PSSI Putuskan Ada 20 Provokator Kericuhan Suporter, Usut Tuntas!

  • 17-05-2019 / 00:27 WIB
  • Kategori:Arema
PSSI Putuskan Ada 20 Provokator Kericuhan Suporter, Usut Tuntas!

MALANG –  Kericuhan suporter di laga perdana Liga 1 2019, PSS Sleman dan Arema FC di Stadion Maguwoharjo, Rabu (15/5) malam langsung direspon PSSI. Kebetulan PSSI melihat langsung peristiwa kericuhan tersebut dan menginginkan laporan detil dari Panpel PSS.

Selain itu, PSSI meminta PT LIB selaku operator kompetisi mengusut tuntas mengenai provokator yang dianggap sebagai biang keladi kericuhan.

"Sudah diputuskan dan dirapatkan (setelah pertandingan, Red) ada 10-20 provokator. Dimulainya dari sebelum pertandingan," ujar Anggota Exco PSSI, Refrizal.

Menurut dia, saat laga dihentikan terjadi pertemuan tersebut. Baik dari Arema, Panpel, hingga BOPI. Lantas laga berlanjut, sampai akhirnya kericuhan kembali terjadi di penghujung pertandingan.

"Tentu kami menyanyangkan dengan adanya kerusuhan ini. Sepak bola harusnya menjadi hiburan. Sangat disayangkan karena kita satu bangsa," papar dia.

Ia lantas memastikan bila kompetisi tetap berjalan. Sebab, BOPI diakuinya juga menyarankan tetap berjalan dan tidak mencabut rekomendasi jalannya kompetisi. "BOPI menyarankan harus tetap jalan. Semoga keamanan bisa lebih bagus lagi. Kami tidak bisa langsung menyalahkan suporter, karena ada provokatornya," tambah dia.

Sekjen PSSI, Ratu Tisha Destria mengatakan, sangat menyesalkan kejadian tersebut. Akan tetapi, untuk saat ini PSSI menunggu laporan dari Panpel tuan rumah.

"Ini harus diusut secara tuntas. Bagaimana kejadian yang sebenarnya. Kami lihat dari Panpel seperti apa," papar Tisha.

Dia mengatakan, nantinya Panpel diminta melapor ke Operator kompetisi atau PT LIB. Lantas PT LIB yang akan melaporkan ke PSSI.

"Itu perlunya laporan lengkap. Agar tidak ada gosip," terangnya.

Menurut dia, Panpel harus tanggung jawab penuh karena kericuhan di pertandingan tersebut. Termasuk data lengkap yang terjadi selama penyelenggaraan pertandingan.

"Ini seperti yang saya bilang, Panpel harus tanggung jawab dan kami tunggu laporannya," tutur dia.

Sementara, PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator mengatakan, akan memberikan keterangan resmi setelah mendapatkan laporan yang komprehensif dari beberapa pihak. Laporan tersebut antara lain dari panitia pelaksana setempat dan juga laporan dari pengawas pertandingan.

"Setelah itu kami akan mempelajarinya terlebih dulu secara detail. Yang pasti sangat menyesalkan kejadian ini Tetapi kita tunggu laporan Panpel. Harus diusut secara tuntas bagaimana kejadian yang sebenarnya," ujar Direktur intern LIB, Dirk Soplanit. (ley/bua)

  • Editor : bua
  • Uploader : slatem
  • Penulis : ley
  • Fotografer : ley

KOMENTAR ANDA

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Jebol Gawang Arema, Titan Curi Perhatian

Gerakan Lokal

Polisi Temukan Ribuan Ekstasi saat Gerebek Rumah Ini

Elegan, Makanan Penutup Berbentuk Cerutu Kuba

Dewan Segera Panggil Dinas Terkait

VIDEO