PJT Sayangkan CSR Pico Hydro Tidak Difungsikan Kampung Glintung

  • 19-05-2019 / 12:07 WIB
  • Kategori:Malang
PJT Sayangkan CSR Pico Hydro Tidak Difungsikan Kampung Glintung Kepala Perum Jasa Tirta (PJT) I, Raymond Valiant Ruritan. (ist/Malangpostonline.com)

MALANG- Corporate social responsibility (CSR) di kampung Glintung Go Green (3G) mulai dipertanyakan. Salah satunya dari Perum Jasa Tirta (PJT) I Malang. Bantuan dalam bentuk pico hydro, yakni mesin pembangkit listrik dengan menggunakan energi air sudah tidak difungsikan.

Kepada wartawan, Kepala PJT I, Raymond Valiant Ruritan mengaku mengetahui alat tersebut tidak berfungsi ketika mengirimkan tim untuk memeriksa apakah bantuan tersebut masih digunakan atau tidak. “Dulu kami memberikan itu kepada pengurus RW23 Purwantoro,” katanya.

Mesin itu, memang digunakan untuk penerangan balai warga ataupun menghidupkan mesin penyiram otomatis dan keperluan lain. “Kami akan berkirim surat kepada kepada pengurus RW23 Purwantoro tentang bantuan dari kami tersebut termasuk memeriksa klausul perjanjiannya,” ungkap dia.

“Saat diserahkan itu dulu, ada klausul yang menyebutkan bahwa warga bersedia memanfaatkan bantuan CSR berupa pico hydro tersebut,” tambah Raymond, panggilannya. Ia mengaku mendengar ada pergantian pengurus RW23 Purwantoro. Namun, pergantian juga harus memperhatikan CSR yang diberikan.

“Pemberian CSR kepada RW23 Purwantoro bukan hanya dari PJT I saja, melainkan dari beberapa BUMN, tetapi dalam bentuk yang berbeda-beda,” tegasnya. Dikonfirmasi perihal itu, Ir. Bambang Irianto mengatakan bila CSR diberikan kepada lembaga. “Dalam hal ini RW23 Purwantoro, bukan pribadi Ketua RW,” ujarnya.  

“Sebab itu, segala hak dan kewajiban sebagaimana diatur dalam perjanjian antara pemberi bantuan dan penerima bantuan melekat pada lembaga yakni RW23 Purwantoro. Selain itu CSR bukan iklan, sehingga tidak ada biaya advertensi atas dipasangnya logo perusahaan,” ujar inisiator Kampung 3G tersebut. 

“Selama saya menjabat dulu, saya berusaha penuhi semua klausul perjanjian CSR dari pemberi seperti BUMN yang memang sangat ketat. Dengan cara sebaik – baiknya agar tidak terjadi permasalahan di kemudian hari karena bakal berbuntut hilangnya kepercayaan pemberi CSR,” tutupnya. (mar)

  • Editor : mar
  • Uploader : irawan
  • Penulis : marga
  • Fotografer : marga

KOMENTAR ANDA

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Jebol Gawang Arema, Titan Curi Perhatian

Gerakan Lokal

Polisi Temukan Ribuan Ekstasi saat Gerebek Rumah Ini

Elegan, Makanan Penutup Berbentuk Cerutu Kuba

Dewan Segera Panggil Dinas Terkait

VIDEO