Gerindra Kumpulkan Bukti dan Cari Saksi

Lindungi Saksi Gugatan Pemilu!

  • 25-05-2019 / 22:20 WIB
  • Kategori:Malang
Lindungi Saksi Gugatan Pemilu!

MALANG-Semua saksi yang bakal dihadirkan dalam sidang gugatan hasil Pemilu di Mahkamah Konstitusi (MK) harus dilindungi. Sebab rawan keamanan dan keselamatan saksi

apalagi berkaitan dengan politik. Sementara Gerindra Kabupaten Malang mulai mendata saksi dan bukti-bukti kecuangan Pemilu.

Pakar Hukum Tata Negara UMM Dr. Sulardi mengingatkan saksi pada gugatan ke MK berhak mendapat perlindungan. Ini pun sesuai UU No 31 Tahun 2014  tentang Perlindungan Saksi dan Korban. Bahkan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) bisa  mengamankan saksi pada tempat khusus. Tujuannya agar terhindar dari ancaman dan intervensi.

Saksi pun berhak meminta perlindungan dari aparat hukum. Ini jika memiliki alasan yang tepat terkait situasi yang mengancam. Baik itu saksi faktual maupun saksi ahli akan mendapat hak yang sama selama proses peradilan.

Menurut Sulardi, meskipun terdapat fakta ratusan petugas KPPS meninggal dengan penyebab yang belum pasti pada Pemilu lalu, seharusnya tak membuat mereka merasa terancam.

“Untuk para saksi faktual harus berani, meskipun ada fakta meninggalnya petugas KPPS yang belum jelas penyebabnya. Karena memang mereka dilindungi  undang-undang,” tegasnya. 

Seperti diberitakan sebelumnya, kubu pasangan capres-cawapres Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menggugat hasil Pilpres ke MK, Jumat (24/5) malam. Saat mendaftarkan gugatan, tim hukum capers 02 itu dipimpin Bambang Widjojanto. Dalam proses pendaftaran sengketa ke MK, Bambang yang akrab disapa BW merasa dihambat. Dia merasa kesulitan untuk sampai ke MK untuk mendaftarkan gugatan tersebut.

Sementara itu, pakar hukum dan politik UMM, Muhammad Najih, Ph.D mengatakan langkah mengugat ke MK merupakan upaya yang tepat. “Karena ini adalah langkah yang konstitusional, mengikuti UU 7 tahun 2017 tentang Pemilihan Umum,” ungkap pakar hukum UMM Muhammad Najih, Ph.D.

Untuk melaju pada ranah MK, tentunya kubu capres 02 harus sertakan bukti dan juga persiapkan saksi serta saksi ahli. Sesuai UU 31 tahun 2014, saksi berhak atas rasa aman dan diperbolehkan untuk tak mempublikasikan identitasnya.

“Menurut saya itu bergantung pada saksi. Mereka berhak untuk tidak menunjukkan identitasnya dan keamanan mereka memang telah dijamin UU,” jelasnya.

Saksi menurut dia, kunci dari perkara yang digugat. Berhubungan langsung dengan sengketa yang sedang berlangsung.  

“Untuk keamanan, saksi juga bisa meminta perlindungan dari Komisi Perlindungan Saksi dan Korban (KPSK). Itu berlaku untuk saksi baik dari pihak penggugat, tergugat, maupun pihak terkait,” tandasnya.

Tak hanya bagi para saksi, pada persoalan sengketa semacam ini para pengacara yang menjadi bagian dari penegak hukum juga harus dilindungi. Mereka berhak meminta perlindungan jika benar terdapat ancaman.

“Untuk para lawyer diatur dalam UU advokat, mereka berhak meminta perlindungan keamanan sebagai salah satu instrumen penegak hukum,” kata dia.

Lebih lanjut menurut Najih, adanya fakta Pemilu terkait dengan meninggalnya ratusan petugas KPPS, kemungkinan besar akan menjadi argumen dalam gugatan yang diajukan ke MK. Meskipun demikian masih membutuhkan kajian lebih lanjut, apakah benar kematian para petugas KPPS berhubungan langsung dengan Pilpres atau tidak.

Gerindra Kabupaten Inventarisir Bukti dan Saksi

Sejumlah saksi dan berkas bukti dugaan pelanggaran Pilpres, mulai disiapkan kubu Prabowo – Sandiaga. Selain Badan Pemenangan Nasional (BPN) pusat, Badan Pemenangan Daerah (BPD)  Prabowo-Sandiaga juga mengiventarisir saksi serta bukti.

Ketua DPC Gerindra Kabupaten Malang, Chusni Mubarok, SH, MM  mengatakan, dari awal pihaknya sudah menginventarisir dan merumuskan bukti dan saksi. Beberapa kendala yang ditemukan selama tahapan Pilpres, sedang diinventarisir.

"Sedang kami inventarisir dan rumuskan soal itu (saksi dan bukti, red). Mana saja temuan pelanggaran yang masuk dalam materi gugatan ke MK," ungkap Chusni Mubarok.

Chusni yang juga anggota BPN Prabowo - Sandi ini, mengatakan bahwa di beberapa titik daerah, tim pemenangan Paslon 02 menolak menandatangani hasil rekap perhitungan suara. Baik rekap di tingkat kecamatan ataupun kabupaten, dengan mengisi formulir keberatan.

Alasan penolakan penandatanganan hasil rekap, karena secara nasional diketahui ada kecurangan. Baik pada saat perhitungan, ataupun jumlah pemilih yang hadir. Menurutnya ada kejanggalan antara daftar pemilih tetap (DPT) dengan hasil perolehan suara.

Lantas apakah saksi dan bukti tersebut berasal dari Kabupaten Malang?  Chusni menegaskan, bahwa inventarisir saksi dan bukti yang dibawa ke Jakarta adalah tingkat nasional untuk wilayah Jawa Timur. Secara tegas, Chusni menyampaikan bahwa hasil rekap di Jatim juga tidak ditandatangani karena diduga ada kecurangan.

"Karena saya ini anggota BPN, jadi tidak bisa menjawab kalau terkait Kabupaten Malang. Takut salah menjawab. Mungkin bisa menanyakan langsung pada Pak Unggul, Ketua Badan Pemenangan Kabupaten Malang," jelasnya.

Sementara itu Ketua BPD Kabupaten Malang, Unggul Nugroho, ketika dikonfirmasi sama sekali tidak mau menjawab.  "Saya tidak berkomentar soal itu (saksi dan bukti, red). Karena semua ditangani oleh BPN," jelas Wakil Ketua DPRD Kabupaten Malang ini. 

Di Kota Batu saat ini mengirim saksi ke sidang MK. Namun demikian, mereka telah menolak menandatangani hasil rekapitulasi perolehan suara di KPU Kota Batu. “Sesuai instruksi, para saksi tidak menandatangani hasil rekapitulasi di tingkat kota. Namun untuk saksi di Kota Batu tidak mengirimkan ke MK,"jelas Bendahara Gerindra Kota Batu, Hari Danah Wahyono. 

Lebih lanjut dia menjelaskan, proses pelaksanaan Pemilu di Kota Batu tidak ada masalah.

"Yang saya tahu saksi yang akan berangkat dari Surabaya dan Madura," tegasnya.

Sekretaris Gerindra Kota Malang, Bambang Taufik  yang dihubungi terpisah mengaku tak mengirim saksi untuk sidang di MK. Karena tak ada pelanggaran saat Pemilu di Kota Malang.

Wakil Ketua Gerindra Kota Malang, Muhammad Ula yang dihubungi terpisah senada dengan Bambang Taufik."Tidak ada yang berangkat," ujarnya. (mg3/agp/eri/tea/van)

  • Editor : van
  • Uploader : abdi
  • Penulis : agp
  • Fotografer : ya

KOMENTAR ANDA

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI