trial_mode: on

Pemain Arema FC Bisa Tetap Maksimal Meski Jalani Puasa. Begini Caranya

  • 06-05-2019 / 20:01 WIB
  • Kategori:Arema
Pemain Arema FC Bisa Tetap Maksimal Meski Jalani Puasa. Begini Caranya

MALANG - Penggawa Arema FC tetap bisa menjalani latihan dengan normal selama menjalani puasa di Bulan Ramadan. Hanya saja, Dendi Santoso dkk disarankan untuk bisa memenuhi asupan vitamin agar tidak terkendala saat latihan. Selain itu, jam latihan diminta lebih sore demi membantu para pemain tetap bisa berpuasa namun tidak meninggalkan latihan.
 
Dokter tim Arema FC, dr. Nanang Tri Wahyudi mengatakan, saat menjalani puasa yang paling utama adalah mampu mengatur waktu latihan. Karena kewajiban sebagai pemain sepak bola adalah latihan, apalagi di tengah kompetisi, dia menyarankan ada sedikit kompromi mengenai jam dan waktu berlatih. 

"Intensitas latihan jangan terlalu tinggi, jangan terlalu lama. Penting mengatur waktu latihan," papar dr. Nanang.
Menurut dia, durasi latihan memang disarankan untuk dikurangi. Bila biasanya anak asuh Milomir Seslija itu berlatih 1,5 jam sampai 2 jam, maka saat puasa menjadi 1 sampai 1,5 jam.

"Latihan juga disarankan sore hari. Mendekati jam berbuka puasa. Sebab, latihan itu mengeluarkan cairan atau keringat. Saat cairan keluar, maka cairang di tubuh berkurang dan menimbulkan rasa haus. Kalau latihan pagi hari, kasihan menunggu sampai sore, pasti itu siksaan berat," jelas dia. 

Dokter yang kerap berkacamata itu menyampaikan, tim Arema hanya perlu menggeser jam berlatihnya saja. Jika kondisi mereka menurun, itu alami, tetapi tidak masalah dan nyaris dialami oleh semua klub karena mayoritas pemainnya akan berpuasa. 

Sementara itu, dia menekankan kepada para pemain untuk mencukupi tubuhnya dengan asupan vitamin. Paling penting multivitamin seperti Omega 3 untuk melancarkan sirkulasi darah. Selain itu, vitamin dibutuhkan untuk mengurangi peradangan, yang bisa mengakibatkan rasa nyeri atau pegal pada pemain.

"Vitamin sih yang kami tekankan. Apalagi, tidak semua pemain berkumpul dalam satu mes. Maka kami sudah memberikan pesan-pesan kepada pemain. Selain itu, penting untuk tidak melupakan sahur," terangnya. 

Dia mengatakan, sahur sangat penting. Sahur itu layaknya sarapan ketika tidak berpuasa. Hanya jamnya saja lebih pagi.

 "Kalau sahur cairan yang masuk ke tubuh harus cukup. Apa yang masuk saat sahur, itu yang ada di tubuh sampai sore, sampai para pemain latihan. Jadi jangan tinggalkan sahur," tambah dia.  (ley)

  • Editor : bua
  • Uploader : slatem
  • Penulis : ley
  • Fotografer : Ipunk

KOMENTAR ANDA

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI