Beli Alat Rekam Baru Untuk Percepatan Pelayanan e-KTP

  • 19-05-2019 / 15:59 WIB
  • Kategori:Kabupaten
Beli Alat Rekam Baru Untuk Percepatan Pelayanan e-KTP Pemohon e-KTP saat melakukan perekaman, di kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Malang. Mereka tampak antusias dan semangat. (M Firman/Malangpostonline.com)

KEPANJEN - Beragam upaya dilakukan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Dispenduk Capil), Kabupaten Malang untuk percepatan penyelesaian e-KTP. Tak sekadar melakukan sosialisasi, tapi juga  mengganti alat rekam yang rusak. Tahun ini, Dispenduk Capil membeli 25 alat rekam baru dan alat cetak. e-KTP baru. 

Kepala Dispenduk Capil, Sri Meicharini, mengatakan jika pembelian alat rekam dan alat cetak ini lantaran, banyak alat rekam dan alat cetak e-KTP yang rusak. Terutama di kecamatan-kecamatan.  "Kalau datanya ada di kantor saya tidak hafal," ungkapnya. Yang pasti menurut Rini begitu Sri Meicharini akrab dipanggil menyebutkan, salah satu alat rekam dan alat cetak  yang rusak di Kecamatan Pujon.

"Itu dilaporkan rusak sudah lama. Nach, tahun ini dapat ganti yang baru," ungkap Rini. Harapannya dengan adanya alat baru, proses perekaman pun berjalan maksimal dan cepat. Sehingga menurut Rini akan cepat menyelesaikan e-KTP di Kabupaten Malang.

"Pengadaan alat melalui proses lelang. Sudah dilakukan, barangnya juga sudah datang," ungkap Rini. Pengadaan 25 unit alat rekam dan alat cetak e-KTP ini pihaknya menganggarkan Rp 2.4 M.

Saat ini menurut Rini, alat rekam dan alat cetak tersebut sedang diinstal dan disetting, oleh penyedia barang dan Administrator Data Base (ADB) Dispenduk Capil. Dia menyebutkan, sebelum barang tersebut diserahtterimakan ke kecamatan-kecamatan, seluruh setingan alat harus sudah pas, atau sesuai dengan program e-KTP. Sehingga begitu diserahkan bisa langsung digunakan. 

"Sebetulnya kami mengajukan 33 untuk pengadaan alat ini. Namun demikian, hanya di setujui 25, dengan nilai anggaran Rp 2.4 M. Sedangkan sisanya kami ajukan lagi tahun depan," tambahnya. Rini menyebutkan jika rata-rata kondisi alat rekam dan alat cetak di kecamatan-kecamatan sudah banyak yang rusak. 

Ditanya jumlah warga yang belum melakukan e-KTP? Rini mengatakan masih cukup banyak. Namun demikian, pihaknya tidak mau menyerah, dan terus semangat. Bahkan, Dispenduk Capil juga siap jemput bola, jika ada warga yang kondisinya sakit dan belum melakukan perekaman e-KTP.

"Sosoalisasi juga kami lakukan hingga hingga tingkat RT/RW. Harapannya dengan terus melakukan sosialisasi ini, warga semakin sadar, dan mereka yang belum memiliki e-KTP bisa langsung datang ke Kecamatan atau kantor Dispenduk Capil untuk melakukan perekaman e-KTP," tandasnya.(ira)

  • Editor : bua
  • Uploader : irawan
  • Penulis : ira
  • Fotografer : Firman

KOMENTAR ANDA

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI