trial_mode: on

Polres Malang Menang Gugatan Pra-peradilan Bocil

  • 08-05-2019 / 16:51 WIB
  • Kategori:Hukum Kriminal
Polres Malang Menang Gugatan Pra-peradilan Bocil Sidang putusan pra-peradilan di Pengadilan Negeri Kepanjen. Polres Malang digugat pra-peradilan oleh tujuh pengacara terkait penangkapan dan penahanan tersangka kasus asusila.

MALANG - Polres Malang kembali memenangkan gugatan pra-peradilan, Rabu (8/5). Setelah Hakim tunggal Pengadilan Negeri Kepanjen, Ari Qurniawan, SH, MH, menolak gugatan yang diajukan Ahmad Wahyu Dian Permadani alias Dani alias Bocil, melalui tujuh pengacaranya. 

Dalam putusannya, Hakim menyatakan bahwa seluruh dalil gugatan pemohon tidak bisa diterima. 

"Berdasarkan fakta persidangan, memutuskan menolak seluruh dalil pada gugatan pemohon. Mengabulkan jawaban termohon (Polres Malang, red) untuk seluruhnya, bahwa upaya yang dilakukan termohon berupa penetapan, penangkapan dan penahanan tersangka telah sesuai hukum dan perundang-undangan yang berlaku," ungkap Ari Qurniawan, SH, MH, dalam membacakan putusan.

Selain itu, dalam putusannya Hakim Tunggal Ari Qurniawan, SH, MH, juga menghukum pemohon membayar seluruh biaya persidangan sebesar Rp 5 ribu.

Sekadar diketahui, Ahmad Wahyu Dian Permadani alias Dani alias Bocil, 21, warga Dusun Baran, Desa Sukoanyar, Pakis adalah tersangka kasus asusila. Dia ditahan sejak 3 April 2019 lalu. Penahanannya setelah ada laporan dari Bunga, 17, warga Kecamatan Pakis.

Bunga diketahui sebagai kekasihnya. Selama berpacaran, Bocil menyetubuhi Bunga sebanyak lima kali hingga hamil dan melahirkan anak. Karena lepas tanggungjawab, Bunga lantas melaporkan Bocil ke Polres Malang.

Polisi yang mendapat laporan itu, lantas menyelidikinya. Setelah mendapat bukti petunjuk, akhirnya polisi menangkap dan menetapkan Bocil sebagai tersangka. 

Namun setelah penetapan tersangka dan penahanannya, Bocil mengajukan gugatan pra-peradilan.

Gugatan diajukan melalui tujuh kuasa hukumnya. Yakni, Sumardhan, SH, Agus Subyantoro, SH, Ari Hariadi, SH, Jumadhi Arahab, SH, Lukman Hadi Wijaya, SH, Reny Dyah Susanti, SH dan Lukas Pandhu Asmoro, SH.

 Gugatan pra-peradilan nomor 01 Pid.Pra/2019/PN.KP tanggal 15 April 2019.
Dalil dalam gugatan, menyatakan bahwa tersangka Bocil belum tentu sebagai ayah dari bayi yang dikandung Bunga. Sebab, dikatakannya bahwa Bunga adalah wanita panggilan yang bekerja sebagai pemandu lagu di sebuah tempat karaoke di Kota Malang.

Selama ini, diketahui bahwa Bunga juga berhubungan dengan pria lain. Karena beranggapan bahwa anak dari Bunga belum tentu anak biologis dari Bocil itulah, akhirnya mengajukan gugatan pra-peradilan. Alasannya penangkapan, penetapan dan penahanan Bocil tidak benar.

Gugatan pra-peradilan ditujukan kepada Kapolri, Kapolda Jatim dan Kapolres Malang. 

Atas gugatan itu, Polres Malang menunjuk empat kuasa hukum yakni AKP Drs. R. Heri Mulyadi, Iptu Sutiyo, Bripka Reagan Fajar dan Brigadir Yogi Teja Mukti. Putusan dari gugatan, Hakim menolak gugatan yang diajukan oleh pemohon.

"Sudah 16 kali ini Polres Malang digugat pra-peradilan. Dan selama sidang, Polres Malang selalu memenangkan gugatan karena semuanya sudah sesuai prosedur dan perundang-undangan yang berlaku," ucap Iptu Sutiyo, SH, M.Mhum.(agp)

  • Editor : bua
  • Uploader : slatem
  • Penulis : agp
  • Fotografer : agp

KOMENTAR ANDA

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI