Tunggakan Reklame

OPPO Dipanggil Lagi

  • 24-05-2019 / 22:49 WIB
  • Kategori:Malang
OPPO Dipanggil Lagi

MALANG- Total tunggakan pajak reklame OPPO Malang senilai Rp 388 juta. Badan Pelayanan Pajak Daerah (BP2D) Kota Malang mencatat, nilai ini berasal dari 94 titik yang tersebar di seluruh kecamatan Kota Malang. Atas tunggakan itu, OPPO bakal dipanggil lagi oleh DPRD Kota Malang, bersama BP2D.

Kepala BP2D Kota Malang Ir Ade Herawanto menjelaskan kembali jika tunggakan pajak reklame ini merupakan tagihan yang membendung sejak 2018 lalu. Total utuhnya adalah Rp 388,117 juta. Terdiri dari tunggakan pajak reklame Rp 379,1 juta dan jaminan bongkar (jabong) Rp 8,99 juta.

“Untuk tindakan yang saat ini tengah dilakukan kita bertahap dulu. Layangan surat dulu sebanyak tiga kali. Surat peringatan sudah dilayangkan tahun lalu. Namun jika tidak ada itikad baik hingga tahun ini bisa dilakukan penyegelan,” papar Ade.

Ditegaskannya, jika tidak kunjung datang dan membayarkan tunggakkan tersebut upaya hukum pun bisa ditempuh untuk menindak. Hal ini ditegaskannya pasalnya BP2D Kota Malang sudah meneken kerja sama dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI dalam hal penegakan pajak daerah.

Sebagai tindak lanjut atas nota kesepahaman yang dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Malang bersama KPK RI, dalam program Optimalisasi Pendapatan Daerah dan Penertiban Barang Milik Daerah. 

"Selama lima tahun terakhir, kami sifatnya lebih pada sosialisasi. Tetapi memasuki tahun penegakan hukum, kami bekerja sama dengan aparat terkait. Baik itu kejaksaan, kepolisian, dan terbaru dengan KPK. Jika ada wajib pajak (WP) yang bandel, maka akan dipidanakan," pungkas pria yang juga akrab disapa Sam Ade d’Kross ini.

Sementara itu PR Manager OPPO Indonesia Aryo Meidianto mengatakan pihaknya masih melakukan sinkron data akan titik-titik pajak reklame yang bermasalah tersebut. Ia menegaskan harus mengetahui terlebih dahulu kejelasan data dan laporan yang didapat soal pajak tersebut.

Hingga kemarin pun, manajemen OPPO Malang masih berkoordinasi soal hal ini. Data yang dimiliki BP2D Kota Malang akan dicocokkan dengan data outlet yang dimiliki oleh OPPO sendiri.

“Mohon bantuannya juga. Kita butuh waktu untuk mengecek itu. Jika memang ada yang belum tentu akan kami selesaikan,” tegasnya saat dikonfirmasi.

Masalah soal tunggakan pajak ini juga menjadi perhatian Komisi B DPRD Kota Malang. Anggota Komisi B DPRD Kota Malang Lookh Makhfudz menjelaskan akan segera memanggil pihak OPPO Malang untuk mengetahui duduk permasalahan yang ada berkaitan dengan pajak.

Lookh menjelaskan hal ini jika benar adanya merupaka hal yang sangat disayangkan, karena menjadi bukti kebocoran PAD di sektor pajak.

“Nah, BP2D ini tahun 2019 ditarget sekitar Rp 500 M lho. Kalau dari OPPO saja ada Rp 300 juta, kan ini bisa menjadi pemasukan yang besar. Saya pikir ini harus diseriusi,” tegas Politisi PAN Kota Malang ini.

Ia menegaskan kembali pihaknya akan melakukan pemanggilan paling lambat Hari Rabu (29/5) minggu depan. Karean surat pemanggilan dalam masih akan dilayangkan.

Wakil rakyat dari Dapil Kedungkandang ini menambahkan pihaknya akan melakukan pengecekka sendiri terkait potensi-potensi pajak yang “luput” dari pengawasan seperti OPPO ini.

Dikatakannya, Komisi B DPRD Kota Malang akan meminta data riil terkait wajib pajak mana saja yang bandel dan titik pajak apa saja yang masih perlu ditingkatkan pembayaran pajaknya agar lebih disiplin. Pasalnya hal ini jika tidak diawasai bisa berbuah kasus seperti OPPO.

“Ya nanti kita minta data lengkapnya, ini jadi pelajaran, Nanti kita panggil juga BP2D,” pungkas Lookh.

Sementara itu, belum lama ini beredar sebuah pernyataan permintaan maaf secara elektronik dari manajemen OPPO terkait acara buka bersama dengan sajian miras belum lama ini. Permohonan maaf ini berisikan pernyataan maaf OPPO atas kejadian 14 Mei 2019 lalu.

Dijelaskan pula, dalam surat permintaan maaf yang ditandatangani PR Manager OPPO Indonesia Aryo Meidianto ini, bahwa OPPO tidak bermaksud menyinggung pihak manapun dan mengakui jika OPPO bersalah dalam kejadian itu.

Meski begitu surat ini tidak jelas ditujukkan kepada siapa. Alias permintaan maaf tidak ditujukan pada siapapun bahkan pada warga Kota Malang pun tidak ada. Hanya saja diakhir surat dituliskan bahwa OPPO berterimakasih atas pengertian, pemberian maaf dan dukungan warga Malang.

Malang Post juga menelusuri jika pernyataan maaf ini tidak tertera atau terpublish di akun medsos resmi OPPO Indonesia juga OPPO Malang.

Meski begitu sebelumnya, PR Manager OPPO Indonesia Aryo Meidianto mengatakan akan melakukan permintaan maaf secara terbuka dan ditujukan langsung kepada warga Kota Malang di Hari Minggu 26 Mei mendatang.

“Atas permintaan wali kota, kami akan buat acara khusus. Kami undang rekan-rekan media akan tersiar secara terbuka. Kita undang juga anak yatim, sekalian kita memberikan santunan. Ini upaya kami meminta maaf secara terbuka,” pungkasnya.(ica/ary)

Editor : Ary
Uploader : abdi
Penulis : ica
Fotografer : ya

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU