Wali Kota Malang Dukung Perbaikan PDAM

  • 21-05-2019 / 14:37 WIB
  • Kategori:Malang
Wali Kota Malang Dukung Perbaikan PDAM Humas Pemkot for Malang Post

MALANG-Wali Kota Malang, Sutiaji bersama Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Malang, Wasto melakukan kunjungan mendadak ke kantor PDAM Kota Malang, Selasa (21/5). Pada kunjungan tersebut, keduanya mendorong perubahan positif yang akan dilakukan PDAM dari waktu ke waktu. 

"Sejauh ini, yang saya dengar dan lihat, sudah ada perbaikan perbaikan positif di PDAM,  "ujar Sutiaji dihadapan jajaran Direktur dan Manajemen PDAM Kota Malang. 

Ia menilai, perubahan positif tereebut salah satunya diukur dari jumlah aduan (keluhan) secara kuantitatif sudah menurun. "Namun, jangan terlena. Sebab, ini juga masih awal. Perjalanan ke depan masih panjang," jelas dia.

Pria berkacamata tersebut menambahkan, status PDAM telah menjadi Perumda dan telah memiliki sistem yang berjalan dan terbangun dengan baik. "Ini modal, jadi harusnya bisa menjadi titik loncat bagi kemajuan Perumda Air Minum Kota Malang," kata dia. 

Pada kesempatan tersebut, Sutiaji menambahkan, menghadapi Hari Raya Idul Fitri mendatang, pihaknya berharap, tidak ada permasalahan terhadap air. "Mudah-mudahan, tidak ada kebocoran dan tidak ada air macet," papar dia. 

Sementara itu, Dirut PDAM Kota Malang, M. Nor Muhlas menyatakan ketersediaan air di Kota Malang dipastikan aman. "Ketersediaan air baku mencukupi untuk layanan selama liburan hari raya idul fitri nanti," papar dia.

Ia menambahkan, untuk memaksimalkan air tanah, PDAM Kota Malang akan bor empat titik baru di kawasan Tlogomas, Betek, Tidar, dan Jalan Bulutangkis. Tahun ini, Tlogomas menjadi salah satu titik yang paling diutamakan. "Saat ini, sudah ada delapan titik sumur bor. Yakni di Tlohomas, Dieng, Tidar dan Supit Urang, Masing-masing memiliki dua titik," papar dia. 

Dengan rencana pembangunan tersebut, diharapkan kebutuhan masyarakat akan air bersih dapat terpenuhi secara maksimal. "Pengembangan ini untuk optimalisasi dengan penambahan jumlah untuk estimasi 50 ribu SR (sambungan rumah) selama lima tahun, artinya ada 20 SR setiap tahunnya. Dan Tlogomas tahun ini paling diutamakan, karena memang titik utama," kata dia. 

Lebih lanjut, dia menyampaikan, saat ini PDAM mulai mengkaji kembali pemanfaatan air permukaan. Karena seiring bertambahnya jumlah penduduk, maka kebutuhan air akan semakin tinggi dan itu menuntut PDAM berinovasi untuk tidak terlalu tergantung dengan daerah lain dan lebih mandiri. "Sudah kami lakukan uji pra SF di kali rolak dan pertemuan kali wendit dan kalisari. Akan kami lihat dulu dampak sosial dan ekonominya, untuk kemudian dapat benar-benar terealisasi untuk jangka panjang," pungkas dia.(tea)

  • Editor : bua
  • Uploader : slatem
  • Penulis : tea
  • Fotografer : ist

KOMENTAR ANDA

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Menhan: Lebih Aman, Tidak Ada Chaos Usai Putusan MK

Divonis 5 Bulan, Vanessa Menerima, JPU Pikir-pikir

Ini Lho, Beda Safety dan Defensive Riding

Berkendara di Daerah Macet, Perhatikan Oli

VIDEO