trial_mode: on

Tegakkan Disiplin, Sekolah Nyaman dan Menyenangkan

  • 08-05-2019 / 15:02 WIB
  • Kategori:Sekolah
Tegakkan Disiplin, Sekolah Nyaman dan Menyenangkan

MALANG - Salah satu ciri sekolah ramah anak yaitu memberikan ruang lebih luas untuk siswa berekspresi. Apalagi di era milenial, para siswa seakan tak terbatas ruang lingkup pergaulannya. Dalam hal ini fungsi sekolah harus berada di jalur tengah, sebagai kontrol agar siswa berada di koridor yang tepat. Sementara di sisi lain mereka juga tidak ketinggalan informasi di tengah arus perubahan yang begitu cepat di era disruptif seperti saat ini. 

SMK Maharani mulai tahun pelajaran yang akan datang akan mencoba pola baru dalam hal penegakan disiplin di sekolah. Aturan yang selama ini dibuat oleh guru, akan dikemas kembali dengan cara melibatkan peserta didik. Konsep aturan yang diinginkan adalah discipline but enjoy and fun. Disiplin tapi tetap nyaman dan gembira. Caranya dengan mengikutsertakan siswa dalam menyusun aturan sekolah. Sehingga para guru semakin lebih mengerti aturan seperti apa yang diinginkan anak didik. 

“Kami ingin memberikan ruang untuk sharing agar gagasan dan ide mereka tersampaikan, sehingga kami mengetahui kebutuhan psikologis anak milenial,” ujar Kepala SMK Maharani, Rahayu Ndaru Wardani, S.Si., S.Pd. 

Ia menerangkan, meskipun siswa dilibatkan dan diberi kebebasan menyampaikan gagasan bukan berarti semua keinginan mereka dikabulkan. “Yang pasti ide-ide kreatif yang berdampak pada kemajuan pendidikan di sekolah ini,” imbuhnya. 

Harapan yang diinginkan dengan keterlibatan siswa ini yakni tumbuhnya rasa tanggungjawab serta kepedulian terhadap aturan yang disepakati bersama. “Paling tidak ada rasa tanggung jawab dalam diri anak. Karena kami lebih kepada membangun komitmen bersama,” ungkapnya. 

Menurut Ndaru, kebutuhan siswa di era milenial berbeda dari era-era sebelumnya. Keberadaan gadget yang merambah ke semua kalangan memberikan imbas positif dan negatif. 

Ketika imbas teknologi menjadikan seseorang rapuh, berarti ada kesalahan dalam pemanfaatannya. Demikian juga bagi generasi milenial, yang lebih suka pada hal-hal instan sehingga menyebabkan daya juang mereka menurun. 

“Disinilah butuh pendampingan guru saat siswa di sekolah dan pendampingan orang tua saat anak di rumah. Agar mereka tidak terlena dengan fasilitas yang memanjakan,” tukasnya. 

Penggunaan Smartphone yang tepat oleh seseorang akan menjadikannya smart person. Contonya Smartphone digunakan sebagai media pembelajaran. Agar pembelajaran semakin menarik dan efektif. “Dan kami di SMK Maharani sudah melakukan itu sejak dulu,” ujar Ndaru. 

Pembelajaran yang efektif telah mengantarkan siswa siswi SMK Maharani lulus Uji Kompetensi 100 persen. UK dilaksanakan oleh Lembaga sertifikasi profesi LSP P1. 

Selain itu SMK Maharani juga sudah punya Bursa Kerja Khusus (BKK). Dengan fungsi menjadi fasilitas dan memberikan askes informasi lowongan kerja pada siswa. Di samping itu BKK  juga memberikan pelatihan sebagai bekal siswa setelah lulus. 

Pelatihan dilaksanakan dengan  program kelas profesi. Dalam hal ini sekolah mendatangkan praktisi dari dunia industri dan perguruan tinggi. “Selama ini kita sudah bekerjasama dengan UM dan kimia farma. Dengan tujuan memberikan bekal pada siswa baik yang mau kerja maupun yang ingin melanjutkan kuliah ke perguruan tinggi,” terangnya. (imm/oci)

  • Editor : oci
  • Uploader : irawan
  • Penulis : Imam W.
  • Fotografer : ist

KOMENTAR ANDA

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI