Mutilasi Pasar Besar Malang

Darah Korban Sempat Muncrat, Sugeng Ternyata Berbohong

  • 20-05-2019 / 11:12 WIB
  • Kategori:Hukum Kriminal
Darah Korban Sempat Muncrat, Sugeng Ternyata Berbohong RILIS: Polres Malang Kota, mendapatkan petunjuk baru yang mengarahkan Sugeng sebagai tersangka pembunuhan.(Fino Yudistira/Malangpostonline.com)

MALANG - Analisa pakar Grafolog Yosandi LS seperti yang disampaikan pada Malang Post sebelumnya tepat sasaran dalam membuat profiling hasil tulisan Sugeng “Rombeng” Santoso, 49, gelandangan Pasar Besar Malang tersangka kasus mutilasi. Hari pertama kasus ini viral, Yosandi sudah menganalisa ciri-ciri dan perilaku penulis tulisan yang tercecer di lokasi tubuh termutilasi.

Yosandi menyebut penulis tersebut pandai berbohong secara lisan. Hasil penyidikan terbaru Polres Malang Kota, dan bukti serta fakta-fakta mengarah bahwa Sugeng berbohong pada awal penangkapannya di Jalan Laksamana Martadinata depan klenteng.

“Bukti dan  fakta mengarah bahwa kasus ini diawali dengan pembunuhan baru mutilasi, berbeda pengakuan awal, alias berbohong,” ujar Kapolres Malang Kota, AKBP Asfuri kepada Malang Post dalam rilis di halaman Polres Jalan JA Suprapto, Kota Malang, Senin pagi.

Pelaku mengaku bertemu korban 7 Mei 2019. Awalnya, dia hanya menunggui korban yang sakit dan sekarat, serta diberi amanat dan bisikan gaib untuk memutilasi korban setelah wanita dengan perkiraan usia 30-an setelah meninggal secara wajar, tiga hari kemudian.

Ternyata, tidak demikian ceritanya berdasarkan bukti yang ditemukan oleh polisi. Kaos korban yang ditemukan di TKP Pasar Besar, terdapat muncratan darah di sekitar dada dan bagian kerah.

“Kalau pelaku memotong leher korban tiga hari setelah meninggal, tidak akan ada banyak ceceran darah. Tapi, ada barang bukti kaos korban yang terdapat ceceran darah di bagian kerah dan dada kaos. Itu tanda korban masih hidup ketika lehernya terbuka sehingga darah segar muncrat,” tandas Asfuri.

Pelaku kini dijerat pasal 338 KUHP tentang pembunuhan dengan ancaman hukuman minimal 15 tahun penjara.(fin/nun)

  • Editor : Husnun
  • Uploader : slatem
  • Penulis : fin
  • Fotografer : fin

KOMENTAR ANDA

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Jebol Gawang Arema, Titan Curi Perhatian

Gerakan Lokal

Polisi Temukan Ribuan Ekstasi saat Gerebek Rumah Ini

Elegan, Makanan Penutup Berbentuk Cerutu Kuba

Dewan Segera Panggil Dinas Terkait

VIDEO