trial_mode: on

Dua Petahana Gagal ke Senayan

  • 07-05-2019 / 04:39 WIB
  • Kategori:Politik
Dua Petahana Gagal ke Senayan Krisdayanti

MALANG-Dua petahana calon anggota DPR RI dapil Malang Raya, Totok Daryanto (PAN) dan Nurhayati Ali Assegaf (Partai Demokrat) hampir dipastikan tak kembali ke Senayan. Pasalnya perolehan suara mereka jauh di bawah delapan caleg DPR RI lain.  Bahkan dikalahkan dua pendatang baru, Krisdayanti dan Ali Ahmad.

Berdasarkan data rekapitulasi hasil Pemilu yang diperoleh Malang Post dan dikalkulasi suara  kursi DPR RI menggunakan sainte league (sistem penghitungan Pemilu), delapan kursi DPR RI asal Malang Raya sudah terisi. Nama Totok Harianto dan Nurhayati Asegaf tak tercatat sebagai pemilik kursi dewan berdasarkan perolehan suara.

Delapan caleg DPR RI peraih suara tertinggi, Krisdayanti berada di peringkat pertama. Caleg yang diusung PDI Perjuangan ini berada di peringkat pertama. Ia meraih 132.131 suara di Malang Raya.

Posisi kedua ditempati Hj Lathifah Shohib (PKB) mendapatkan 109.992 suara. Setelah itu Ahmad Basarah (PDI Perjuangan) meraih 104.914 suara,  Moreno Soeprapto (Gerindra) sebanyak 59.296 suara, Andreas Eddy Susetyo (PDI Perjuangan) 52.641 suara, Ali Ahmad (PKB) 47.507 suara, Ridwan Hisjam (Golkar) 35.529 suara dan Kresna Dewanata (Nasdem) memperoleh 30.011 suara. Jumlah suara tersebut merupakan perolehan sebagai caleg dipadu dengan perolehan suara partai yang tertinggi.

Totok Daryanto mengaku sudah berjuang dengan sepenuh hati dan usaha untuk kembali menang. Namun diakui persaingan Pemilu 2019 memang berat. “Di dapil Malang Raya ini kursinya delapan. Bila PDIP dapat tiga kursi dan PKB dapat dua kursi, maka peluang PAN untuk dapat kursi sangat kecil,” katanya.

Selain itu, Gerindra dan Golkar secara infrastruktur lebih kuat dibanding PAN. Begitu juga ada Nasdem yang juga insfrastruktur partainya kuat. Apalagi pengaruh Rendra Kresna (Bupati Malang nonaktif) sebagai Ketua Nasdem Jawa Timur kuat di Malang. Rumus inilah yang berlaku selama Pemilu.

Ia menambahkan perjuangan PAN untuk mempertahankan kursi DPR RI memang sangat berat. Sebab Totok harus bekerja sendiri. Dari total suara PAN untuk DPR RI,  hampir 80 sampai 90 persen sumbangan suara Totok pribadi.

“Praktis saya beserta tim bekerja sendiri untuk mendulang suara dalam Pemilu. Mencari caleg yang potensial untuk maju secara serius tidak mudah. Karena faktor figur saya, pada umumnya mereka sudah merasa kalah sebelum bertanding. Saya tidak tahu apakah dalam Pemilu ini ada rekayasa kursi? Tetapi yang jelas pemilu serentak ini harus dievaluasi,” paparnya.

Totok mengaku mendapat 54.536 suara di Malang Raya. Namun suara PAN jauh berada di bawah PDI Perjuangan, PKB, Gerindra, Golkar dan Nadem. Suara PAN di Malang Raya hanya 11.197.

Kondisi jebloknya perolehan suara juga terjadi pada Nurhayati Ali Assegaf. Suara partai dan pribadinya tak melebihi delapan kandidat wakil Malang Raya di Senayan. Sampai berita ini diturunkan, Nurhayati Ali Assegaf  belum berhasil dikonfirmasi. Politisi Partai Demokrat ini tak merespon upaya wawancara Malang Post melalui telepon maupun WhatsApp (WA). Pertanyaan Malang Post melalui WA hanya dibaca oleh Nurhayati tanpa membalas.  

Ketua KPU Kabupaten Malang, Santoko yang dihubungi terpisah mengatakan, rekapitulasi hasil Pemilu 2019 sudah tuntas. Bahkan berita acara hasil rekapitulasi yang sudah ditandatangani atau DB1, langsung dikirim ke KPU Provinsi Jawa Timur.

Dari hasil rekapitulasi tersebut, sudah diketahui beberapa dan nama caleg yang bakal mendapatkan kursi. Baik kursi DPR RI, DPRD Provinsi Jawa Timur ataupun DPRD Kabupaten Malang. Caleg yang bakal mendapat kursi, mendapat perolehan suara terbanyak.

Meskipun KPU sendiri, menegaskan bahwa Pleno KPU hanya mendata perolehan suara. Belum tertabulasi atau mengerucut pada nama-nama. Perolehan suara itupun bisa diketahui setelah proses rekapitulasi selesai semuanya.

“Untuk siapa nama-nama caleg yang lolos, kami masih belum kearah itu. Kami hanya merekap perolehan suara,” ujarnya. (ica/agp/van)

  • Editor : van
  • Uploader : angga
  • Penulis : agp
  • Fotografer : Firman

KOMENTAR ANDA

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI