Mengintip Hwa Mei Milik Purnomo ‘Kimpo’ Hartopo

Langganan Juara, Diboyong Warga Kartasura dengan Harga Fantastis

  • 16-05-2019 / 02:01 WIB
  • Kategori:Burungkunam
Langganan Juara, Diboyong Warga Kartasura dengan Harga Fantastis DEAL: Pembeli asal Solo Z Habibi (kiri) dan Purnomo ‘Kimpo’ Hartopo saat menyelesaikan transaksi pembelian burung Hwa Mei Bakalan di Malang.

Satu tahun terakhir ini, tren burung Hwa Mei sedang meroket di Malang. Purnomo Hartopo, 60 tahun, warga Jalan Bangka, Kasin Klojen terbilang sebagai pemain senior burung asli Tiongkok ini. Ia sudah 40 tahun serius mendalami dan merawat Hwa Mei. Baru-baru ini, ia menyelesaikan transaksi Hwa Wei bakalan dengan seorang pembeli asal Kartasura Kota Solo, bernama Z Habibi. Bakalan adalah burung yang disiapkan untuk lomba.

Kimpo sapaan akrabnya, sudah 4 dekade bermain Hwa Mei sehingga menjadi legenda di dunia per­burungan. Secara umum, Hwa Mei, merupakan burung aduan yang memiliki keindahan tersendiri dan ciri khas khusus. Bulunya yang berwarna cokelat muda, dipadukan dengan kelopak mata berwarna putih. Corak putih di bagian matanya mem­bentuk aksen seperti alis warna putih. Bentuk tubuhnya agak besar dibandingkan dengan burung seperti lovebird atau kenari.

Kimpo menamai Hwa Mei peliharaannya sebagai Hwa Mei Bakalan. Ditemui di kediamannya di kawasan Jalan Bang­ka, Kasin Klojen, Kimpo sedang bertemu dengan Z Habibi, pemuda 25 tahun asal Kartasura Solo, yang tertarik memiliki Hwa Mei Bakalan. Kata Kimpo, Hwa Mei Bakalan yang dipindahtangankan kepada Habibi, telah melakoni perlombaan sebanyak lebih dari 50 kali.

 

 “Untuk Hwa Mei Bakalan ini, sudah lebih dari 50 kali ikut lomba, rentetan juaranya bisa dilihat sendiri. Hwa Mei Bakalan ini berusia sekitar dua tahun,” kata Kimpo kepada Malang Post Rabu kemarin.

Pada gantangan di Malang, misalnya, Hwa Mei Bakalan ini sudah langganan meraih juara satu. Contohnya, gantangan tingkat nasional di Malang pada awal tahun 2019, Hwa Mei Bakalannya merebut juara 1 di dua kategori. Yakni, kategori Hwa Mei kata hati dan satu misi.

Tak hanya di Malang, burungnya sudah melanglang buana di Jawa Timur. Mulai dari Tulungagung, Blitar, Kediri hingga Surabaya. Sejak bulan November 2018 sampai Mei 2019, peliharaannya sudah bertarung di berbagai perlombaan tanpa henti. Dalam satu pekan, kadang-kadang bisa bermain dua event yang berbeda.

Hwa Mei Bakalan peliharaan Kimpo, berbeda dengan Hwa Mei pada umumnya. Selain suara yang nggacor atau cerewet, Hwa Mei Bakalan peliharaannya tidak gentar bertempur dan beradu suara dengan burung aduan lainnya ketika perlombaan.

“Kalau tempur, dia main ekor, dan belum tentu Hwa Mei lainnya bergerak seperti itu,” sambung Kimpo.

Karakteristik lain yang dimiliki Hwa Mei Bakalan, adalah daya tahan atau daya tempurnya. Saat turun dalam perlombaan, Hwa Mei Bakalan berani dan tidak kacrek ketika beradu suara dengan burung aduan lainnya. Saat diperlombakan, Hwa Mei Bakalan tidak pernah tidak jalan, selalu siap bertempur. Karena karakter inilah, pembeli asal Solo tersebut kepincut.

Untuk merawat Hwa Mei Bakalan, Kimpo memberi tip khusus. “Cara perawatan, jelas mandi rutin tiap pagi dan sore. Karakter burung ini sensitif. Makanannya jangkrik, tiap pagi dan sore, plus ulat Hongkong secukupnya. Ini juga menjadi filosofi, mau main burung, harus cari burung bagus untuk jadi juara. Jangan cari cara untuk menjadi juara,” papar Kimpo yang juga penasehat Komunitas Hwa Mei Malang tersebut.

Sementara itu, Habibi mengaku sudah lama memantau Hwa Mei Bakalan peliharaan Kimpo. Dia kepincut setelah melihat kemampuan dan daya tahan burung tersebut dalam sebuah perlombaan. Dalam gantangan Kapolda Cup di Surabaya beberapa waktu lalu, Hwa Mei Bakalan ini tampil luar biasa. Meski bertanding di bawah guyuran hujan deras dan angin kencang saat babak satu. Namun ketika babak kedua, Hwa Mei Bakalan masih menunjukkan stamina dan performa prima.

Setelah memantau lama, Habibi langsung menunjukkan ketertarikannya membeli Hwa Mei Bakalan hasil peliharaan Kimpo. Dia menilai burung ini sesuai dengan kriteria yang sudah ditetapkan sebelumnya. Performa prima dalam Kapolda Cup pada bulan April 2019. Hal ini yang menjadi masukan penting bagi Habibi sebelum memutuskan membeli burung milik Kimpo tersebut.

 “Saya sudah memantau lama, saya sudah pernah lihat dia ikut perlombaan secara langsung sebelumnya, saat hujan deras dan kena tiupan angin, mainnya masih garang, saya sampai merinding,” ujarnya.

Habibi melanjutkan, saat babak kedua, Hwa Mei tersebut main luar biasa walau hari sudah gelap. Hwa Mei itu ia sebut sebagai fighter, berani, dan daya tempurnya di atas rata-rata. Dia mengatakan, ke depan setelah membawa pulang Hwa Mei Bakalan ini ke tanah Solo, Habibi mengaku ingin menikmati keindahan burung ini.

“Saya nikmati dulu keindahannya. Tapi, melihat karakternya, yang berani dan punya daya tempur, saya kok meyakini turunannya juga bakal bagus. Hwa Mei ini bisa menjadi pejantan yang tangguh,” tutur Habibi.

Pemuda ini sendiri sudah bermain berbagai jenis burung sejak SMP. Diturunkan dari ayahnya yang juga gemar burung, Habibi mencoba memelihara dan menternakkan berbagai jenis burung. Hwa Mei yang dibelinya dari Kimpo dengan nilai transaksi fantastis, adalah Hwa Mei ketiga yang akan dia pelihara.(Fino Yudistira/adv/ary)

  • Editor : ary
  • Uploader : angga
  • Penulis : fin
  • Fotografer : ist

KOMENTAR ANDA

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Divonis 5 Bulan, Vanessa Menerima, JPU Pikir-pikir

Ini Lho, Beda Safety dan Defensive Riding

Berkendara di Daerah Macet, Perhatikan Oli

VIDEO