dengan baik tidak mudah drop.

Saat menjalankan pengujian melalui Fire Strike, nilai yang didapatkan menembus 9.691. Graphics score 1 mendapat 78,69 FPS dan graphics score 2 sebesar 62,76 FPS. Nilai tinggi itu menjadi indikasi bahwa game mainstream bisa dijalankan dengan seting grafis tertinggi.

Kedua, kami menguji kemampuan rendering-nya melalui Cinebench R15. Proses diulang sampai lima kali. Hasilnya, stabil. Nilainya berada di angka 76,32 FPS.

Game

Sekiro: Shadows Die Twice misalnya. Game yang sempat bikin geregetan karena kesulitannya ini juga didukung latar pemandangan Jepang zaman dulu yang indah. Bermain dengan grafis rata kanan tidak menambah masalah saat memainkan game ini. Sebab, rata-rata skornya bisa mencapai 54 FPS dengan nilai tertinggi 61 FPS.

Game baru yang mencuri perhatian, World War Z juga demikian. Lolos dari kejaran zombie yang sangat banyak bisa berjalan lancar tanpa lag sedikitpun. Wajar, karena bermain dengan kualitas grafis tertinggi saja bisa menghasilkan rata-rata 80 FPS. Nilai tertingginya 102 FPS dan terendahnya 56 FPS.

Game balap yang relatif berat karena latar yang detil, yakni Need for Speed: Payback juga bisa dijalankan dengan lancar. Selama kami bermain beberapa balapan, skor rata-ratanya bisa menembus 77 FPS. Sudah lebih dari cukup untuk memastikan game ini berjalan tanpa lag.

Game yang mendapat rating tinggi, yakni Resident Evil 2 Remake ikut merasakan proses render dari Power Color Radeon RX 590. Kami mencoba dengan setting grafis yang memakan 7 GB. Mendekati kapasitas maksimal dari kartu grafis ini yang memiliki jeroan 8 GB.

Hasilnya, kartu grafis ini harus bekerja keras dan mampu menghasilkan skor rata-rata 38 FPS. Nilai tertingginya 60 FPS dan terendah 18 FPS. Rata-rata skor yang dihasilkan masih cukup untuk memuaskan mata manusia. Nilai 38 FPS juga masuk dalam kategori smooth dan tak ada patah-patah.

Game asyik lain yang kami coba adalah Ace Combat 7: Skies Unknown. Jika memiliki game dengan spesifikasi setara dengan Ace Cobat 7, jangan ragu untuk memainkan. Sebab, game pasti berjalan dengan sangat lancar. Iya, sangat lancar. Sebab, nilai rata-ratanya mencapai 105 FPS dengan nilai maksimal 148 FPS.

Game dengan latar sangat indah, takni Monster Hunter World bisa dimainkan dengan baik. Saat kami mencoba bermain menaklukkan monster-monster, skor rata-ratanya mencapai 52 FPS. Nilai minimalnya 39 FPS dan skor tertinggi 64 FPS. Nilai setinggi itu juga bisa dipastikan game ini berjalan lancar tanpa lag.

Game terakhir yang kami mainkan adalah Far Cry V. Game keren ini juga bisa dijalankan dengan maksimal tanpa khawatir lag. Sebab, skor rata-ratanya saja mencapai 51 FPS. Kami mencatat nilai tertingginya adalah 51 FPS dan terendah 31 FPS. Nilai yang tinggi itulah membuat game ini bisa berjalan dengan smooth. (JPC/bua)

  • Editor : bua
  • Uploader : irawan
  • Penulis : JPC
  • Fotografer : ist

KOMENTAR ANDA

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI