Ratusan Peserta Gagal PPDB Jalur Zonasi, Dinas Pendidikan Menuai Protes

  • 23-05-2019 / 20:29 WIB
  • Kategori:Sekolah
Ratusan Peserta Gagal PPDB Jalur Zonasi, Dinas Pendidikan Menuai Protes PPDB jalur zonasi tingkat SMP diumumkan. Yasmine, peserta PPDB jalur zonasi yang gagal masuk SMP Negeri.

MALANG - PPDB jalur zonasi tingkat SMP diumumkan, dan ada ratusan peserta tak diterima yang kecewa hingga menangis, Kamis (23/5).

Mereka tak terima dengan akurasi jarak yang berpatok pada ‘google map’ yang dinilai tidak sesuai dengan jarak ‘real’ mereka dengan sekolah.

“Saya dari Mergan jaraknya sekitar 1500 meter kalau di SMPN 6 tadi sudah tidak diterima terus ini di SMPN 8 juga tidak diterima,” kata salah satu peserta tak lolos seleksi PPDB jalur zonasi tingkat SMP Yasmine, sambil terisak.

Menurut ibunya, Yasmine merupakan siswi berprestasi baik itu di bidang akademik maupun non akademik. Pihaknya menyampaikan keluhan terkait sosialisasi PPDB Zonasi yang dinilai belum menjangkau semua kalangan, sehingga masih timbulkan kesimpangsiuran.

“Kami sejak awal pesimis ikut jalur prestasi, meskipun dia punya piagam penghargaan banyak. Jadi pilih lewat zonasi dan ternyata kalah dengan yang lain,” ungkap Ibu Yasmine.

Lebih lanjut, Ibu Yasmine juga sampaikan kekecewaannya dengan PPDB jalur zonasi yang kuotanya mencapai 90 persen.

Menurutnya, itu sangat tidak adil karena para orang tua telah susah payah mendorong anaknya untuk belajar giat untuk dapatkan nilai yang baik. Bahkan tak sedikit yang merogoh kocek dalam untuk ikuti bimbingan belajar.

“Kalau ujung-ujungnya hanya berdasar nilai ya nggak perlu ada Ujian Nasional, tahu gini ya nggak perlu susah-susah belajar. Karena kalah sama yang rumahnya dekat dengan sekolah,” lanjutnya kesal.

Yasmine adalah salah satu peserta PPDB tingkat SMP pada zona I yang melingkupi kelurahan Oro-oro Dowo, Gading Kasri, Bareng, Tanjungrejo, Kauman, dan Kiduldalem. Mereka yang tak diterima mengungkapkan kekecewaan mereka usai melihat pengumuman.

“Tadi saya lihat yang diterima 90 persen dari SD Bareng semua, rumah saya di Sukun jaraknya 652 meter dari SMP 6 tapi tidak diterima,” ungkap salah satu orang tua peserta Yuni.

Sementara itu, pada hari terakhir pendaftaran PPDB tingkat SMP jalur zonasi tersebut juga sudah menuai protes dari para orang tua peserta. Setidaknya hingga pada Rabu (22/5) malam, terdapat ratusan peserta mendatangi Kantor Dinas Pendidikan Kota Malang.

Umumnya mereka melaporkan masalah terkait administrasi persyaratan pendaftaran, namun juga terdapat orang tua peserta PPDB yang sampaikan keberatan terkait bolehnya siswa asli Kabupaten namun lulusan sekolah Kota, yang diperbolehkan ikut PPDB zonasi Kota Malang.

“Rangking anak saya sudah tergeser jauh dari pagu, kalah sama anak Kabupaten yang jaraknya memang lebih dekat dengan sekolah,” kata Nura.

Nura yang rumahnya berada di Pisang Candi Kecamatan Sukun itu, menyampaikan ada seorang temannya miliki KK Kabupaten tapi lulusan SD di Kota dan masuk zona VII SMP 15.

Setelah datanya diinput ke server pada hari pertama sampai kedua sudah urutan 400 sekian. Kemudian sampaikan protes ke Dindik dan akhirnya masuk rangking 100 sekian.

“Kenapa yang diutamakan bukan warga Kota dulu yang sudah jelas-jelas masuk pemetaan zonasi. Kesannya justru merugikan warga Kota yang jauh dari lingkungan sekolah,” sambungnya.

Pengumuman PPDB tingkat SMP jalur zonasi dilakukan setelah dilakukan proses pendaftaran selama tiga hari. Selain diumumkan pada SMP tujuan peserta, seharusnya hasil seleksi PPDB jalur zonasi bisa diakses melalui ppdb.dispedik.id. Namun, hingga artikel ini ditulis laman tersebut masih belum bisa diakses. (mg3/bua)

  • Editor : bua
  • Uploader : slatem
  • Penulis : Inasa
  • Fotografer : Ipunk

KOMENTAR ANDA

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Jebol Gawang Arema, Titan Curi Perhatian

Gerakan Lokal

Polisi Temukan Ribuan Ekstasi saat Gerebek Rumah Ini

Elegan, Makanan Penutup Berbentuk Cerutu Kuba

Dewan Segera Panggil Dinas Terkait

VIDEO