Tak Mampu Bayar Uang Kuliah di UB, Peraih Nilai Terbaik UNBK Pilih Mundur

  • 10-05-2019 / 16:27 WIB
  • Kategori:Kampus
Tak Mampu Bayar Uang Kuliah di UB, Peraih Nilai Terbaik UNBK Pilih Mundur Peraih nilai Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) terbaik jurusan IPA tingkat SMA se Kota Malang Peter Ananthaputra Judianto

MALANG- Peraih nilai Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) terbaik jurusan IPA tingkat SMA se Kota Malang Peter Ananthaputra Judianto, sebelumnya telah diterima Perguruan Tinggi jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) namun berniat mundur. Hal tersebut disebabkan  oleh penentuan Uang Kuliah Tunggal (UKT) untuknya terlampau tinggi.

Peter merupakan siswa SMAN 3 Malang yang sebelumnya sudah diterima melalui jalur SNMPTN pada jurusan Teknik Kimia Universitas Brawijaya (UB). Usai melalui proses daftar ulang, siswa yang meraih nilai sempurna pada tiga mata pelajaran UNBK tersebut ternyata memperoleh ketentuan UKT sebesar Rp. 7.6 juta per semester.

Menurut Kepala Sekolah dari SMAN 3 Malang Asri Widiapsari, M.Pd, pihaknya akan membatu Peter dengan memberikan surat permohonan untuk mendapat keringanan biaya UKT. “Kami akan mengajukan permohonan keringanan biaya UKT, karena ayahnya Peter dokter tapi sedang jatuh sakit,” terang Asri.

Ayah dari Peter sendiri masih tercatat sebagai seorang PNS dokter di RSSA, namun karena tengah jatuh sakit jadi terpaksa harus dinon fungsionalkan. Sedangkan Peter merupakan bungsu dari tiga bersaudara, yang kedua kakaknya juga masih menempuh pendidikan di UB pada jurusan Kedokteran Hewan semester 8 serta Manajemen semester 4.

“Saya sebenarnya bingung mau melanjutkan kuliah di UB, karena UKT yang ditentukan untuk saya terlalu tinggi. Dua kakak saya juga masih belajar di situ” ungkap Peter.

Masing-masing dari mereka tentunya masih harus membayar UKT sebesar Rp. 8.5 juta serta Rp. Rp. 4.68 juta. Beberapa faktor tersebut menjadi penyebab Peter berniat mengundurkan diri dari PTN yang telah menerimanya.

Jika Peter benar-benar terpaksa harus mundur, maka ia harus mencari alternatif Perguruan Tinggi Swasta untuk melanjutkan pendidikan dengan biaya yang lebih terjangkau. Karena sesuai dengan peraturan, peserta yang telah diterima SNMPTN tak bisa ikuti Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) untuk Seleksi Bersama Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN).

“Sebenarnya kalau bisa, saya masih ingin melanjutkan di UB. Tapi saya juga sedang mendaftar pada sebuah institut di Jakarta dengan rekomendasi dari pendeta saya,” lanjut Peter.

Sebagai solusi alternatif, Peter mengikuti proses seleksi pada sebuah institut di Jakarta dan saat ini sedang menunggu panggilan wawancara. Pada institut tersebut Peter berkesempatan untuk memperoleh beasiswa atau keringanan biaya selama kuliah.

Pada pengumuman hasil nilai UNBK, diketahui Peter merupakan siswa jurusan IPA tingkat SMA tertinggi ketiga tingkat Jawa Timur, dan tertinggi di Kota Malang dengan total nilai mencapai 396.00. Peter yang sempat tergabung dalam eskul astronomi ini, mengaku tidak menyangka dapat meraih nilai tertinggi.

“Tidak terlalu menyangka mendapat nilai tinggi, karena di kelas sekarang tidak ada peringkat. Tapi di sekolah diberi pembekalan cukup,” kata Peter.

Menurut Peter, untuk mempersiapkan UNBK ia tak mengikuti bimbel di luar dan hanya mengandalkan pembekalan yang diberikan pihak sekolah. Sebelumnya SMAN 3 sendiri memberikan pembekalan intensif melalui program ‘Super Camp’ guna mendorong siswa agar dapat mengerjakan ujian dengan maksimal. (mg3/bua)

  • Editor : bua
  • Uploader : slatem
  • Penulis : Inasa
  • Fotografer : Inasa

KOMENTAR ANDA

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Jebol Gawang Arema, Titan Curi Perhatian

Gerakan Lokal

Polisi Temukan Ribuan Ekstasi saat Gerebek Rumah Ini

Elegan, Makanan Penutup Berbentuk Cerutu Kuba

Dewan Segera Panggil Dinas Terkait

VIDEO