Pemkot Malang Akan Maksimalkan Liponsos dan Lakukan Pendataan Gelandangan

  • 21-05-2019 / 14:52 WIB
  • Kategori:Malang
Pemkot Malang Akan Maksimalkan Liponsos dan Lakukan Pendataan Gelandangan

MALANG-Pemerintah Kota (Pemkot) Malang akan melakukan identifikasi terhadap tuna wisma atau gelandangan. Hal tersebut dilakukan pasca insiden mutilasi di Pasar Besar yang melibatkan gelandangan. Selain itu, Pemkot Malang juga akan memaksimalkan fungsi Lingkungan Pondok Sosial (Liponsos).

Hal tersebut diungkapkan oleh Wali Kota Malang, Suatiji. Pendataan gelandangan tersebut, sebenarnya sudah dilakukan jauh sebelum insiden tersebut terjadi. "Itu tanggungjawab pemerintah, bukan karena ada kasus baru kami lakukan tindakan. Sebelum itu sudah kami lakukan," terang dia.

Pria berkacamata itu menjelaskan, sebelum memiliki Liponsos dan tempat pembinaan khusus di Kampung Topeng, gelandangan dan pengemis yang terjaring razia selalu dititipkan ke Sidoarjo. "Namun sekarang, kita sudah memiliki pusat pembinaan sosial sendiri, maka gelandangan dan gepeng dibina sendiri oleh Dinas Sosial," kata dia. 

Melalui Liponsos dan Kampung Topeng, seluruh gelandangan akan diberi bekal dan pelatihan untuk mandiri. Di sana, ada beberapa program pendampingan agar warga tersebut tidak lagi turun ke jalanan. "Mengubah mindset sangat tidak mudah. Perlu ketelatenan dan kesabaran agar jalanan tidak lagi menjadi tujuan mereka," papar dia. 

Selain menyediakan Liponsos dan pembinaan khusus secara sosial, ekonomi, dan pendidikan di Kampung Topeng, Sutiaji menjelaskan jika Pemkot Malang memiliki Peraturan Daerah yang mengatur tentang gelandangan dan gepeng. Satu diantaranya berkaitan dengan memberikan uang saat di jalan atau lampu merah. "Termasuk saat di jalanan memberi uang pada pengemis atau gelandangan sudah ada aturannya, baik yang diberi atau memberi ada pasalnya," imbuh dia. 

Sehingga dia berharap, masyarakat turut menjadi bagian untuk membersihkan perilaku masyarakat yang masih bertahan di jalanan. Karena bukan hanya lantaran ketidakmampuan ekonomi saja, warga yang turun ke jalanan beberapa juga dikarenakan belum memiliki mindset untuk mandiri secara ekonomi. "Dulu kan belum ada Liponsos, sekarang kami sudah punya. Dibina di sana dan diberi bekal ilmu agar mindset untuk kembali ke jalanan itu berubah," tandas dia.(tea)

  • Editor : bua
  • Uploader : slatem
  • Penulis : tea
  • Fotografer : tea

KOMENTAR ANDA

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI