Pembobol Pabrik Beton Ditangkap, Dua Temannya Kabur

  • 25-05-2019 / 16:22 WIB
  • Kategori:Hukum Kriminal
Pembobol Pabrik Beton Ditangkap, Dua Temannya Kabur Tersangka Miftahur Rohman ketika diamankan petugas Polsek Turen.

MALANG - Satu dari tiga pelaku pencurian di pabrik beton cor Turen Grup Indah, Desa Talangsuko, Turen, berhasil diamankan Polsek Turen, Sabtu (25/5) dini hari. Tersangkanya Miftahur Rohman, 25, warga Desa Bakalan, Bululawang. Ia ditangkap setelah hampir sebulan ini menjadi buruan polisi.

"Untuk dua pelaku lainnya, masih kami buru. Identitas sudah kami kantongi, tinggal mencari keberadaannya," ujar Kanitreskrim Polsek Turen, Iptu Soleh Mashudi.

Diperoleh keterangan, aksi pencurian terjadi pada 29 April lalu. Tersangka Miftahur Rohman serta dua temannya yang kabur, beraksi pada tengah malam. Modus operandinya dengan memanjat dinding pagar pabrik.

BACA JUGA:

"Dari ketiga pelaku pencurian, dua orang pelaku yang kabur diketahui merupakan karyawan pabrik tersebut. Sedangkan tersangka yang kami amankan ini, adalah temannya. Saat beraksi mereka memiliki peran masing-masing," jelas mantan Kanitreskrim Polsek Dampit ini.

Ketika berada di dalam area pabrik, para pelaku lantas beraksi. Sasarannya adalah mesin penggerak paving berupa dinamo. Dari dua buah mesin penggerak, satu mesin yang berhasil dibawa kabur pada saat itu.

Sedangkan satu mesin lagi, gagal dibawa kabur. Meskipun oleh para pelaku sudah dibongkar dan berpindah tempat dari lokasi awalnya. Tetapi karena takut ketahuan, mereka meninggalkannya.

Terungkapnya aksi pencurian, bermula dari laporan pihak perusahaan ke Polsek Turen. Korban melapor setelah mengetahui terjadi pencurian mesin penggerak di pabriknya. Berdasarkan laporan itulah, polisi lantas menyelidikinya.

Hasilnya, tersangka diamankan saat hendak beraksi mencuri lagi di cabang pabrik beton yang ada di Desa Sudimoro, Bululawang. Sementara dua temannya berhasil meloloskan diri, setelah aksinya kepergok.

"Barang bukti yang kami amankan dari tersangka Miftahur Rohman ini, adalah beberapa kunci yang dijadikan alat untuk mencuri," jelasnya.(agp)

  • Editor : bua
  • Uploader : slatem
  • Penulis : agp
  • Fotografer : agp

KOMENTAR ANDA

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Menhan: Lebih Aman, Tidak Ada Chaos Usai Putusan MK

Divonis 5 Bulan, Vanessa Menerima, JPU Pikir-pikir

Ini Lho, Beda Safety dan Defensive Riding

Berkendara di Daerah Macet, Perhatikan Oli

VIDEO