SD Plus Al-Kautsar, Bangun Karakter Siswa dengan Qiyamul Lail

  • 26-05-2019 / 13:56 WIB
  • Kategori:Sekolah
SD Plus Al-Kautsar, Bangun Karakter Siswa dengan Qiyamul Lail KHUSUK: Para siswa SD Plus Al-Kautsar menjalankan ibadah salat tahajud dengan khusu di sepertiga malam terakhir.

MALANG - Di tengah dingin dan sunyinya malam, siswa-siswi SD Plus Al-Kautsar beranjak dari tempat tidur mereka. Sepertiga malam terakhir di hari ke-20 Ramadan, mereka bangun untuk qiyamul lail. 

Waktu itu mereka pergunakan untuk sujud dan bermunajad pada Ilahi, dengan berharap kebaikan di dunia dan akhirat. Lebih-lebih di Bulan Suci Ramadan mereka tidak ingin melewatkan begitu saja bulan penuh rahmat dan ampunan Allah ini. 

Oleh karena itu, para guru SD Plus Al Kautsar melalui kegiatan Pesantren Ramadan membimbing anak didiknya, untuk tekun melakukan qiyamul lail. Sebab ibadah ini merupakan ibadah istimewa, yang dilaksanakan oleh seorang hamba, untuk memperoleh maqamam mahmuda. Yakni derajad yang mulia di sisi Allah SWT. 

Maqamam mahmuda, adalah derajad istimewa yang diberikan kepada hamba yang istimewa. Oleh karena istimewanya kedudukan ini dicapainya pun tidak mudah. 

Seseorang  harus bisa melawan rasa malas dan kantuk yang mungkin sangat berat. Terlebih di sepertiga malam, saat tidur manusia terasa paling nikmat. 

Tentu saja, amalan ini bukanlah amalan yang ringan. Qiyamul lail, butuh pembiasaan, agar bisa dilaksanakan dengan istiqamah. 

Ketua Pelaksana Pesantren Ramadan SD Plus Al-Kautsar Umi Lativah, S.Pd, menjelaskan, agenda pesram yang dilaksanakan selama dua hari sejak (25/5) lalu, menjadi momentum bagi siswa untuk berlatih kedisiplinan. 

Serta menjadi kasempatan untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas ibadah. “Salah satunya dengan agenda qiyamul lail dengan salat tahajud membuat anak terlatih untuk disiplin dan cinta pada ibadah,” terangnya. 

Sebab kata Iva, sapaanya, tidak setiap keluarga atau orang tua memiliki banyak waktu untuk memperhatikan ibadah anak di rumah. Maka Pesantren Ramadan yang digelar sekolah menjadi penyeimbang agar bulan Ramadan benar-benar bisa dioptimalkan dalam meningkatkan ibadah. “Setiap orangtua memiliki kesibukan yang berbeda. Maka sebagai guru kami menjadi wakil dari orang tua agar bisa mendampingi ibadah anak,” tandasnya. 

Di qiyamul lail, ada agenda muhasabah. Para siswa diajak untuk merenungkan waktu-waktu yang mereka lewati dalam hidup. 

Kebaikan dan keburukan dievaluasi dalam intropeksi diri. Tujuannya agar siswa SD Plus Al-Kautsar semakin mawas diri dan semakin bagus akhlaknya. “Muhasabah dengan merenungkan dosa-dosa kita terhadap orang tua dan guru. Sebagai upaya memperbaiki kelakuan anak,” ungkapnya. 

Umi Lativah memaparkan, agenda pesram dibagi menjadi tiga paket. Yaitu paket A untuk kelas 1 dan 2. Mulai pukul 11 hingga pukul 5 sore. Paket B untuk kelas 3 dan 4, dari pukul 8 sampai 7 malam. Sedangkan paket C untuk kelas 5 dan 6 menginap di sekolah.

Berbeda dari tahun sebelumnya, Pesram tahun ini tidak ada pembekalan tentang life skill. Tapi diganti dengan character building (CB). “Artinya bahwa pendidikan di pesantren ramadan tidak hanya tentang ibadah. Tapi juga membangun karakter siswa,” pungkasnya. (imm)

  • Editor : bua
  • Uploader : irawan
  • Penulis : Imam W.
  • Fotografer : Imam W.

KOMENTAR ANDA

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Divonis 5 Bulan, Vanessa Menerima, JPU Pikir-pikir

Ini Lho, Beda Safety dan Defensive Riding

Berkendara di Daerah Macet, Perhatikan Oli

VIDEO