Mutilasi Pasar Besar Malang

Sejak Dulu Bermasalah, Sugeng Pernah Menyilet Lidah Pacarnya

  • 16-05-2019 / 00:01 WIB
  • Kategori:Hukum Kriminal
Sejak Dulu Bermasalah, Sugeng Pernah Menyilet Lidah Pacarnya

MALANG - Sosok Sugeng Santoso (49), yang disebut kuat sebagai pelaku mutilasi wanita muda di pasar besar, ternyata banyak dikenal warga kawasan Jodipan. Sejak dulu, ia memang menjadi warga Jodipan dan memiliki rumah bersama keluarganya di kawasan Jodipan Gang 3.

Meski begitu Sugeng, dikenal sebagai sosok yang bermasalah sejak dulu. Hal ini diceritakan narasumber Malangpostonline.com yang tidak ingin disebutkan namanya, mengaku tetangga Sugeng saat dulu masih memiliki rumah di kawasan Jodipan Gang 3.

“Saya dulu masih kecil. Tapi dia ini (Sugeng,red) sempat bikin heboh karena pernah menyilet lidah pacarnya sendiri. Ini sekitar 10 tahunan lalu, saya masih SD,” ungkap narasumber Malangpostonline.com beberapa saat lalu saat dikonfirmasi.

Diketahuinya saat itu Sugeng berumur sekitar 20-an, dan masih bekerja sebagai seorang karyawan akan tetapi ia tidak tahu karyawan apa. Sebelum akhirnya, diketahui saat ini tidak bekerja sama sekali.

Diceritakannya lagi hal ini dilakukan Sugeng karena stress ditinggal salah satu anggota keluarganya yang dirasa sangat dekat dengannya. Yakni adik kandungnya sendiri, yang harus berpindah kota karena menikah.

Sumber informasi tadi menjelaskan Sugeng mulai terlihat sangat pendiam dan mulai melakukan hal-hal aneh seperti yang dilakukan dengan pacarnya itu. Bahkan, usai kejadian menyilet lidah pacarnya Sugeng juga sempat membakar rumah tetangganya.

“Jadi ada tetangga juga punya gudang, tiba-tiba sama dia langsung disulut api. Tidak besar tapi sudah bikin resah,” jelasnya.

Dari kejadian ini, seluruh keluarga Sugeng, seperti ayah dan ibunya memutuskan pindah dari Jodipan entah kemana. Kepindahan keluarga Sugeng diduga kuat karena malu akan tingkah Sugeng usai membakar rumah tetangganya.

Setelah itu, Sugeng dan kelurganya tidak pernah kelihatan lagi. Sampai ketika setahunan terakhir ini. “Jadi ada setahunan ini, dia terlihat lagi seliweran di Jodipan, di Gang 3 ini. Tapi ya diam saja, dia tidak ganggu. Hanya saja dia suka nulis-nulis di tembok,” ungkapnya.

Tulisan di tembok inilah yang diketahui mirip sekali dengan gaya tulisan yang ditemukan di TKP mutilasi di Pasar Besar. Isinya juga sama dengan apa yang ditulis di catatan yang ditemukan di TKP.

Ia mengatakan, kata-kata seperti “keruwetan” dan seterusnya juga masih dapat dilihat di salah satu tembok rumah warga Jodipan Gang 3. Hampir identik dengan tulisan yang ditemukan di TKP Mutilasi Pasar Besar.

“Ya tadi siang (kemarin siang,red) ada intel-intel datang mencocokkan tulisan ini. Di tembok sama dengan yang dipegang di catatan,” terangnya.

Sumber Malangpostonline.com ini mengatakan pula jika sekitar 10 hari lalu, Sugeng membeli beberapa silet dan juga banyak selotip di salah satu warung di kawasan Jodipan. Dia meyakini betul sosok ini adalah Sugeng karena warung tempat Sugeng membeli masih milik kerabat sumber tadi.

Meski Sugeng masih sering terlihat berkeliaran di kawasan Jodipan selama setahunan terakhir ini, kegiatan Sugeng hanyalah menulis-nulis ditembok dan juga menjahit.

“Saya tidak tahu dia menjahit apa. Pokoknya dia ada kain dia jahit, begitu,” pungkas Sumber Malangpostonline.com. (ica/bua)

  • Editor : bua
  • Uploader : slatem
  • Penulis : ica
  • Fotografer : ist

KOMENTAR ANDA

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Jebol Gawang Arema, Titan Curi Perhatian

Gerakan Lokal

Polisi Temukan Ribuan Ekstasi saat Gerebek Rumah Ini

Elegan, Makanan Penutup Berbentuk Cerutu Kuba

Dewan Segera Panggil Dinas Terkait

VIDEO