Lawan PSIS, Singo Edan Ingin Puaskan Aremania

AYO! PANASI MESIN

  • 10-05-2019 / 22:51 WIB
  • Kategori:Arema
AYO! PANASI MESIN Patrik Silva - Hanif

MAGELANG-Arema FC memanasi mesin di Magelang, Sabtu (11/5) malam ini. Sylvano Comvalius dkk kembali bertemu PSIS Semarang. Bedanya, laga kali ini berlangsung di Stadion Mochammad Soebroto Magelang. Arema menjadikan laga tersebut sebagai ujian tim, untuk menambah rasa percaya diri melawan PSS Sleman, pekan depan.

Lawan PSIS malam ini, adalah uji coba ketiga tim berjuluk Singo Edan tersebut setelah menjadi juara Piala Presiden. Sebelumnya, anak asuh Milomir Seslija itu bertemu Singhasari FC dan PSIS di laga pertama uji coba berformat home-away, pekan lalu. Arema pun ingin hasil yang bagus dalam persiapan pamungkasnya.

"Ini adalah persiapan terakhir sebelum kami memulai kompetisi. Pertandingan ini bagi kami bagus untuk melihat bagaimana kesiapan tim menjalani laga away," ujar Pelatih Arema, Milomir Seslija.

Arema memang akan bermain away di laga pertama kompetisi mendatang. Namun, dia mengisyaratkan bila secara strategi, untuk laga uji coba dan pertandingan resmi Liga 1 tidak akan sama.  Sebab, lawannya juga memiliki karakteristik berbeda.

"Saya hanya melihat kesiapan pemain saya. Kalau strategi, tentu tidak sama. PSIS dan PSS adalah dua tim yang berbeda," paparnya.

PSIS dia nilai sebagai tim yang keras dan bermain kuat. Dari rekan jejak penampilan dan termasuk pertemuan pertama pekan lalu, tim asuhan Jafri Sastra itu tidak berusaha membuat banyak gol. Mereka menunggu dan mencoba membuat gol melalui serangan balik. Sebaliknya, PSS terlihat sebagai sebuah tim yang yang memiliki kemampuan menyerang bagus.

"Tetapi intinya lawan PSIS adalah pemanasan sebelum lawan PSS," sebut dia.

Pelatih dengan sapaan akrab Milo itu melihat laga PSIS adalah memberikan kesempatan seluruh pemainnya dalam 2 x 45 menit. Sedangkan berapa lama pemain tersebut tampil, tergantung situasi pertandingan.

"Saya mau memberikan kesempatan semua pemain di dua babak. Yang terpenting pemain bisa memberikan terbaik, bermain aman dan tidak ada cedera," imbuh pria asal Bosnia itu.

Milo mengakui, ingin timnya maksimal dan fresh saat lawan PSS. Sehingga, besar kemungkinan beberapa pemain hanya tampil 45 menit. "Saya akan lihat kondisinya dalam latihan seperti apa yang bagus untuk tim. Kami mau bermain dan memberikan hasil bagus di dua laga ini," tambahnya.

Ia mengakui, meski uji coba dan timnya mesti berhati-hati, dirinya tidak mau mendapatkan hasil negatif. Arema akan berusaha keras membongkar pertahanan ketat PSIS dan memberikan kemenangan.

"Kami tidak ingin membuat suporter, Aremania bosan dengan laga ini. Kami mau hasil bagus dan berusaha menang," tutur eks pelatih Madura United itu.

Secara tim, selain pemanasan terakhir, Milo juga ingin mengetahui apakah anak asuhnya sudah siap bermain malam di bulan Ramadan atau tidak. Lawan PSIS, akan menjadi acuan baginya untuk memperbaiki kekurangan tim sebelum turun lawan PSS empat hari kemudian

Asisten Pelatih Arema, Kuncoro mengakui, kondisi pemain Arema sangat siap melawan PSIS. Baik secara teknis dan fisik, ia meyakini penggawa Singo Edan siap tanding.

Selain itu, Arema tetap serius untuk pertandingan lawan Laskar Mahesa Jenar. Sebagai bentuk keseriusan mereka, pada pertandingan ini, Arema tetap akan menurunkan tim terbaik mereka. Mereka akan memantapkan adaptasi dan kerja sama tim pada pertandingan tersebut.

"Nanti para pemain inti pasti akan turun. Mungkin nanti mereka akan bermain satu babak penuh atau lebih. Kemudian baru nanti yang bermain campuran antara tim inti dan pelapis," kata Kuncoro.

Sementara itu, di kubu PSIS Semarang pun tidak jauh berbeda dengan Arema. Mereka menjadikan pertemuan lawan Arema untuk acuan sebelum kompetisi resmi. Kebetulan, bila Arema hanya berjarak empat hari sebelum turun di Liga 1, maka PSIS hanya sehari lebih lama atau lima hari.

"Pertandingan uji coba ini untuk persiapan kompetisi. Sebab,lima hari kemudian kami akan melawan Kalteng Putra," tutur Asisten Pelatih PSIS, Dwi Setiawan.

Dia mengatakan, timnya hanya ingin memaksimalkan apa yang sudah dilatihkan selama latihan. Masalah hasil, diakuinya, tidak lebih penting dari usaha maksimal di pertandingan.

Terkait latihan, salah satu yang kian ditingkatkan PSIS adalah penyelesaian akhir. Pelatih Jafri Sastra mengakui saat pertemuan pertama timnya kurang maksimal dalam finishing touch.

“Tentu penyelesaian akhir harus dibenahi. Secara mental mereka sudah konsisten daripada saat lawan PSS Sleman. Uji coba kali ini saya menilai perkembangan tim dan Alhamdulillah lebih baik meski belum 100 persen,” sebutnya.(ley/ary)

  • Editor : ary
  • Uploader : hargodd
  • Penulis : ley
  • Fotografer : Ipunk

KOMENTAR ANDA

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI