Manajemen Arema: Ada yang Mau Laga Pembuka Jadi Kacau

  • 18-05-2019 / 00:47 WIB
  • Kategori:Arema
Manajemen Arema: Ada yang Mau Laga Pembuka Jadi Kacau Bendera Aremania dirobek oknum suporter PSS setelah gol Comvalion.

MALANG – Manajemen Arema FC turut bersuara terkait insiden di Sleman, saat pertandingan pembuka Liga 1 2019. Manajemen tim Singo Edan itu menyayangkan adanya provokator yang masuk ke stadion dan membuat suasana ricuh antara pendukung Arema dan PSS Sleman.

Arema pun berharap dalam waktu dekat permasalahan bisa segera diusut dan diselesaikan. “Kami tentu sangat menyayangkan tindakan provokator. Sepertinya, mereka tidak menginginkan sepak bola Indonesia maju,” ujar General Manager Arema, Ruddy Widodo.

Dia memprediksi, ada pihak yang ingin membuat pembukaan tersebut kacau. Pasalnya, saat sebelum kick off atau sore hari, tidak ada permasalahan antara suporter Arema dengan suporter Sleman.

“Malahan, Aremania sempat dikawal Brajamusti menuju stadion. Lalu, ada buka puasa bersama antara Aremania dan suporter Sleman. Pengurus Sleman pun menyiapkan sekitar 2.000 paket makanan berbuka. Jadi, mungkin ada yang mau mebuat image pembukaannya saja kacau, apalagi kelanjutannya,” beber pria asal Madiun itu.

Menurutnya, berdasarkan informasi yang diterima, termasuk ketika pertemuan dengan perwakilan kedua klub, Panpel, BOPI, LIB dan PSSI, pertandingan harus diselesaikan. Bila tidak efeknya juga bakal ke kompetisi.

“Kata Aremania juga, ada yang memulai,” tegasnya.

Ruddy pun optimis bila permasalahan ini bisa segera diselesaikan. Sebab, dalam sejarahnya tidak ada riwayat permusuhan antara suporter Sleman dengan Aremania. Hanya saja, dia menyayangkan karena di laga pembuka kecolongan dan kini membuka potensi rivalitas baru dengan suporter lainnya.

“Suatu saat hal seperti ini harus diwaspadai. Misalnya ada yang ingin Aremania berival dengan Jakmania. Mudah-mudahan lah, tidak ada lagi hal seperti ini dan kami semua jadi lebih waspada,” tambah dia.

Sementara itu, dirinya yakin Komdis pun bijak dalam menyikapi kerusuhan tersebut. Tidak akan asal memberi sanksi pada suporter baik dari pihak PSS atau Arema.

“Kan banyak yang menyaksikan juga secara langsung baik dari PSSI, operator juga. Biar mereka yang memutuskan. Kami tak bisa berandai-andai,” pungkasnya. (ley/bua)

  • Editor : bua
  • Uploader : slatem
  • Penulis : ley
  • Fotografer : ley

KOMENTAR ANDA

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Divonis 5 Bulan, Vanessa Menerima, JPU Pikir-pikir

Ini Lho, Beda Safety dan Defensive Riding

Berkendara di Daerah Macet, Perhatikan Oli

VIDEO