SD Insan Amanah Gembirakan Ratusan Yatim dan Duafa

  • 25-05-2019 / 21:19 WIB
  • Kategori:Sekolah
SD Insan Amanah Gembirakan Ratusan Yatim dan Duafa TERIMAKASIH: Siswa SD Insan Amanah memberikan paket zakat dan sembako kepada saudara mereka dari keluarga yang kurang mampu.

MALANG - Wajah berseri tampak dari ratusan anak-anak yatim dan anak-anak dari keluarga kurang mampu saat menerima bingkisan dari SD Insan Amanah. Mereka diundang oleh sekolah di Jalan Sukarno Hatta Komplek Griya Santa ini, untuk menghadiri acara pentasarufan zakat dan sodaqoh, Sabtu (25/5) tadi sore. 

Masing-masing mendapat satu paket parcel yang berisi sembako, alat tulis dan beras zakat fitrah. Wajah berseri mereka seakan menjadi penyejuk dalam acara yang berlangsung khidmat tersebut. 

Kehadiran 130 anak dari Sekolah Dasar se Kecamatan Lowokwaru ini menjadi kebahagian tersendiri bagi keluarga besar SD Insan Amanah. Terlebih di Bulan Suci Ramadan yang penuh berkah ini, guru, siswa dan orang tua siswa SD Insan Amanah ingin berbagi kebahagiaan dengan menyantuni anak yatim dan kaum duafa.

Hal itu diungkapkan oleh Yakmun Taufik, M.Pd.I., selaku Waka Keislaman. Ia mengatakan, kegiatan pentasarufan zakat, infaq dan sodaqoh, menjadi agenda rutin SD Insan Amanah setiap Bulan Ramadan. Ratusan anak yatim dan kaum duafa selalu diundang untuk menerima santunan dalam acara tersebut.  “Kami ingin mendapat berkah dari Allah melalui kegiatan ini, semoga dari doa anak-anak dan orang-orang yang kami undang menjadi keberkahan buat kami semua,” ucapnya kepada Malangpostonline.com. 

BACA JUGA: 

Taufik menuturkan, tahun ini lebih dari 300 paket zakat dan sembako yang terkumpul dari orang tua siswa. Adapun teknis pembagiannya dibagi menjadi empat kategori. 

Pertama paket parsel sembako. Kedua parsel sembako dan tas. Ketiga parsel sembako dan beras enam kilogram. Dan yang keempat, merupakan anak-anak yatim dan dari keluarga tidak mampu. Mendapatkan paket sembako, beras zakat, alat tulis dan uang saku sebesar 100 ribu rupiah per anak. “Kami berharap memberikan manfaat bagi mereka,” ujar Taufik. 

Taufik menjelaskan pentasarufan zakat merupakan sebuah acara dalam mendidik siswa tentang salah satu rukun islam, yakni menunaikan zakat yang ditunaikan dalam bulan Ramadan. 

Di sisi lain kata dia, kegiatan ini sebagai upaya guru menumbuhkan jiwa sosial siswa SD Insan Amanah agar memiliki rasa empati pada sesama. “Bingkisan parselnya merupakan karya anak-anak sendiri, agar ada kesungguhan dalam diri mereka,” terangnya. 

Terkait jumlah paket zakat dan sembako yang begitu banyak, Taufik merasa bersyukur. Menurutnya, hal tersebut karena semangat dan dukungan orang tua siswa yang sangat luar biasa.

Padahal kata dia, sekolah hanya memberikan himbauan saja. Bukan mewajibkan. Toh ternyata, respon wali siswa begitu besar dalam mendukung program sekolah. “Nilai kepercayaan orang tua sangat tinggi. Maka kami tidak mau main-main, amanah mereka harus dilaksanakan dengan sebaik-baiknya,” tuturnya. 

SD Insan Amanah bertekad menjadikan anak didiknya menjadi generasi hebat. Oleh karena itu, ide-ide hebat pun diwujudkan dalam bermacam program inovatif.

Termasuk diantaranya pentasarufan zakat. Program ini menjadi agenda keislaman yang diharapkan mampu menumbuhkan jiwa yang penuh syukur dalam dari peserta didik. “Kami ingin kegiatan ini menjadi momentum kebersamaan yang mengandung pelajaran bagi anak-anak kami. Sehingga mereka merasakan apa yang dirasakan oleh teman-temanya yang tidak seberuntung mereka,” ucap Kepala SD Insan Amanah, Suhardini Nurhayati, M.Pd. 

Sikap syukur itulah yang menjadi kekuatan agar siswa-siswi SD Insan Amanah memiliki jiwa sosial yang tinggi. Yaitu peduli kepada sesama. “Memang tidak bisa hanya sekali dua kali, butuh proses dan pembiasaan agar karakter tersebut terbentuk dengan kuat,” pungkasnya. (imm)

  • Editor : bua
  • Uploader : slatem
  • Penulis : Imam W.
  • Fotografer : Imam W.

KOMENTAR ANDA

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI