Wali Kota: Awas Jangan Sampai Ada Permainan

Berebut Jalur Prestasi!

  • 13-05-2019 / 22:41 WIB
  • Kategori:Sekolah
Berebut Jalur Prestasi! Secara bergantian tim panitia periksa kelengkapan persyaratan para pendaftar PPDB Jalur Prestasi di Kantor Dinas Pendidikan Senin (13/5) kemarin.

MALANG-Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) jalur prestasi sudah dibuka Senin (13/5) kemarin. Pendaftaran jalur prestasi dan jalur kepindahan orang tua sudah diserbu pendaftar sejak pukul 08.00 WIB di Dinas Pendidikan Kota Malang. Sesuai dengan aturan, kedua jalur tersebut masing-masing memiliki porsi masing-masing lima persen. (Baca grafis, Red) Senin (13/5), hari pertama pendaftaran PPDB jalur prestasi untuk jenjang SMP dibuka sejak pukul 08.00 pagi. Namun tak lama setelah pendaftaran dibuka nomor antrean yang disediakan oleh panitia sudah tembus angka 150 an. Peserta pendaftar didampingi oleh orang tua untuk memenuhi prosedur pendaftaran tersebut. Mulai dari mengambil nomor antrean, mengisi formulir, hingga sampai pada mengurutkan piagam sertifikat penghargaan sesuai yang tertulis dalam formulir. “Anak saya cukup banyak juaranya, ini sedang isi (formulir) mulai dari O2SN dan lain sebagainya. Rencananya memilih SMP 01 dan SMP 08,” ungkap salah satu orang tua siswa pendaftar PPDB Sulistyowati. Di samping itu, tepatnya pada lantai dua bangunan Dinas Pendidikan Kota Malang, pemeriksaan persyaratan pendaftaran dilakukan oleh belasan anggota tim dari Dinas Pendidikan. Tak lelah, mereka meminta para pendaftar untuk urutkan piagam penghargaan sesuai yang tertulis pada formulir. Secara bergantian tim panitia akan memanggil satu-satu para pendaftar untuk pemeriksaan persyaratan. Beberapa di antaranya adalah sertifikat penghargaan asli beserta foto kopian yang harus dilegalisir oleh sekolah asal. Lebih lanjut, juga terdapat Maman Adisaputro yang merupakan warga Kota Batu yang mendaftarkan anaknya untuk ikuti PPDB jalur prestasi. Sang anak yang sebelumnya bersekolah di salah satu SD di Batu miliki prestasi di bidang seni tradisi dan PBB beregu tingkat Kota. “Ikut jalur prestasi ini karena dia (anaknya) ingin mengembangkan diri di Kota Malang,” terang Maman. Sementara itu, pendaftaran pada jalur kepindahan orang tua yang lokasinya bersebelahan dengan jalur prestasi justru masih sepi akan pendaftar. Baru terdapat puluhan aplikasi yang masuk, namun ternyata tak banyak juga sesuai dengan aturan jalur kepindahan orang tua. “Yang ambil nomor sampai 23, tapi yang sesuai cuma sedikit 10 an,” kata Kabid Pembinaan SMP Dinas Pendidikan Kota Malang. Disebutkannya bahwa banyak orang tua pendaftar pada jalur kepindahan orang tua banyak yang tak penuhi ketentuan. “Orang tuanya guru sudah mengajar lama di sekolah Kota Malang, rumahnya di Banjararum Singosari. Sedang anaknya sekolah di Kota, ya itu bukan mutasi,” terangnya. Wali Kota Ajak Masyarakat Kawal PPDB Sesuai dengan Peraturan Wali Kota Malang No.35 /2019 bahwa PPDB jenjang TK hingga SMP harus melalui tiga jalur yaitu zonasi dengan porsi 90 persen. Sedangkan sisanya melalui jalur prestasi serta jalur kepindahan orang tua. “Ketika jalur kepindahan orang tua tidak terpenuhi, karena saya yakin itu tidak akan terpenuhi. Nanti kuotanya akan masuk ke jalur prestasi,” terang Wali Kota Malang Sutiaji. Selain itu, aturan jalur prestasi ternyata juga harus berbasis pada sistem zonasi. Peserta siswa berprestasi tetap harus memilih sekolah pada zona yang sesuai dengan lokasi kediamannya. Jadi meskipun melalui jalur prestasi, peserta siswa tak bisa asal memilih sekolah yang diinginkan. “Meskipun jalur prestasi kuotanya 5 persen tapi tetap berbasis zonasi,” lanjutnya. Lebih lanjut Sutiaji meminta masyarakat secara umum untuk bersama-sama mengawal jalur prestasi tersebut. Sebab jalur prestasi dinilai sebagai jalur paling rawan akan adanya praktik jual beli kursi terhadap calon siswa. “Catat saja nanti jangan sampai ada permainan di jalur prestasi, karena semua masyarakat akan meneropong. Mari kita awasi bareng-bareng,” sambungnya. Jalur prestasi akan ditentukan oleh raihan piagam penghargaan peserta yang akan diverifikasi oleh tim bentukan Dinas Pendidikan yang terdiri dari perwakilan KONI, Komite DPKM, MKKS, K3S, serta perwakilan dari Dinas Pendidikan sendiri. “Nanti akan diverifikasi oleh tim tersebut, Insya Allah kita berusaha seprofesional mungkin,” ungkap Kepala Dinas Pendidikan Dra. Zubaidah, MM.(mg3/ary)

Editor : Ary
Uploader : hargodd
Penulis : asa
Fotografer : -

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU