Jelang 22 Mei 2019

Polisi Stop Rombongan ke Jakarta

  • 19-05-2019 / 22:48 WIB
  • Kategori:Malang
Polisi Stop Rombongan ke Jakarta DICEGAH: Rombongan bus Plat AD 1528 AR berisi 18 orang dicegat polisi dan digiring ke Mapolres Malang Kota.

MALANG –Polisi mengamankan rombongan bus yang disinyalir akan berangkat ke Jakarta, Minggu (19/5) kemarin. Polisi merasa perlu mencegah warga Malang ke Jakarta, karena disinyalir tanggal 22 Mei ada gerakan People Power. Hanya saja, rombongan yang hendak ke Jakarta itu mengaku hanya ingin berkumpul dengan rekan-rekannya di Jakarta.

Rombongan di atas bus bernomor polisi AD 1528 AR dihentikan di Jalan Puncak Borobudur. Di sekitar kawasan SMAN 9 Malang, oleh petugas gabungan Polres Makota, TNI dan Satpol PP.

Bus tersebut berisi 18 orang kemudian digiring ke Polres Malang Kota. H. Maskur SH, perwakilan dari kelompok ini, mengatakan bahwa keberangkatan ini adalah keinginan untuk bertemu rekan-rekannya di Jakarta.

“Jamaah berkeinginan lama bertemu dengan teman-temannya di Jakarta, sebagian sudah berangkat. Setelah mau berangkat tadi, kendaraan ini diarahkan ke sini (Polres Makota). Saya tanya, ada apa bus ini dibawa ke kantor polisi, katanya situasi di Jakarta membahayakan,” papar Maskur kepada wartawan, Minggu sore kemarin.

Pria yang juga pengacara serta anggota organisasi profesi advokat tersebut, mengatakan bahwa penggiringan bus ke kantor polisi ini, tidak beralasan. Sebab, Maskur menjamin orang-orang yang berangkat ke Jakarta ini, tidak akan merusak situasi dan kondisi yang sedang panas di Jakarta.

“Orang-orang tidak ingin merusak situasi di sana, kami hanya mau datang saja,” ujar Maskur. Menurut Maskur, sampai Minggu malam kemarin, rombongan masih berada di Polres Malang Kota.

Para jamaah, berbuka puasa di Polres Makota dan makanan berbukanya disediakan oleh petugas. Wartawan sendiri, dilarang untuk masuk ke Polres Makota dan hanya bisa memantau dari luar situasi di dalam halaman kantor polisi.

Sementara itu, Kapolres Makota, AKBP Asfuri memaparkan kepada wartawan bahwa penggiringan bus dan penumpangnya ke kantor polisi, merupakan upaya preventif agar warga Malang Kota, tidak terlibat rencana kelompok yang ingin membuat kisruh pada 22 Mei 2019.

“Ini adalah langkah antisipasi dari TNI-Polri dan Pemkot Malang, bahwa saya ingin menjaga keselamatan masyarakat, agar tidak hadir ke Jakarta. Karena, banyak informasi yang berkembang, ada ancaman potensi teroris yang akan mencoba mengebom saat 22 Mei 2019,” jelas Asfuri.

Karena itu, Asfuri menyebut bus dan jamaahnya dibawa ke Polres Malang Kota, sebagai bentuk perhatian atas keselamatan masyarakat Malang Kota. Tak hanya pemeriksaan di jalur jalan biasa, tim operasi gabungan memeriksa di semua stasiun, terminal, serta tapal batas Kota Malang. Dia mengimbau masyarakat yang ingin berangkat ke Jakarta dan mengikuti gerakan tersebut, agar mengurungkan niatnya.

“Ini inisiatif menjaga masyarakat Kota Malang, menjaga keselamatan dan keamanan bersama, agar masyarakat Kota Malang tak ada yang ke sana. Karena, gerakan people power ini adalah tindakan inkonstitusional,” tambah Asfuri.(fin/ary)

  • Editor : ary
  • Uploader : abdi
  • Penulis : fin
  • Fotografer : ya

KOMENTAR ANDA

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI