Buntut Video Miras Viral, Petugas Cepat Mediasi

Oppo Tak Sensitif

  • 18-05-2019 / 21:33 WIB
  • Kategori:Malang
Oppo Tak Sensitif

MALANG- Kasus viralnya video botol bir tersaji di meja buka puasa bersama Oppo Malang cepat dimediasi. Namun manajemen Oppo didesak minta maaf secara terbuka kepada publik. Di sisi lain, Satpol PP Kota Malang kecolongan atas beredarnya minuman keras (miras) selama bulan Ramadan. 

Kapolres Malang Kota (Makota) AKBP Asfuri dan sejumlah tokoh agama langsung turun tangan. Yakni memfasilitasi mediasi, Jumat (17/5) malam sehingga bisa meredam situasi.

“Setelah video ini viral dan ada pengaduan, pihak Oppo dipertemukan dengan ormas yang komplain, difasilitasi Polres Makota,” kata Asfuri kepada wartawan di kantornya, Sabtu (18/5) kemarin.

Dalam pertemuan itu, perwakilan Oppo Indonesia dan Oppo Malang meminta maaf kepada ormas yang mengadukan video itu dan umat Islam. Mereka juga sowan ke Ketua MUI Kota Malang, KH Baidlowi Muslih dan Ketua PCNU Kota Malang, Gus Isroqunnajah. 

Asfuri meminta kejadian ini jangan sampai terulang lagi. “Ini pelajaran bagi semuanya, instansi atau warga yang gelar buka puasa bersama. Jangan dikotori dengan tindakan yang tidak pantas dan melanggar norma agama,” tegasnya.

Menurut Asfuri, pihak hotel di kawasan Jalan Letjen S Parman tempat berlangsungnya buka puasa bersama hanya menyediakan makanan dan minuman. Sementara, minuman keras yang masuk di acara tersebut, dibawa oleh oknum yang ada di acara. 

Sebelumnya beredar potongan video botol bir di atas meja saat buka puasa bersama. Setelah ditelusuri, ternyata event buka puasa bersama Oppo Malang. Tempatnya di salah satu hotel di Jalan S Parman.

Potongan video itu diunggah akun Facebook Eko WP, Rabu (15/5) lalu. Dalam postingannya, ditulis pula teks video:  “Bulan Ramadan dan acara bukber menurut kami adalah kegiatan keagamaan yang sakral, jadi jangan dibenturkan antara halal dan haram,” kicaunya.

Sementara video sejenis dari acara yang sama diposting akun Malangku1. Video berjudul Buka Puasa Oppo Malang itu, ‘Pantaskah Buka Ada Suguhan Miras?’ menunjukkan orang yang berupaya membuka sebuah botol wine. Lalu, terdengar kata-kata orang pemegang pengeras suara dari atas panggung yang logatnya tidak lancar berbahasa Indonesia.

“Yang di meja ada mau Aqua isi Aqua, yang bir ada juga,” kicau suara ini. Netizen ramai-ramai mengecam Oppo di Malang, dan berbagai akun di Youtube dan Instagram, mengabaikan copyright lalu mengunggah potongan video tersebut.

Hingga akhirnya, salah satu kelompok ormas mendatangi kantor Oppo di Jalan Sukarno Hatta pada Kamis (17/5). Tapi, karena tak ditemui oleh pihak manajemen, mereka mengadukan hal ini ke Polres Makota. 

Person In Charge (PIC) Event Oppo Malang Wildan Rafky, yang dimintai klarifikasi atas potongan video viral ini, meminta maaf. “Kami benar-benar meminta maaf atas kurangnya sensitivitas dan pemahaman panitia acara kami terhadap budaya lokal, yang telah menyinggung sejumlah kelompok, budaya dan agama di Indonesia, khususnya umat muslim,” jelas Wildan.

Ia mengatakan, pihaknya tak bermaksud menyebabkan kegaduhan. “Kami benar-benar minta maaf. Kepada organisasi kemasyarakatan, dan seluruh pihak yang merasa resah dengan adanya kejadian ini, kami minta maaf,” tambah Wildan.

Public Relation Manager Oppo Indonesia Aryo Meidianto menyebut pihak Oppo Indonesia berjanji akan melakukan evaluasi. Termasuk, menindak tegas personel yang menyebabkan terjadinya kegaduhan di  Oppo Malang karena menyajikan bir saat acara buka puasa bersama. “Pasti akan ada evaluasi, kalau memang diperlukan akan ada tindakan tegas karena indisipliner,” ujar Aryo kepada Malang Post.

Sementara itu, PCNU Kota Malang memberi reaksi atas kejadian serta permintaan maaf tersebut. Ketua PCNU Kota Malang Isroqunnajah menanggapi video viral ini karena dia juga didatangi pihak Oppo secara langsung. “Oppo datang kepada saya, dan menjelaskan persoalan ini. Mereka meminta maaf, serta mengklarifikasi apa yang sedang terjadi,” kata Gus Is, sapaan akrabnya.

Menurut Gus Is, berdasarkan penjelasan pihak Oppo, persoalan yang terjadi dalam video viral itu harus bisa dicermati. Dalam penjelasan yang diterima Gus Is, ada oknum yang masuk dan membawa bir untuk dikonsumsi di acara buka bersama. Dia mengharap kejadian itu tidak terulang lagi.

Terutama, karena momentumnya saat bulan Ramadan. “Jika memang konteksnya acara buka puasa, maka makan minumnya juga menyesuaikan,” ujarnya.

Gus Is mengapresiasi masyarakat Malang yang tidak gampang panas terkait simpang siur informasi soal video viral ini. “Kami meyakini umat Islam di Malang tidak gampang muntab, tidak gampang tersulut dengan informasi yang belum ada klarifikasinya,” jelasnya.

Pengasuh Majlis Hikmah Islam, Gus Hisa Al Ayyubi mengimbau masyarakat harus cermat dalam mencerna peristiwa ini, sebelum menghakimi siapapun. “Kalau memang bir itu dipesan oleh pihak Oppo, maka itu adalah pelecehan buka puasa. Berbeda lagi, kalau pihak Oppo tidak memesan bir tersebut, tapi dibawa oleh oknum,” tegasnya.

Namun apapun alasan munculnya bir di meja makan saat acara buka bersama, Gus Hisa menyebut setidaknya ada dua hal yang harus dilakukan oleh Oppo. Pertama, Oppo harus sowan kepada ulama NU dan Muhammadiyah untuk memberi klarifikasi sekaligus minta maaf.

“Kedua, Oppo harus mengumumkan permintaan maaf secara terbuka, di media massa maupun media sosial kepada masyarakat Islam di Indonesia, itu harus dilakukan. Karena, kalau tidak segera minta maaf secara terbuka kepada umat Islam, dampaknya bisa ke mana-mana,” sambung Gus Hisa

Satpol PP Terlambat

Kasatpol PP Kota Malang Drs Priyadi MM menjelaskan pihaknya telah mengetahui kejadian yang viral di media sosial melalui video tersebut. Kemarin pun pihaknya sudah menugaskan petugas untuk mengecek lapangan.

“Kami sudah cek,  saat ini sedang dilakukan penanganannya,” ungkap Priyadi saat dikonfirmasi kemarin sore.

Meski telah melakukan penyelidikan, Satpol PP belum bisa memberikan penindakan tegas karena masih mengumpulkan data dan fakta.  Priyadi menjelaskan akan memberikan sanksi tegas mengenai ketertiban umum jika memang ada yang terbukti bersalah. Baik manajemen Oppo maupun pihak hotel tempat kejadian meresahkan tersebut terjadi.

“Selain itu, akan kami lakukan operasi gabungan daam waktu dekat,” tandas mantan Camat Klojen ini. Operasi Gabungan dijadwalkan  dilakukan minggu depan. Saat ini ia mengaku tengah berkoordinasi dengan jajaran samping untuk melaksanakan operasi gabungan miras di lokasi-lokasi yang akan ditentukan.

Priyadi menambahkan, selama ini petugas atau personel Satpol PP Kota Malang terus melakukan patroli. Bahkan disiapkan regu patroli sendiri yang memang setiap hari berkeliling memantau tempat-tempat publik seperti hotel. “Kalau ada temuan akan diamankan dan ditindak tegas sesuai aturan dalam perda,” pungkasnya.

Sementara itu menurut Perda Kota Malang No 5 Tahun 2006 tentang Pengawasan, Pengendalian dan Pelarangan Penjualan Minuman Beralkohol, di Pasal 6 dijelaskan di bulan Ramadan hanya hotel saja yang boleh menjual minuman beralkohol. Itu pun di jam yang ditentukan yakni mulai pukul 20.00 – 24.00 WIB saja.

Hukuman untuk pelanggaran perda ini berupa sanksi administratif dan juga sanksi pidana seperti kurungan paling lama tiga bulan penjara atau denda Rp 50 juta (fin/ica/van)

  • Editor : van
  • Uploader : abdi
  • Penulis : fin
  • Fotografer : ya

KOMENTAR ANDA

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI