Ditengarai Ada Provokator, Begini Kronologis Kericuhan Suporter PSS dan Arema

  • 16-05-2019 / 00:55 WIB
  • Kategori:Arema
Ditengarai Ada Provokator, Begini Kronologis Kericuhan Suporter PSS dan Arema

SLEMAN - Aremania memberikan dukungan langsung kepada tim Arema FC kala melawan PSS Sleman di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Rabu (15/5) malam. 2.000 kuota yang diberikan Panpel PSS, tak ingin disia-siakan oleh pendukung tim berjuluk Singo Edan tersebut.

Namun sayang, dukungan tersebut akhirnya berujung pada kericuhan antar suporter yang ditengarai karena ada provokator yang tidak ingin suasana kondusif antar suporter.

Sebelum pertandingan dimulai, atmsofir pertandingan mulai terasa panas ketika suporter Arema dan PSS saling bernyanyi. Tidak berapa lama kemudian, tiba-tiba saling ejek terjadi.

Saat Aremania bernyanyi, teriakan 'huu' dari suporter tuan rumah di tribun selatan mulai membuat suporter tuan rumah di tribun selatan saling ejek. Lantas, berlanjut dengan saling lempar. Mulai dari es batu hingga pecahan keramik.

Suasana mulai kondusif saat jelang kick off. Apalagi, ketika gol pertama tuan rumah terjadi menit pertama.

Namun, saat kondisi di tribun selatan sudah membaik karena Aremania mulai bergeser ke sisi selatan, suasana panas terjadi antara Aremania dari suporter PSS di sisi selatan. Begitu gol balasan Arema terjadi, di menit 30, saling lempar mulai tidak terkendali.

Aremania mendapatkan lemparan dari tribun selatan sisi barat ditambah dengan tribun VIP selatan yang mulai ditempati suporter tuan rumah. Kondisi semakin memanas, saat lemparan mulai mengarah ke lapangan.

Para pemain yang coba mendinginkan kedua suporter, akhirnya memilih masuk ke ruang ganti. Kemudian, petasan, kembang api juga mulai diarahkan ke tribun VIP atas tempat Aremania berada. Sampai akhirnya polisi memutuskan menembakkan gas air mata di sisi selatan tribun Aremania dan di sisi barat tribun suporter PSS.

Laga akhirnya dihentikan sekitar 20 menit. Bupati Sleman Sri Purnomo yang hadir dalam pertandingan tersebut akhirnya bersuara. Dia minta suporter kedua tim unuk kondusif.

"Untuk BCS, Slemania, suporter PSS, dan Aremania, tolong jangan terpancing. Hentikan saling lempar. Ini laga pembuka yang ditunggu oleh semua," teriak Sri Purnomo dari pengeras suara.

Dia meminta suproter tuan rumah terutama untuk tidak mendekat atau melakukan pelemparan. "Kita sudah sangat lama menunggu PSS berada di kompetisi tertinggi," sambung dia.

Usai laga berhenti, akhirnya pertandingan dilanjutkan. Namun jelang laga usai,  kondisi memanas antara suporter kedua klub kembali terjadi. (ley/bua)

  • Editor : bua
  • Uploader : slatem
  • Penulis : ley
  • Fotografer : ley

KOMENTAR ANDA

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI